Bidadari Sang Idol

Bidadari Sang Idol
Eps 26


__ADS_3

Eps 26


happy reading....


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat. Zia yang kemarin disibukan dengan urusan magang hingga skripsi nya, kini sudah bisa bernafas dengan lega telah menyelesaikannya dengan baik dan tepat waktu.


Sedangkan sebulan yang lalu, Blue Ring sudah resmi bubar setelah kontrak serjasamanya dengan agensi yang selama ini menaungi mereka, dan mereka saat ini akan mulsi fokus untuk solo karir. Ji-Sung dengan kesibukannya mengurus saham - sahamnya dan mengurus putranya. Ryung, Yong Su dan Tae Won akan mulai debut di solo karirnya di dunia entertainment. Sedangkan Jae Su? Dia mulai merancang kehidupannya kelak bersama Zia di Indonesia. Ckckck... Dasar bucin.


Hari ini adalah hari yang benar - benar menghebohkan di universitas tempat Zia menimba ilmu. Sebab apa? Sebab kini didepan aula universitas, sudah berdiri lima pria tampan dengan pesonanya masing - masing. Menghadiri acara wisuda Zia dan kawan - kawan.


Mereka lah member x-Blue Ring. Mereka menunjukan rasa solidaritas nya terhadap salah satu dari mereka, yaitu Jae Su. Jae Su yang sedang berjuang untuk mendapatkan sang pujaan hatinya, Zia.


Jae Su sengaja mengajak Ji-Sung, Ryung, Yong Su dan Tae Won untuk menghadiri acara wisuda Zia, agar gadis itu tak merasa sendirian saat menerima tanda kelulusan nya di universitas ini.


Tahukah mereka berlima, bahwa banyak para gadis yang berlonjak kegirangan karena dapat melihat sang idol nya berada didekat mereka?


Dan ternyata kelima pria tampan itu tak perduli. Mereka hanya fokus pada sosok gadis cantik berhijab dan bermata sendu menenangkan itu.


Zia mulai keluar aula dan berjalan menemui kelima pria tampan itu.


Banyak mata memandangnya dengan iri karena kedekatan Zia dengan kelima pria tersebut. Terlebih itu Lily, orang yang sejak awal selalu mencari ribut dengannya.


Kini ia tepat berada didepan kelima pria tampan itu, dan memandang satu persatu pria - pria itu.


"Kenapa kalian suka sekali membuat kehebohan?" Kesal Zia melihat pria - pria ini menjadi perhatian para gadis disini. Terlebih lagi tatapan para gadis terhadap Jae Su.


"Kami hanya ingin membuatmu senang, karena kau tak akan merasa sendiri dihari bahagia mu ini." Jawab Jae Su.


"Lebih tepatnya kami dikapsa olehnya." Sungut Ji-Sung.


"Kita harus menunjukkan solidaritas kalian pada Jae Su hyung." Ketus Tae Won kepada Ji-Sung.


"Selamat atas kelulusan mu." Ucap Jae Su sambil menyodorkan buket bunga mawar putih.


Sontak perlakuan Jae Su itu membuat para gadis yang berkerumun didekat mereka menjerit histeris. Merasa iri dengan Zia yang kini sedang tersenyum manis menggenggam buket bunga itu.


"Wooaah... Ternyata pamor kita belum pudar ya?" Ucap Ryung konyol.

__ADS_1


Ia melihat betapa antusiasnya para gadis saat melihat mereka berada di universitas ini.


"Itu karena kita adalah para pria - pria tampan." Jawab Ji-Sung penuh percaya diri.


"Kau harus berhati - hati dengan pesona Jae Su hyung nanti Zia. Dinegara mu fans nya lebih banyak dibanding dengan fans nya dinegara lain. Jadi kau ikat saja nanti dia disana. Biar tak bisa kemana - mana" Ucap Yong Su dengan sedikit candaan.


"Tapi aku yang tak akan tergoda dengan wanita lain, karena hatiku sudah terlanjur terkait dengan Zia." Ucap Jae Su dengan sedikit gombalannya untuk Zia.


Sontak perkataan Jae Su itu mampu membuat hati zia berbunga - bunga. Begitu besarkah cinta Jae Su padanya? Zia bersyukur bila itu adalah kenyataannya.


****


Tampak sebuah bangunan rumah berlantai satu yang begitu luas dan berdiri kokoh tepat dihadapan Zia.


