Bidadari Sang Idol

Bidadari Sang Idol
Eps 22


__ADS_3

Eps 22


happy reading....


šŸ’žšŸ’žšŸ’ž


Brukkk...


Terdengar sebuah benda dibanting dengan keras.


Diseberang meja terlihat pria dengan wajah merah padam menahan marah.


Hening.


Tak ada satupun yang bersuara.


Pagi ini, agensi yang menaungi Blue Ring sudah mendapatkan berita yang menghebohkan dari boyband ternama itu.


"Ada yang mau menjelaskan." Tanya pimpinan agensi dengan nada yang cukup dingin didengar.


Kedua tersangka yang menjadi tranding topik hari ini hanya bisa menghela nafas berat.


"Kenapa diam? Jae Su? Ji-Sung? Terutama untukmu Ji-Sung." Tunjuknya pada Ji-Sung." Kenapa skandalmu tidak ada habisnya? Apa kau tidak kasihan pada temanmu yang sudah besusah payah ikut membesarkan nama grup kalian?" Cecar pimpinan agensi.


"Maaf." Hanya kata itu yang dapat terucap dari Ji-Sung.


"Apa dengan maaf skandal mu bisa teratasi?" Sewot pimpinan agensi.


"Aku rasa ada yang sengaja untuk menghancurkan Blue Ring." Yong Su mengutarakan pendapatnya.


"Bagaimana kau bisa berasumsi seperti itu?" Tanya pimpinan.


"Bukankah kejadian dan dua berita itu terjadi di waktu yang bersamaan? Mungkinkah ini ulah seseorang?" Yong Su menuturkan kemungkinan yang bisa saja terjadi.


Mereka semua terdiam. Apa yang dikatakan Yong Su memang masuk akal.


"Aku akan menyelidiki ini. Aku rasa ini memang saling terkait satu sama lainnya. Apa selama ini kalian mempunyai musuh?" Kini Jae Su buka suara.

__ADS_1


Pertanyaan itu dijawab dengan gelengan dari orang yang ada disana. Kecuali, Ji-Sung.


" Apa ini ulah dari salah satu wanita yang pernah ku kencani? Apa ibu dari anak itu? Tapi kenapa Jae Su hyung juga tiba - tiba tertangkap paparazi, padahal dia sudah menyamar? Dan, apartemen ku itu tidak ada yang tahu selain kita dan beberapa orang saja kan? Apa ada penghianat?" Tutur Ji-Sung.


Kini mereka benar - benar tampak serius memikirkan hal ini. Siapa dalang dari semua kejadian ini.


"Tapi maaf Ji-Sung, aku harus segera mengambil keputusan untuk menyelamatkan agensi ini dan juga Blue Ring. Karena skandalmu ini cukup serius, aku harus mengambil keputusan untuk mengeluarkan mu dari Bule Ring. Sebelum Blue Ring benar - benar hancur, karena Blue Ring adalah aset terbesar yang dimiliki oleh agensi ini." Pimpinan agensi mengambil keputusan sepihak.


Sontak member Blue Ring langsung menatap sengit pimpinan agensi, seakan tak percaya dengan keputusan itu.


"Kenapa mengambil keputusan sendiri? Apa kau berniat untuk mencari pengganti salah satu dari kami yang akan kau depak?" Jae Su mulai tersulut emosi.


"Bukan begitu mak-" belum sempat pimpinan agensi meneruskan ucapannya, Yong Su sang leader menyela.


" Jika pun kau mengeluarkan salah satu diantara kami, kau tak kan bisa menggantikannya dengan yang lain. Apa kau sudah lupa isi kontrak kerja kita pimpinan?" Kini terlihat aura dingin dari ucapan Yong Su.


"Aku tahu itu. Tapi untuk saat ini, itu adalah keputusan yang terbaik." Tukas pimpinan agensi.


Kembali mereka terdiam cukup lama. Hingga akhirnya Ji-Sung pasrah dan menyetujui pemecatan dirinya.


"Huffff... Baiklah kalau itu yang terbaik. Aku akan keluar dari grup ini demi kelangsungan Blue Ring." Tutur Ji-Sung.


"Ya aku yakin. Lagi pula aku sudah lelah dengan ruang gerak yang terbatas. Aku ingin bebas melakukan apa pun tanpa harus memikirkan nama baik Blue Ring lagi. Lagi pula aku sudah menanam beberapa saham di perusahaan animasi dan properti. Tabungan juga ada. Rumah dan apartemen apa lagi. Jadi tidak masalah bagiku. Aku masih bisa hidup dari bagi hasil dari saham ku itu." Ji-Sung mengutarakan kesiapannya dikeluarkan dari Blue Ring dengan senyumnya yang mengandung kekecewaan.


