Bidadari Sang Idol

Bidadari Sang Idol
Eps 40


__ADS_3

Eps 40


happy reading.....


šŸ’žšŸ’žšŸ’ž


Ini adalah hari terakhir Zia dan Jae Su serta rombongan berada di Raja Ampat. Dan besok sebelum tengah hari mereka sudah harus sampai di bandara untuk langsung bertolak ke Jakarta.


Dan malam ini, Zia akan mengajak Jae Su dan yang lainnya untuk bertamu ke resort Juan.


Saat tiba dirumah Juan, mereka mendapat sambutan hangat dari sang tuan rumah.


"Assalamualaikum bang, mbak Melda." Sapa Zia dengan memberikan senyuman manis nya.


"Wa allikumussalam Zi. Akhirnya kamu singgah juga kegubug Abang, Zi" sambutnya sedikit merendah.


"Rumah segede ini dibilang gubuk. Gimana bentuk rumah mewah bang Juan?" Sewot Zia.


Hehehe...


Juan hanya tertawa mendengar gerutuan Zia. Sahabat almarhum adiknya ini memang sikapnya masih tak banyak berubah rupanya.


"Ayo masuk, masuk semua." Ajak bumil yang mulai kesusahan berjalan.


Ia begitu senang kedatangan tamu ini. Tamu yang begitu istimewa baginya. Bagaimana tidak istimewa, bila didatangi tamu seperti boyband terkenal ini.


"Kita kebagian samping resort aja. Biar bisa ngobrol dengan santai." Juan mengarahkan para tamunya ke bagian samping yang terdapat taman dan kolam renang.


Mereka langsung menuju samping resort. Dan disana sudah tersusun beberapa kursi untuk bersantai. Tak hanya itu, disana juga ada sebuah gazebo yang nyaman untuk tempat bersantai. Dan beberapa alat -alat pemanggang. Sepertinya mereka akan mengadakan acara BBQ nanti.


"Kapan balik Zi?" Tanya Juan basa - basi.


"Besok bang." Jawab Zia sedikit tidak fokus, itu karena ia menangkap sebuah pemandangan yang lucu.


Tampak Melda, si sosok ibu hamil yang sedari tadi selalu senyum - senyum sendiri sambil tersipu malu dan salah tingkah sendiri seperti anak gadis yang sedang jumpa dengan kekasihnya. Sedaritadi Ia hanya memandangi member x-Blue Ring yang ada didekatnya.


"Tuh lihat mbak Melda." Tunjuk Zia dengan dagunya.


Haaahhhh... Juan menarik nafasnya dalam - dalam.


Ternyata sang istri ini belum bisa move on dari boyband tersebut.


Kini Melda berjalan mendekati Zia dan berucap dengan suara sedikit berbisik. Namun masih bisa didengar oleh Juan dan Jae Su.


"Zi, mbak minta izin sama kamu ya." Ucapnya menggantung dan penuh harap.


"Izin untuk apa mbak?" Tanya Zia bingung dengan perkataan Melda.

__ADS_1


"Mbak boleh kan minta foto bareng mereka? Minta tanda tangan juga deh. Terus mbak minta mereka semua elus perut mbak. Mana tau kan anak mbak nanti mirip salah satu dari mereka." Ucap Melda dengan konyolnya.


"Mana bisa begitu sayang... Ini anak aku. Aku yang buat sama kamu. Mana mungkin bisa mirip mereka. Ada - ada aja kamu." Ucap Juan sambil mencubit gemas pipi chubby sang istri.


Mendengar perdebatan suami istri itu, Zia dan Jae Su jadi tertawa. Sedangkan yang lain hanya diam, tak mengerti tentang apa yang sedang dibahas.


Jae Su tiba - tiba jadi membayangkan bahwa Zia yang saat ini tengah hamil. Pasti Jae Su sungguh sangat bahagia.


"Baiklah. Kami akan mengabulkan keinginan anda nyonya." Ucap Jae Su.


"Aaaaaa... Terima kasih, Jae Su oppa." Seru Melda manja.


Dan itu berhasil membuat Juan sedikit sebal dengan kelakuan sang istri yang sedikit genit. Juan sudah tak heran lagi dengan kelakuan sang istri. Bahkan Juan sudah terbiasa melihat poster para idola istrinya itu di sebuah kamar khusus dirumah mereka yang ada di Jakarta.


