
Eps 33
happy reading.....
ššš
Disepanjang lorong menuju ruangan kerja Jae Su, banyak mata yang sedang melihat kearah mereka.
Mungkin tepatnya melihat seorang Jae Su yang rupawan, dengan tatapan kagum sedikit mencari perhatian. Karena ini memanglah belum waktunya jam makan siang. Jadi para staf masih berada dikubikelnya masing - masing.
Ingin rasanya Zia mencongkel mata mereka semua yang telah lancang menatap calon imam masa depannya itu.
"Issss...." Desis Zia sebal.
"Kenapa? Apa ada yang sakit?" Tanya Jae Su yang mendengar desisan Zia.
"Banyak banget mata - mata cewek natap kamu dengan tatapan lapar." Zia mengerucutkan bibirnya.
Mendengar jawaban Zia, Jae Su tentu saja tertawa senang. Makin kesini Jae Su rasa Zia mulai posesif pada dirinya. Itu tentu saja membuatnya senang. Wajah Zia yang srdang cemburu begitu menggemaskan baginya.
Ahhh... Jae Su jadi tak sabar ingin segera menghalalkan wanita disampingnya ini.
Sebelum mereka sampai keruangan kerja Jae Su, mereka berjumpa dengan sosok wanita seksi yang tadi pagi sempat membuat Jae Su naik darah. Tanpa memperdulikan wanita itu yang sedang menyapanya, Jae Su, tanpa menjawab sapaan itu terus berjalan menuju ruangan nya. Sedangkan Zia memicingkan matanya tak suka menatap wanita seksi itu.
"Kantor ini ternyata pandai memilah staf kantornya ya? Tapi wajar sih, inikan perusahaan di bidang fashion." Sindir Zia.
"Bukan aku yang merekrutnya sayang." Ucap Jae Su, yang seakan - akan mendengar alaram kecemburuan Zia. "Lagi pula aku sudah meminta paman Hansel untuk memintakannya kedifisi lain. Bukan jadi sekertaris ku."
Ceklek....
Kini mereka sampai di ruangan kerja Jae Su yang tak terlalu luas. Mungkin karena ini hanyalah kantor cabang.
"Oh.... Jadi tadinya dia mau dijadiin sekertaris kamu?" Tanya Zia sambil mengangguk - anggukkan kepalanya.
Astaga... Jae Su salah bicara kan? Jangan sampai kejadian beberapa tahun lalu terulang lagi hari ini. Pikirnya.
__ADS_1
"Ah.... aku sudsh lapar. Ayo kita makan. Kamu bawa bekal dengan lauk apa?" Jae Su memilih mengalihkan pembicaraan yang dapat memicu pertengkaran.
"Bunda buat sup ayam kampung sama sambal kecapnya. Ini juga ada capcay dan ini ada kerupuk juga." Tutur Zia sambil menyusun wadah bekal di atas meja tamu di ruangan kerja itu.
Jae Su tampak antusias dengan makanan yang ada didepannya ini. Jae Su sangat menyukai masakan bunda Rumi dan Zia yang memang lezat. Hingga rasanya ia sudah lupa dengan rasa makanan yang ia makan dari negara asalnya.
"Wah... Ini kelihatan lezat. Aku beruntung mendapatkan kamu. Udah cantik, salehah, pandai masak pula." Puji Jae Su pada kelebihan yang Zia miliki.
"Terima kasih atas pujiannya calon imam..." Ucap Zia dengan menampilkan wajah imutnya. Haisss... Sejak kapan Zia jadi centil begini?
"Eh... Denger - denger tadi si bos bawa tamu cewek ya? Bawa bekal makanan juga katanya." Tanya Desi, salah satu staf marketing yang terkenal sebagai salah satu tim julid yang ada di perusahaan tersebut.
"Denger - denger sih itu calon istri si bos. Tadi dua resepsionis dibawah sempat ditegur ama si bos, karena gak izinin tuh cewek nemuin si bos." Terang Mawar si admin kaum tukang julid.
