
Eps 31
happy reading....
ššš
"Terima kasih atas kunjungannya... Ditunggu kedatangannya kembali." Sapa Zia ramah pada pengunjung di toko roti bundanya.
"Ini mbak. Berapa totalnya?" Seorang pengunjung wanita menyerahkan pesanannya untuk dihitung Zia. "Eh mbak, Jae Su oppa udah balik ke Korsel ya? Kog gak pernah kelihatan." Mode julid pengunjung on.
"Saya kurang tahu mbak." Jawab Zia singkat. "Semuanya seratus ribu mbak." Turur Zia untuk mengalihkan pembicaraan.
"Kog bisa gak tau sih mbak? Situkan temennya." Sewot sang pengunjung. Kemudian melangkah pergi.
Zia yang melihat itu hanya menarik nafas. Bagaimana tidak, sudah pengunjung yang kesekian kalinya menanyakan hal yang sama pada Zia dan Mira.
Semenjak kehebohan yang terjadi saat pertama kalinya Jae Su datang kerumahnya, toko kue mereka menjadi ramai pengunjung. Banyak orang yang hanya sekedar menanyakan keberadaan Jae Su dirumahnya ada atau tidak.
Walaupun mereka berkedok sebagai pembeli, dan dapat menghasilkan pendapatan bagi toko, tetap saja Zia merasa kesal. Wong yang dicari calon suaminya.
Seharusnya Zia sudah mengantisipasi hal ini, dan menguatkan hatinya bukan? Tapi apalah daya, ternyata hatinya tak bisa terima.
"Hehehe... Capek ya mbak ngeladeni modelan begitu?" Tanya Mira.
"Resiko Mir, itu Jae Su baru berkunjung, belum lagi kalau tinggal disini. Sebel aku tuh." Sungutnya.
"Berarti Jae Su oppa bawa hoki buat toko kita loh mbak. Ibarat Jae Su oppa itu adalah maskot toko kue kita, ya kan mbak? Mudah - mudahan toko jadi laris terus." Tutur Mira.
"Isss kamu ini. Masa Jae Su dijadiin maskot toko sih? Gak ada perumpamaan lain apa?" Zia tak terima cowok ganteng nya dijadikan maskot toko.
"Hehehe... Jangan sewot atuh mbak." Mira cengengesan.
"Gak kebayang aku nanti udah jadi istrinya. Harus punya mental kuat ini mah buat ngadepin fansnya yang seabrek itu." Gerutu Zia.
"Sabar mbak. Resiko nikah sama orang ganteng. Asal nanti Jae Su oppa gak dijodoh - jodohin aja sama yang lain. Kaya pemeran sinetron 'Ikatan Tali' itu. Masa suami orang dijodoh - jodohin sama pemeran wanitanya. Gila gak tuh mereka? Gak kebayang Mira kalau sampai yang jadi istri sahnya." Mira mulai menggibah.
"Emang ada yang begitu?" Tanya Zia dengan polosnya.
"Ih... Mbak ini gak update berita artis sih?" Sungut Mira.
"Mbak kan sibuk belajar dan cari duit disana Mir, gak ngopenin yang begituan."
"Isss si mbak. Ya ada lah yang begitu tuh. Mira aja sampai sebel kalau lihat berita gosip di tv. Pingin tak mixer tuh mereka diadonan kue si bunda." Jawab Mira dengan mata yang berapi - api.
Zia yang mendengar ocehan Mira auto ketawa. Ada - ada aja si Mira ini pikirnya.
****
__ADS_1
Ting... Notif pesan grup masuk diponael Jae Su.
š± "Hyung... Kenapa tak mengabari kami kalau mau menikah?" Pesan pertama dari Tae Won.
š± "Apa kau sudah tak menganggap kami sebagai saudaramu lagi? Sampai - sampai harus mendengar berita pernikahan mu dari media?" Pesan kedua dari Yong Su.
š±"Selamat my brother... Akhirnya perjuangan mu tak sia - sia untuk mengejar Zia." Pesan ketiga dari Ji-Sung.
š± "Jika mengundangku, kirimi aku tiket penerbangan kesana Hyung, aku lagi sepi job. Pemasukan berkurang, pengeluaran bertambah." Pesan keempat dari Ryung.
Jae Su yang melihat isi dari pesan tersebut hanya bisa tersenyum. Ia mulai merindukan adik - adiknya di Blue Ring dulu.
