
Eps 16
happy reading....
ššš
š± Ting...
Bunyi notif pesan masuk di ponsel Zia. Saat ia tengah sibuk mengurus online shop nya. Dan Zia langsung mengeceknya. Karena tak biasanya ia mendapat pesan masih subuh begini.
š± "Assalamualaikum Zia Aulia...ššš"
š± " Wa allaikumussalam..... Mia..... Akhirnya kamu chat aku juga. Kamu kemana aja sih? Aku fikir udah gak mau sahabatan lagi sama aku." Zia mengetik balasan pesan Mia dengan mulut nya yang manyun, walaupun Mia tak dapat melihatnya.
š±"kog gitu ngomongnya Zi? Sampai kapanpun kamu tetap sahabat aku."
š± "Kamu lama gak ada kabar, kemana aja?"
š± "Aku sekarang kan sibuk Zi š hehehe...."
š± "Iisss... Sok sibuk. Kamu apa kabar Mi? Bang Juan? Om Mahendra juga apa kabar?"
š± "Wesss... Borong pertanyaan Bu? Kita baik Zi. Kamu sendiri gimana? Kuliahnya lancar kan?
š± "Alhamdulillah aku baik. Kuliah juga lancar, ya walaupun ada satu orang yang benar - benar resek, selalu cari gara - gara. Tapi selebihnya bisa ditangani. Kamu gak liburan ke sini Mi?"
š± "Pinginnya sih š Tapi belum bisa. Gak ada yang nemenin. Gak boleh sama papa juga pigi terlalu jauh. Padahal bentar lagi dua minggu lagi bakal ada fan meeting nya Blue Ring š pingin banget dapetin tanda tangannya langsung."
š± "Wah... Sayang banget itu."
š± "Kamu mau gak gantiin aku buat ikut fan meeting nya Blue Ring? Please ššš"
š± "Tapi aku gak ngerti yang begituan Mi š "
š± "Gampang atuh... Kamu beli tiketnya biar bisa ikut fan meeting nya Blue Ring. Nanti aku kirim uang buat tiketnya deh. Ya mau ya ya ya?"
š± "Dapetin tuh tiket dimana Mi? Aku gak tau tempatnya."
š± "Coba kamu tanya teman - teman kamu Zi. Please š tolong usahain dong."
š± "Tapi aku gak punya teman cewek disini yang suka KPop. Adapun punya satu temen cewek, tapi dia juga gak ngerti yang beginian. Tapi nanti aku usahain deh yah?"
š± "Beneran ya? Wahh senangnya hatikuuuuu...."
š± "Gak usah lebI deh Mi."
š± "Eh...š¤ Tapi masa kamu gak punya satupun teman cewek Zi?"
š± "Ada. Itupun cuma satu. Tapi gak doyan idol KPop. Dia lebih doyan artis Hollywood katanya."
š± "Ya ampun... Kog bisa gak punya temen cewek sih Zi? Segitu susahnya yah dapat temen cewek disana?"
š±"Mereka terkesan menghindar saat aku dekati Mi, karena penampilan ku yang berbeda. Tapi gak masalah lah. Toh aku juga bakal balik ke Indonesia lagi kan?"
š± "Iya sih. Kamu tetap semangat ya belajarnya. Jaga diri juga. Tetaplah membawa kebaikan di manapun kamu melangkah."
Deg....
Entah ada apa dengan rasa tak enak yang tiba - tiba muncul setelah membaca pesan Mia yang memberi semangat padanya.
š± " Makasih ya Mi, udah perhatian sama aku."
__ADS_1
š± "Kamu kan sahabat aku.... Udah dulu ya Zi. Udah dipanggil papa nih. Jangan lupa tanda tangan Blue Ring ya? Bye bye Zia...... Assalamualaikum."
š± "Wa allaikumussalam Mia."
****
Minggu yang dinanti - nanti pun tiba.
Setelah sholat Subuh, Zia menyusun beberapa keperluan nya saat nanti ikut dengan Jae Su.
"Eh, bawa ini deh, mana tau disana gak ada." Zia bermonolog sendiri sambil memasukan benda yang mungkin akan dia butuhkan disana nanti.
Setelah semua keperluannya sudah selesai. Ia langsung bergegas mandi membersihkan diri dan berdandan sebaik mungkin.
Dengan celana kulot hitam dengan blouse baby blue dan pashmina dengan warna senada, serta sepatu kets putih kesayangannya, Zia tampil menawan dengan kesederhananya.
Ternyata, penampilannya itu tak dapat menyembunyikan usia belianya, yang entah kenapa menambah rasa gemas seorang pria didepannya untuk mencubit gemas pipi chubby nya.
Kini Jae Su duduk di kursi depan kos Zia, dan menunggu wanita itu mengambil barang bawaannya didalam.
Cukup tas kecil dan tas pakaian berukuran sedang yang ia bawa.
"Ayo kita berangkat." Ajak Zia.
"Ayo... Biar aku yang bawa tas kamu." Jae Su mengulurkan tangannya meraih tas Zia.
"Terima kasih."
"Kenapa cuma sedikit bawa baju ganti? Padahal kita disana selama satu minggu." Jae Su berfikir apa cukup nanti baju ganti Zia disana.
"Insha Allah cukup. Disana ada ruang loudry kan?" Tanya Zia memastikan.