"Kau ini..." Plakkk Ryung menimpuk kepala Ji-Sung. Ia hanya diam dari tadi, tak tau harus melakukan apa. Dan kini ia hanya bisa memeluk temannya itu memberi kekuatan.


Sedangkan Tae Won? Ia mulai menangis karena akan berpisah dari salah satu teman seperjuangannya.


Terulang kilasan - kilasan perjuangan mereka untuk bisa sampai ketitik ini. Suka dan duka yang mereka rasakan selama ini nyatanya mampu membuat mereka jadi lebih tangguh.


"Sekarang kita bahas tentang berita mu Jae Su." Kini pimpinan agensi beralih pada Jae Su.


"Memang kenapa?" Tanya Jae Su masa bodoh.


"Kau yakin ingin berkencan dan menjalin hubungan dengan wanita itu?" Tanya pimpinan agensi.


"Aku tidak ada hubungan sepesial yang kau katakan itu. Tapi wanita yang kau bicarakan itu adalah calon istriku. Usia ku sudah matang untuk menikah. Dan aku ingin menikah. Tidak ada satupun yang bisa mengaturku untuk dekan dengan wanita yang aku inginkan. Jadi siapapun yang menggangu dan menyakitinya, aku tidak akan tinggal diam." Ketus Jae Su penuh dengan ancaman pada setiap kalimat yang keluar.

__ADS_1


"Jangan terlalu menekan dan mengekang kami. Kau lihat kontrak kerja kita? Tinggal dua tahun lagi. Kami juga bisa bosan dengan semua ini. Dan kami berhak untuk tidak melanjutkan kontrak kerja sama ini. Dan kau dan agensimu akan kehilangan mesin uangmu." Jae Su menambah kan lagi ancamannya.


Pimpinan agensi tak dapat mengeluarkan kata - katanya lagi untuk menekan Blue Ring agar mengikuti perkataannya.


Jae Su bangkit dari duduknya dan diikuti keempat member lainnya.


Sebenarnya mereka sudah muak dengan semua ini. Sebelumnya mereka sepakat untuk bertahan sampai masa kontrak habis. Dan memilih jalan hidup masing - masing.


****


Sedangkan diampartemen, terjadi keriwehan antara dua orang gadis dan seorang bayi berusia enam bulan.


"Aduh... Kenapa kau tak mau tenang hah? Aku lelah, sungguh lelah." Keluh Nara pada bayi itu.


"Kenapa mereka lama sekali?" Jenny terduduk lesu tak sabar menanti sang kekasih.


"Sabar sedikit Jenny, Ji-Sung sedang mengatasi masalahnya. Dia tidak akan kemana - mana." Sewot Nara yang melihat Jenny yang dari tadi hanya menunggu Ji-Sung, tanpa mau membantunya menjaga bayi ini.


Mendengar itu, Jenny hanya mendengus kesal dan mendudukan kasar dirinya di sofa.


"Daripada kau mondar mandir begitu, lebih baik kau bantu aku mengurus bayi ini." Pinta Nara.


"No... Tidak akan." Tolak Jenny tegas.


"Kenapa? Kalau terbukti benar bahwa anak ini anak Ji-Sung, otomatis kau akan mengurus nya juga jika kalian menikah." Tutur Nara.


Tak ada tanggapan dari Jenny. Dan akhirnya Nara memutuskan untuk menghubungi Zia, meminta bantuan wanita itu.


Setengah jam kemudian, Zia tiba dan mengambil alih bayi itu dari tangan Nara. Tampak wajah bahagia saat ia bermain dengar bayi chubby menggemaskan itu.


Seminggu berlalu, berita antara Zia dan Jae Su pun mulai mereda. Jae Su pun mulai disibukan projects film yang sebentar lagi akan mulai digarap. Hal itu menjadikan intensitas komunikasi diantara keduanya sedikit berkurang.


Sedangkan hasil DNA antara Ji-Sung dan bayi itu juga sudah keluar. Dan dari hasil tes, menyatakan bahwa hasil DNA 99% cocok.


Mendapat kenyataan itu, Jenny pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan nya dengan Ji-Sung. Sebenarnya Ji-Sung kecewa dengan keputusan Jenny, tapi apa boleh buat. Dia juga tidak bisa mencampakkan anak kandungnya sendiri demi wanita yang tak bisa menerima kekurangannya.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2