š± "Aku akan memesankan tiket untuk kalian nanti. Pernikahan ku dan Zia akan diadakan sebulan lagi. Dan kau, Ji-Sung. Bawalah serta Eunjo, aku merindukannya." Isi pesan balasan Jae Su.
Tanpa menunggu lama, balasan pesannya pun muncul.
š± "Waaaahhhh jalan - jalan gratis."
š± "Tiket kelas bisnis."
š± "Aku akan datang"
š± "Baik lah, aku akan membawa Eunjo."
Itu lah beberapa pesan balasan yang didapatkan Jae Su.
Ternyata antusias masyarakat disini cukup tinggi dengan fashion Korea, pikirnya.
Ia jadi teringat akan Zia yang dulu sempat tak mengetahui jati dirinya dan temannya. Sedangkan yang terlihat olehnya, banyak orang yang menyukai dan terobsesi tentang Korea. Tapi wanitanya? Sungguh terlalu.
Ah... Jae Su jadi rindu Zia. Sedang apa wanita itu? Sebaiknya sepulang dari kantor nanti ia akan mampir sebentar untuk mengobati rasa rindunya.
****
"Eh eh mbak, bukannya itu mobil Jae Su oppa?" Tunjuk Mira pada mobil yang baru masuk pekarangan rumah.
Zia menoleh kearah yang ditunjuk Mira. Dan ternyata benar itu Jae Su.
"He emm. Tumben kemari gini hari dan gak kasih kabar dulu?" Ucapnya.
Tak lama orang yang dimaksud pun memasuki toko.
"Assalamualaikum." Sapa Jae Su pada Zia dan Mira.
"Wa allaikumussalam." Jawab keduanya kompak.
"Kamu pulang dari kantor langsung kemari?" Tanya Zia.
__ADS_1
Jae Su mengangguk. "Kangen kamu." Ucapnya tak bermaksud untuk menggombal.
Namun bukannya Zia yang senang, melainkan Mira yang histeris mendengar ucapan Jae Su.
"Aaaaaa.... Oppa so sweet..." Ucap Mira girang sambil menautkan tangan kepii dan menggoyangkan badannya.
Plakkk...
Tepukan Zia berikan di pundak Mira yang sedang kegirangan.
"Jangan ganjen." Sungut Zia memperingati.
"Isss... Biarin aku bahagia dikit dong mbak. Mumpung si oppa belum nikah loh." Bibir Mira manyun lima inci.
"Kebahagiaan mu dengan lelaki lain." Sahut Zia.
Jae Su tersenyum melihat perdebatan dua gadis didepannya. Tak pernah sekalipun ia pernah melihat Zia selepas ini saat bersama orang di Korea.
"Sudah mulai senja, kenapa toko belum tutup? Biasanya sudah tutupkan?" Tanya Jae Su entah pada siapa.
"Bentar lagi oppa." Jawab Mira cepat.
"Apa toko ramai pengunjung?" Tanya Jae Su lagi. Sebenarnya Jae Su bertanya pada Zia, tapi entah kenapa selalu Mira yang menjawab.
"Rame. Rame banget malahan. Bukan cuma kuenya yang dicari. Tapi oppa juga dicariin pengunjung." Jawab Mira lagi sedikit mengadu.
"Benar Zi? Banyak yang yariin aku?" Kini Jae Su memutuskan langsung bertanya pada Zia. Karena sedari tadi Zia hanya melihat kearah Mira yang selalu menjawab pertanyaan nya.
"Iya lebih banyak nanyaiin kamu, ketimbang beli kuenya." Bibir Zia ikut manyun.
"Cehhh... Jangan dimajuin bibirnya. Jadi gemes kalau gini." Goda Jae Su.
"Isss... Apaan sih?" Sungut Zia. "Kamu udah shalat ashar?" Tanyanya pada Jae Su.
"Sudah tadi di kantor, sebelum kemari." Jawab Jae Su.
Zia dan Jae Su terus berbincang dan seolah melupakan Mira yang sedari tadi selalu terpana pada sosok rupawan yang ada didepannya saat ini.
Begitu beruntungnya ia menjadi pegawai di tokonya bunda. Kalau tidak, belum tentu Mira bisa bertemu dengan cowok tampan ini, pikirnya.
...****************...
...ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦...
jangan lupa untuk like dan komen. masukin juga ke list favorit kamu dong.
thanks ya buat yang udah mampir šš
__ADS_1