"Tidak akan repot Jae Su... Kita kesana untuk liburan, bukan pindahan. Jadi gak perlu bawa baju banyak." Tolak Zia.
"Baik lah. Karena biasanya wanita bila berpergian terlalu banyak barang yang dibawa." Tutur Jae Su.
"Kamu seperti nya banyak pengalaman tentang mengajak wanita pergi berlibur?" Zia memicingkan matanya mencurigai Jae Su.
Jae Su gelagapan mendengar perkataan Zia. Bagaimanapun Jae Su dulu juga pernah memiliki seorang kekasih.
"Hemmm beberapa kali." Jawab Jae Su sedikit gugup.
"Oh iya Jae Su, bolehkah kita mampir ke minimarket sebentar untuk mencari bahan makanan berlebel halal? Aku takut nanti disana kesulitan menemukannya." Zia mencoba mengalihkan pembicaraan.
Zia tahu bahwa Jae Su kurang nyaman membicarakan teman wanita yang pernah di ajaknya untuk berlibur.
"Oh iya.... aku tidak memikirkan itu. Karena disana memang tidak ada yang menjual bahan makanan berlebel halal. Baiklah kita mampir berbelanja sebentar." Ucap Jae Su.
Dan disinilah mereka, sedang memilih belanjaan sesuai kebutuhan.
Setelah membayar semua barang dikasir, mereka melanjutkan perjalanan kembali.
Di mobil,
"Jae Su, bukannya kita berlibur dengan temanmu yang lain? Kenapa cuma kita?" Zia bingung mengapa cuma mereka berdua, tidak ada yang lain.
"Mereka sudah berangkat duluan tadi saat aku menjemputmu." Jawab Jae Su dengan seulas senyuman.
Begitu khawatirnya wanitanya ini jika mereka berlibur hanya berdua.
"Oh... Mereka membawa teman wanita juga kan?" Tanya Zia memastikan lagi, dan dibalas anggukan Jae Su.
__ADS_1
Dalam perjalanannya, Zia begitu menikmati suasana disepanjang jalan.
Banyak tumbuhan indah disepanjang jalan yang mereka lalui. Karena memang saat ini adalah musim semi.
Perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh dan memakan waktu kurang lebih dua jam setengah.
Dan kini mereka tiba sedikit terlambat dari yang lainnya.
Tampak empat orang pria dan dua orang wanita yang ada duduk di dua kursi panjang dan juga sebuah meja panjang sebagai pemisah kedua sisi.
"Hyung..." Sapa Tae Won.
"Kenapa lama sekali? Kami fikir kalian tidak jadi ikut." Yong Su menghampiri Zia dan Jae Su yang masih menurunkan barang bawaan mereka.
"Tadi mampir ke minimarket mencari beberapa bahan makanan yang aman untuk kami konsumsi." Terang Jae Su.
Alis Yong Su berkerut hampir menyatu.
"Jadi bahan makanan yang kami bawa tidak aman untuk kalian begitu?" Tanya Yong Su sewot sambil melipat tangan di dada.
"Bukan begitu maksudnya Yong Su. Kami mencari bahan makanan berlebel halal yang bisa kami makan. Muslim tidak bisa sembarang makan makanan. Karena ada beberapa makanan yang dimakan orang non muslim, tapi tidak boleh dimakan oleh orang muslim." Zia ikut menjelaskan, karena takut akan terjadi kesalah fahaman nantinya.
Yong Su mendengar penuturan Zia hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.
Dilain sisi, tampak dua orang wanita yang tak lepas memandang tiga orang dikejauhan sana yang tengah berbincang.
Kedua wanita itu berfikir tentang berita Jae Su yang dekat dengan wanita berhijab beberapa bulan lalu, ternyata itu benar.
Tadi sebelum mereka berenam berangkat, Ji-Sung sudah memperingati kedua wanita itu, agar dapat menjaga rahasia tentang Jae Su dan Zia.
Dan syukur lah mereka mau menyimpan rahasia ini. Karena memang kedua wanita yang dibawa Ji-Sung adalah sepupunya sendiri dan teman wanitanya yang paling baik hati dibandingkan teman wanita Ji-Sung yang lain.
"Ternyata gosip tentang Jae Su itu benar." Gumam Nara pelan yang masih didengar oleh Jenny, kekasih Ji-Sung.
"Hemmm..." Jenny mengangguk. "Dan ternyata gadis itu masih belia rupanya." Sambungnya lagi.
"Sudah tidak usah bergosip." Sentak Ryung pada dua gadis itu.
Terlihat Zia datang mendekat kearah kumpulan kelima orang lainnya.
"Hay...." Sapanya msambil memberi senyuman ramahnya.
"Hay..." Serempak yang lain.
"Maaf kami terlambat." Tutur Zia.
"Tak masalah. Kami tahu gimana Jae Su kalau bawa mobil, apa lagi bersama gadisnya." Goda Ryung pada Zia.
Dan itu berhasil membuat Zia tertunduk malu.
Astaga... Kenapa mereka menganggap hubungan antara Zia dan Jae Su sebagai pasangan kekasih? padahal mereka hanya berteman.
Ya teman, TEMAN TAPI MESRA.
...****************...
...ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦...
Jangan lupa beri dukungan like dan komen kalian.
thanks udah mampir š
__ADS_1