Setelah Zia, Jae Su dan yang lainnya merayakan hari kelulusan Zia, kini calon pasangan sejoli itu sudah tepat berada didepan kediaman kedua orang tua Jae Su.


Ia tampak takjub dengan keindahan interior dan keasrian dari taman yang mengelilingi rumah tersebut.


Mereka melangkah masuk dan disambut oleh beberapa pelayan yang ada disana.


Zia melangkah sedikit ragu dan begitu gugup. Ini pertama kalinya selama empat tahun ia mengenal Jae Su, ia membawanya pulang ke rumah untuk diperkenalkan pada kedua orang tuanya.


"Tenang lah Zia. Insha Allah keluarga ku akan menerimamu."


Sedangkan Zia hanya bisa tersenyum kikuk, karena Jae Su dapat merasakan kegugupannya.


Kini mereka sudah berada ditaman tanaman hias ibu dari Jae Su, Lee Hyori.


Disana sudah berkumpul kedua orang tua Jae Su dan kakak lelakinya.


"Kau sudah datang Jae Su?" Sapa sang ibu. Lalu melihat sosok wanita yang dibawa anaknya.


"Ya Bu." Jawabnya singkat.


"Ini kah wanita yang selalu kau ceritakan pada ku?" Tanya ibunya lagi sambil melihat kearah Zia.


"Ya. Dia Zia, Zia Aulia. Wanita muslimah keturunan Indonesia." Jae Su membenarkan pertanyaan ibunya.


"Salam kenal bibi. Saya Zia, teman Jae Su." Zia membungkukan badannya sebagai salam hormat.

__ADS_1


"Hemm. Aku ibunya Jae Su. Silahkan duduk." Ibu Jae Su mempersilahkan Zia.


Zia mengangguk dan langsung duduk di kursi yang tersedia disana.


"Apa kau benar - benar serius ingin menjalin hubungan dengan Jae Su?" Tanya ibu Jae Su langsung to the point.


Zia yang pendapat pertanyaan itu menjadi bertambah gugup. Ia melihat kearah Jae Su, pria itu sedang tersenyum padanya. Memberi keberanian untuknya agar dapat menjawab pertanyaan ibu Jae Su.


Zia benar - benar gugup. Ini pengalaman pertama nya berjumpa dengan keluarga dari pria yang selama ini mengejar cintanya.


"Ya bibi." Jawab Zia singkat.


"Apa kau bisa berjanji untuk tak menyakitinya? Karena aku tahu sudah banyak hal yang telah ia lakukan untuk bisa bersamamu." Ibu Jae Su masih menanyakan keseriusan nya kepada Jae Su.


"Insha Allah, jika Allah meridhoi hubungan kami, maka aku akan serius menjalin hubungan dengan Jae Su." Ucap Zia.


"Baiklah. Kami sudah membebaskan Jae Su untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Dan kami minta padamu, jangan kecewakan kepercayaan kami pada mu. Karena memang sudah lama Jae Su selalu membahas tentangmu, dan berniat serius dengan mu." Tutur ibu Jae Su.


"Kalau begitu, apa yang harus kami lakukan agar kau bisa menikah dengan Jae Su? Karena budaya negara kita berbeda bukan?" Kini ayah Jae Su, Park Joon Jay mulai angkat bicara.


"Emmm menurutku tidak jauh berbeda dengan di Korea. Paman dan bibi harus menemui orang tua ku lebih dahulu untuk membicarakan masalah hubungan kami. Setelah itu, bisa dibicarakan langkah selanjutnya dengan orang tua ku disana nanti." Tutur Zia.


"Baiklah. Kapan kau kembali ke negaramu? Agar kami bisa membahas masalah ini pada orang tua mu?" Tanya ayah Jae Su.


"Dua minggu lagi paman. Aku akan menyelesaikan urusan ku terlebih dahulu disini." Jawab Zia.


"Hemm. Lebih baik kita berangkat bersama nanti." Ucap ayah Jae Su.


Zia hanya bisa mengangguk meng ia kan perkataan ayah Jae Su.


Setelah pembicaraan yang cukup serius itu, dilanjut dengan obrolan ringan. Hingga kini Zia mulai bisa beradaptasi dengan keluarga Jae Su.


Zia bersyukur bahwa ia dapat diterima oleh keluarga Jae Su. Ternyata benar yang dikatakan Jae Su, bahwa keluarga nya dapat menerima perbedaan kebudayaan mereka dengan tangan terbuka.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih udah mampir buat baca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2