Bidadari Sang Idol

Bidadari Sang Idol
Eps 38


__ADS_3

Eps 38


Happy reading...


šŸ’žšŸ’žšŸ’ž


Saat ini rombongan pengantin baru itu sudah sampai di Sorong, mereka akan menggunakan pesawat kecil menunju ke Raja Ampat demi mempersingkat wsktu. Mereka memutuskan perjalanan dengan menggunakan transportasi udara, dan mereka akan menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit. Penerbangan dimulai dari Bandara Domine Eduard Osok, Sorong ke Bandara Marinda Raja Ampat.


Setibanya dihotel dan tak menunggu lama mereka mulai menjelajah ditepi pantai. Mereka begitu terpesona dengan keindahan alam disana.


"Woaaahhh... Sungguh indah ternyata." Puji Ryung.


"Hem... Kau benar." Ucap Ji-Sung.


"Untung kita ikut Jae Su hyung untuk berbulan madu. Jadi kita bisa ikut merasakan keindahan tempat ini." Ucap Tae won dengan riang.


"Asal kau tak mengganggu kegiatan bulan madu mereka, kurasa itu tak kan menjadi masalah." Cibir Yong Su.


Tak tahu kah mereka dikejauhan sana bahwa sang pengantin pria sedari tadi hanya diam saja?


"Kenapa hanya diam? Kamu gak suka mereka ikut?" Tanya Zia lembut.


"Bukan. Aku suka mengajak mereka berbagi untuk menikmati keindahan tempat ini." Sanggah Jae Su.


"Terus kenapa diam aja dari tadi?" Tanya Zia penasaran.


"Aku sedikit sanksi, jika nanti mereka akan mengganggu ritual malam pertama kita." Jawab Jae Su enteng dengan kemesuman yang mulai terlihat.


Sontak wajah Zia langsung memerah mendengar ucapan sang suami.


"Kenapa wajah kamu memerah?" Goda Jae Su.


"Tidak." Jawab Zia dengan wajah malu - malu. Dan itu berhasil membuat Jae Su menjadi gemas sendiri.


Kini Jae Su mundur dan berdiri tepat dibelakang sang istri dan memeluk pinggangnya dengan mesra.


Zia yang terkejut mendapat perlakuan itu jadi salah tingkah sendiri. Dia malu bila terlihat orang dalam posisi begini.


Kini sepasang pengantin itu hanya terdiam menatap lurus ke depan, meresapi pemandangan sunset yang indah di ujung barat pantai.


"I love you, Zia Aulia. Jadilah bidadari ku untuk selamanya, dunia dan akhirat." Ucap Jae Su dengan mesra.


Mendapat ungkapkan cinta sang suami, Zia menjadi begitu bahagia. Ia tak menyangka akan dicintai sebesar ini oleh seorang Park Jae Su, sang Idol terkenal di negara asalnya.


"Love you too, my hubby." Ucapnya lirih.

__ADS_1


Pelukan kini terasa semakin erat. Saling meresapi perasaan masing - masing. Rasa - rasanya mereka tak ingin terlepas barang sejenak pun.


****


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...


Jae Su berbalik menghadap sang istri, mengulurkan tangannya untuk di kecup.


Usai makan malam bersama tadi, mereka berdua langsung kembali ke kamar untuk menunaikan ibadah shalat isya mereka.


Dan mungkin sebentar lagi mereka akan melaksanakan ibadah wajib yang harus dilakukan pasangan baru ini.


Jae Su menatap kekasih hatinya penuh rasa cinta dan mendamba.


Di elusnya kepala sang istri penuh dengan kelembutan, menghadiahkannya sebuah ke cu pan mesra di keningnya.


"Boleh kah?" Tanya Jae Su dengan ambigu. Namun Zia tahu apa yang dimaksud oleh sang suami.


Zia hanya tertunduk malu. Suaranya tercekat di tenggorokan seakan tak ingin keluar dari mulutnya. Zia hanya bisa mengangguk untuk mempersilahkan sang suami mendapatkan haknya malam ini.


Jae Su menuntun sang istri ke ranjang pengantin yang akan menjadi saksi bisu perjalanan cinta panas mereka.


Didudukannya sang istri. Lagi - lagi ia menatap sang istri penuh cinta dan mendamba.