Kini Jae Su dan member x-Blue Ring yang lain tengah berpose untuk mengambil foto dengan Melda yang berada ditengah - tengah mereka.


Malam ini mereka menghabiskan malam terakhir mereka di Raja Ampat dengan acara BBQ dirumah Juan.


Mereka juga membahas masalah bisnis. Mana tahu bisa saling menanam saham di perusahaan mereka masing - masing. Bukankah itu bisa saling mendatangkan keuntungan bagi mereka?


****


Suasana rumah sudah gelap saat Jae Su dan Zia tiba. Toko kue bunda juga sudah tutup.


Zia melangkah kearah pintu untuk memanggil sang bunda agar dibukakan pintu.


"Assalamualaikum bunda..."


"Wa allikumussalam. Loh udah pulang Zi?" Tanya bunda heran. Padahal katanya sang menantu mengambil cuti selama dua minggu.


"Iya bun." Zia meraih tangan bunda Rumi untuk disalim.


"Assalamualaikum." Salam Jae Su.


"Wa allikumussalam nak. Katanya cuti dua minggu. Ini baru lima hari kenapa udah balik?"


"Iya. Karena teman ku yang lain gak bisa terlalu lama di Indonesia. Mereka masih harus menyelesaikan pekerjaan yang ada di Korea." Terang Jae Su.


"Ooo... Ya udah istirahat gih. Udah pada makan belum?" Tanya bunda perhatian.


"Udah tadi Bun, waktu transit." Jawab Zia.


Kini mereka semua menuju kamar untuk beristirahat.


Setelah membersihkan diri, Jae Su dan Zia melaksanakan ibadah shalat isya terlebih dahulu sebelum menuju ke pembaringan.


Greeppp...

__ADS_1


Kini Zia telah berada dalam pelukan Jae Su dengan sebelah tangan sebagai bantalan Zia.


"Selamat tidur istri ku." Kemudian Jae Su mengecup ujung kepala sang istri.


"Selamat tidur juga suami ku." Kini Zia yang gantian mengecup rahang sang suami.


Dan tak lama keduanya tertidur hingga subuh menjelang.


Usai menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Zia langsung menuju dapur untuk membuat sarapan untuk suami dan bundanya.


Tap tap tap...


Terdengar langkah seseorang. Namun Zia enggan untuk menoleh.


Hingga akhirnya sepasang lengan melingkar di pinggangnya yang ramping. Siapa lagi kalau bukan Jae Su pelakunya.


"Pagi sayang." Sapanya sambil mengecup sang istri.


"Pagi hubby."


"Nasi goreng?" Tanya Jae Su. Dan Zia hanya mengangguk.


"Kamu duduk gih. Malu nanti kalau ibu lihat posisi kita begini."


"Gak papa Zia. Bunda udah khatam kog yang begini." Ucap bunda yang tiba - tiba sudah ada disana dan ngeloyor mengambil beberapa bahan kue dilemari, setelahnya ia berlalu keluar menuju ke toko kue untuk membawa persediaan bahan kue untuk dibuat ditoko bersama Mira nanti.


Wajah Zia seketika memerah karena malu dipergoki sang bunda sedang bermesraan dengan suaminya.


Plakkk...


Zia memukul gemas lengan Jae Su yang masih bertengger di pinggangnya.


Sepertinya ia harus mulai terbiasa dengan Jae Su yang selalu menempel padanya seperti ini.


Semangkuk besar nasi goreng sudah tersaji di atas meja. Dengan telur dadar dan setoples kerupuk serta teh manis hangat sebagai pelengkap.


Zia, Jae Su dan bunda Rumi mulai menyantap sarapan yang sudah tersedia.


"Emmm... Sepertinya aku harus lebih rajin berolahraga lagi nanti." Ucap Jae Su setelah menelan makanannya.


Kening Zia berkerut. Heran dengan maksud dari perkataan suaminya.


"Jika kamu dan bunda selalu masak makanan yang selalu enak, aku pasti akan banyak menghabiskan makanannya. Jadi besar kemungkinan berat badanku akan bertambah. Maka dari itu aku harus rajin olahraga bukan?" Tanya Jae Su.


"Apa lagi olahraga bersamamu setiap malam." Bisik Jae Su dengan perkataan mesumnya, yang hanya didengar oleh keduanya.


Zia jadi merinding membayangkan bila kegiatan itu akan mereka lakukan setiap malam.

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2