
Eps 25
happy reading....
ššš
Saat memasuki area universitas, kembali, seorang Zia Aulia kembali lagi mendapatkan tatapan - tatapan yang sungguh membuat tak nyaman. Tatapan yang sudah lama tak ia dapatkan seperti saat baru memasuki perkuliahan.
Tak hanya mendapatkan tatapan itu, kini orang - orang yang ada disana tak segan - segan lagi menggunjing dan mencibirnya tepat didepan matanya. Dari tatapan iri sampai tatapan kagum.
"Gak mungkin Jae Su oppa sama dia. Gak cocok."
"cewek freak ini paling cuma buat mainan Jae Su oppa aja."
"Jadi dia yang dulu pernah digosipkan sama Jae Su oppa?"
"Beruntung banget jadi dia."
"Jadi dia yang buat Jae Su oppa masuk Islam?"
Dan masih banyak lagi kata kata yang menyudutkannya.
"Wow... Ini dia yang sudah ditunggu - tunggu kedatangannya. Wanita yang pura - pura lugu, tapi ternyata..." Cibir Lily dan memandang rendah Zia.
"Maksud kamu apa?" Zia tak terima dipandang rendah oleh orang - orang ini.
Zia tak habis fikir, begitu banyak manusia di universitas ini, kenapa hanya Lily yang selalu cari masalah dengannya secara langsung dan terang - terangan. Apa gak ada yang lain? Zia kan jadi bosan sendiri.
"Haisss... Seharusnya kamu itu sadar diri, kalau kamu tidak pantas berada disisi Jae Su oppa. Gadis freak, yang selalu menutup seluruh tubuhnya dengan kain yang buat gerah. Gak fashionable." Hina Lily.
"Setidaknya aku menutup tubuhku untuk melindungi diriku dari tatapan - tatapan lelaki mata keranjang." Balas Zia.
"Oh ya? Yang ada gak akan ada pria yang melirik mu." Cibirnya lagi.
"Buat aku enggak masalah. Yang terpenting bagi ku aku bisa menjaga kehormatan diriku dengan tidak sedekah lekuk tubuhku untuk dipandang sembarang lelaki. Hanya lelaki yang istimewa yang dapat melihat tubuh ku. Yaitu suamiku." Tutur Zia.
Ia harus bisa menjaga harga diri dan kehormatannya dari orang - orang yang menghinanya.
"Tapi kenapa Jae Su mau dekat dengan aku yang kamu katakan freak ini ya?" Pertanyaan yang buat dongkol Zia...
Setelah mengucapkan kalimat pembelaannya, Zia pergi meninggalkan Lily dan Teman - temannya yang memandangnya dengan rasa kesal tingkat dewa, karena tak pernah sekalipun mereka bisa menjatuhkan mental Zia.
__ADS_1
Dengan wajah masa bodohnya, Zia terus berjalan menuju kelasnya. Dan disana ia sudah ditunggu Joana yang menjadi heboh karena kedatangannya.
"Zi... Bener ya berita itu?"
Belum sempat Zia duduk, ia sudah disuguhi pertanyaan yang tak dimengertinya.
"Berita apa sih Jo? Aku gak tau. Dari waktu masuk gerbang sampai sini tuh, orang - orang pada gak suka liatin aku." Jawab Zia.
" Jadi kau belum tau berita terhot pagi ini? Dan itu karena dirimu? Kau lah topik utama pemberitaan ini Zia Aulia..." Joan geram dengan ke tak update an Zia tentang medsos.
"Iya tapi berita tentang apa? Aku bukan biang gosip." Sewot Zia.
"Iiissss kau ini. Kau itu lagi diberitakan dekat dengan Jae Su 'Blue Ring'. Emang benar ya?" Tanya Joana heboh.
"Udah lama juga kenalnya, kenapa baru heboh sekarang sih?"
"What? Jadi kau udah lama kenal dengan si Jae Su Jae Su itu?" Joana mode wartawan on.
"Sebulan setelah tinggal di Korea." Jawab Zia singkat.
"Wow... Hebat kau ini. Salut aku punya kawan macam kau ini. Kenapa tak pernah cerita sama ku?"
"Gak penting juga diceritain Jo. Wong aku taunya dia member Blue Ring aja waktu lima bulan kita kenal. Gak ada yang spesial juga."