"Jadi beneran si bos bentar lagi nikah?" Tanya Desi lagi.
"Emangnya pernah ada kabar begitu?" Tanya Mawar penuh rasa penasaran.
"Ya elah... Makanya update dunia per KPop an dong. Di Korea tuh udah gempar beritanya keles..." Desi memutar bola matanya jengah dengan ketidak tahuan Mawar.
"Ya gue kan gak terlalu suka ama yang namanya KPop say." Ucap Mawar. "Jadi emang bener tuh cewek calon bini si bos ya?"
"Wah... Beruntung banget tuh cewek, bisa dapetin hati si bos yang terkenal bermuka datar akhir - akhir ini. Ternyata udah ada pawangnya toh?" Mawar manggut - manggut paham.
Dan obrolan keduanya pun terdengar oleh mantan calon sekertaris Jae Su, Stella. Karena memang saat ini adalah jam makan siang, dan posisi mereka saat ini berada di kantin ksntor"Jadi tuh cewek, calon istri nya si bos?" Gumamnya lirih. "Masih ok an gue kemana - mana." Cibirnya lagi yang ditunjukan untuk Zia.
****
"Besok kita jadi fitting baju pengantin?" Tanya Jae Su.
"Jadi. Kamu gak lagi sibuk kan? Bukankah besok weekend, kantor libur?" Zia memastikan waktu luang Jae Su.
"Ya. Besok kantor libur. Bagaimana dengan undangannya? Apa sudah selesai?" Tanya Jae Su lagi.
"Emm udah. Jadi besok bisa sekalian kita ambil kan?"
__ADS_1
"Ide bagus. Sekalian menghemat waktu. Kalau nunggu hari lain, takut gak ada waktu luang. Karena aku harus segera menyelesaikan pekerjaan agar tak terlalu menumpuk saat aku ambil cuti kerja." Terang Jae Su.
"Emang kamu bakal cuti lama?" Tanya Zia sedikit penasaran.
" Mungkin sekitar dua minggu. Karena waktu cuti ku akan kita gunakan sebagai waktu bulan madu bagi kita. Mumpung pekerjaan belum terlalu banyak." Jawab Jae Su.
"Bulan madu?" Zia sedikit merona menegaskan dua kata itu.
"Hemm, bulan madu. Aku mau menghabiskan waktu secara intens denganmu nanti." Jawab Jae Su sambil tersenyum hangat.
Zia hanya bisa tersipu malu mendengar penuturan Jae Su.
Sejujurnya, Zia sedikit takut dan ragu saat mereka akan pergi berdua. Zia trauma saat dikejar - kejar paparazi dulu.
Jae Su bukanlah orang sembarangan. Ia cukup begitu terkenal di banyak negara. Zia jadi begidig ngeri membayangkan mereka akan tertangkap oleh paparazi lagi.
"Emmm Jae Su, boleh nggak bulan madunya di Indonesia aja?" Pinta Zia.
"Kamu yakin mau di Indonesia aja? Gak mau ke Paris atau negara lain?" Tanya Jae Su.
"Iya. Di Indonesia aja. Aku masih kangen sama Indonesia. Kan udah lama aku gak pulang ke Indonesia. Lagi pula sekalian kamu kenalan dengan banyak budaya disini." Tutur Zia.
"Iya juga. Jadi kita akan pergi bulan madu kemana?"
"Raja Ampat aja gimana?" Usul Zia.
"Sepertinya menarik. Baiklah kita ke Raja Ampat." Jae Su setuju dengan usul Zia.
Mereka terus berbincang sampai akhirnya jam makan siang selesai dan Zia pamit pulang pada Jae Su.
Sama pada saat ia memasuki perusahaan ini, kini saat ia hendak keluar pun banyak tatapan kagum yang ditunjukan pada Jae Su. Dan itu membuat Zia sedikit tak rela jika calon suaminya diminati banyak wanita.
...****************...
...ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦...
__ADS_1
Hay... yuk beri dukungan kamu pada novel ini, dengan cara klik like dan beri komentar kamu ya.
thanks udah mampir š