Jae Su mulai mencondongkan wajahnya ke ubun - ubun Zia. Mengucap doa kebaikan untuk istri tercinta. Setelahnya menge cup kening Zia, turun kedua matanya, hidungnya, kedua pipi yang merona merah. Kemudian terhenti sejenak untuk membe lai bibir tipis sang istri.


Kini wajah keduanya semakin dekat dengan mata Zia yang terpejam, hingga akhirnya kedua benda kenyal itu saling bertaut. Lembut, mesrah dan penuh kehangatan cinta.


Ini merupakan penyatuan pertama untuk keduanya. Saling menyalurkan kasih sayang tiada tara, dengan atas nama Allah dan cinta mereka yang suci dan murni.


****


Kriiiiiiingggg...


Bunyi alaram memekakkan telinga kedua insan yang tengah terlelap dibalik selimut putih yang hangat.


Euughh...


Zia menggeliat. Merasa terganggu dengan suara berisik yang ada diatas nakas.


Diraihnya benda pipih itu. Mematikan suara alaram yang menganggu tidurnya. Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul setengah lima subuh.


Ia mulai bangkit dari tidurnya untuk membersihkan diri untuk segera melaksanakan shalat subuhnya.


"Aaoowwsssttt..." Desis Zia. "Duh... Kog sakit banget? Semalam kan gak begini? Ini kog malah sakit banget?" Tanyanya bermonolog sendiri.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Jae Su dengan muka bantalnya.


Jae Su yang ikut terbangun saat tadi alaram berbunyi, kini tampak mengkhawatirkan keadaan sang istri.


"Ini sakit banget Jae Su." Keluhnya.


"Apanya yang sakit? Mau aku obati?" Tanya Jae Su. Bisa - bisanya ia menggoda Zia disaat seperti ini.


"Issss... Kamu ini. Pura - pura gak tahu apa emang gak tahu?" Sewot Zia.


Jae Su hanya tersenyum mendengar gerutuan sang istri. Iya meringsek maju untuk menge cup singkat pipi sang istri. Dan tanpa diminta Jae Su turun dari tempat tidur dan menggendong sang istri untuk membersihkan diri dikamar mandi.


Zia langsung menautkan kedua tangannya ke leher Jae Su. Seakan - akan takut nanti ia akan terjatuh. Ia memperhatikan wajah tampan pria yang ada dalam dekapannya ini. Menatap penuh rasa kagum pada sosok yang sabar menunggunya selama empat tahun terakhir.


"Aku memang tampan." Ucap Jae Su penuh percaya diri.


Mendengar kenarsisan suaminya, Zia hanya bisa mendengus.


Tapi memang sih. Pria ini sungguh tampan. Tak hanya itu, walaupun sering bersikap dingin dengan orang yang baru ditemuinya, tapi percayalah bahwa pria ini adalah pria baik hati dan tulus kepada siap saja yang bersikap baik padanya.


"I love my hubby." Ucap Zia dalam hati.


Pukul delapan tepat x-Blue Ring dan Zia sudah berkumpul untuk sarapan. Mereka memesan beberapa makanan khas daerah ini. Dan tentu saja makanan itu harus halal di makan oleh Zia dan Jae Su.


"Ekhemmm..." Ryung berdehem. "Kenapa wajah Jae Su hyung begitu bersinar pagi ini ya? Mengalahkan indahnya sinar mentari pagi hari." Godanya pada pasangan pengantin baru ini.


"Makanya cepat menikah. Biar kau mendapatkan cahaya diwajahmu saat pagi hari." Jae Su membalas godaan dari Ryung.


Pagi ini mereka habiskan waktu kebersamaan sarapan mereka dengan diiringi candaan dan godaan satu sama lainnya.


Dan siang nanti, mereka merencanakan untuk wisata diving yang jarang mereka lakukan saat berlibur. Biasanya mereka hanya akan pergi ke danau yang pernah Zia ikut kunjungi beberapa tahun lalu.


Ah.... Nikmat Tuhan mana lagi yang akan kau dustakan.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa beri dukungan kamu untuk karya aku ya.


beri like, komentar dan tambah ke list favorit mu.


jangan lupa vote juga ya.


makasih udah mampir šŸ™

__ADS_1


__ADS_2