Zia hanya mengangguk tak terlalu antusias membahas kedekatannya dengan Jae Su. Ia hanya ingin menjaga privasi nya agar tak direcoki orang lain.
"Astaga naga Zia.... Tuh orang idol terkenal woi... Kau bilang tak penting kenal dengan superstar? Ckckck...." Joana hanya bisa menggeleng melihat teman seperjuangannya ini.
"Udah ah... Ngapain sih bahasan ini. Baik mikirin nih mata kuliah terakhir yang wajib diambil buat pendukung magang nanti. Gak usah bahas cowok." Zia mencoba memutus pembahasan tentang dirinya dan Jae Su.
Joana yang belum puas dengan sesi wawancara nya pun hanya mencebikkan bibirnya.
****
"Kau sudah memutuskan untuk serius berhubungan dengan Zia, Hyung?" Yong Su mulai membuka pembicaraan.
"Ya. Bukankah dari dulu aku sudah serius ingin menjalin hubungan dengannya?" Jawab Jae Su.
"Kau sudah mengenalkan nya dengan paman dan bibi?" Ryung pun ikut penasaran dengan hubungan antara Zia dan Jae Su.
"Belum. Setelah Zia menyelesaikan pendidikannya, aku akan mengenalkannya pada orang tuaku." Tutur Jae Su.
__ADS_1
"Kemana Tae Won? Kenapa lama sekali?" Lanjut Jae Su.
Jae Su mengajak ketiga member Blue Ring yang tersisa untuk membahas keputusan yang akan dia ambil.
"Aku disini." Terlihat Tae Won baru memasuki studio.
"Baiklah, karena kita semua sudah berkumpul. Aku ingin membicarakan hal serius pada kalian." Jae Su mode serius on.
"Sepertinya ini benar - benar serius." Gumam Ryung.
"Setelah selesai konser bulan depan, aku akan keluar dari Blue Ring." Ucap Jae Su.
Ketiga orang itu pun terkejut mendengar keputusan Jae Su yang akan hengkang dari Blue Ring.
"Kenapa Hyung?" Ryung menanyakan alasan Jae Su. "Apa karena Zia?"
"Itu salah satunya alasan ku. Aku ingin menikahinya setelah ia lulus dari pendidikannya dalam setahun ini. Selain itu, aku ingin lebih fokus dengan kehidupan pribadiku tanpa harus terganggu dengan hal - hal yang dapat merusak privasi ku jika kelak aku berkeluarga." Tutur Jae Su.
Mereka mengerti dengan yang diucapkan Jae Su. Mereka pun sebenarnya juga sudah tak ingin diribetkan dengan agensi ini dan para fans fanatik mereka. Bukankan masa kontrak kerja sama mereka akan berakhir juga beberapa bulan lagi setelah konser itu diadakan?
"Tapi bukanya Zia akan kembali ke Indonesia?" Tanya Tae Won.
"Aku juga akan ikut dengannya. Lagi pula ayahku sudah membangun perusahaan di bidang fashion Korea disana. Dan perkembangannya cukup signifikan. Mengingat banyak wanita Indonesia yang menyukai fashion dari negara kita. Jadi, aku yang ambil alih perusahaan yang ada di sana. Sedangkan Jae Jun hyung akan mengambil alih perusahaan yang ada di sini. Dan ayah akan hidup santai dengan ibu." Tutur Jae Su.
"Kau sudah membicarakan ini dengan paman dan bibi?" Tanya Yong Su.
"Sudah." Jawabnya singkat.
"Ternyata sudah sejauh ini persiapan mu Hyung. Begitu tergila gila nya kau pada Zia." Tae Won tak menyangka Jae Su bisa bertindak seperti ini.
"Bukan hanya itu. Aku juga sudah mempelajari bahasa nya selama enam bulan terakhir." Jae Su tersenyum jumawa.
"Wooaah... Hebat kau Hyung. Ternyata memang benar cinta itu buta. Lautan yang dalam menenggelamkan mu pun akan kau lalui." Puji Ryung dengan kalimat hiperbola nya.
Ya.
Memang begitu kan?
Cinta itu buta.
Tak perduli banyak kawat berduri yang ada didepan kita, dengan menggunakan mantra cinta maka orang itu bisa melaluinya walupun dirinya penuh luka.
__ADS_1
...****************...
...ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦...