Bidadari Sang Idol

Bidadari Sang Idol
Eps 29


__ADS_3

Eps 29


happy reading....


šŸ’žšŸ’žšŸ’ž


Saat yang ditunggu pun tiba. Kini Jae Su dan kedua orang tuanya sudah berada di kediaman Zia.


"Assalamualaikum. Selamat malam bibi." Sapa Jae Su.


"Wa allaikumussalam Jae Su. Ayo silahkan masuk." Bunda Rumi menyambut baik tamunya. "Silahkan duduk."


"Bibi. Perkenalkan, ini ayah dan ibu ku. Ayah, ibu. Ini adalah ibu dari Zia." Jae Su saling mengenalkan satu sama lain.


"Apa kabar nyonya? Saya Park Joon Jay. Dan ini istri saya, Lee Hyori. Salam kenal." Sapa ayah Jae Su.


"Ya. Salam kenal. Saya Rumi, ibu dari Zia." Bunda ikut memperkenalkan dirinya dengan menggunakan bahasa Korea.


"Anda bisa berbahasa Korea, nyonya?" Tanya ibu Jae Su antusias. Ternyata calon besannya ini bisa berbahasa Korea.


"Ya. Dulu saya lumayan lama tinggal di Korea sebelum menikah dengan ayah Zia." Jawab bunda.


Kedua orang tua Jae Su mengangguk. Tak menyangka jika nanti komunikasi mereka berjalan dengan baik.


"Kami datang kemari untuk membahas tentang hubungan kedua anak kita. Karena Jae Su ingin menjadikan Zia sebagai istrinya. Apakah anda setuju nyonya?" Ucap ayah Jae Su langsung pada inti dari tujuan kedatangan mereka.


"Jika Jae Su dan Zia sudah merasa saling cocok, saya hanya bisa memberikan restu bagi mereka, Tuan. Yang terpenting bagi saya adalah kebahagiaan Zia." Tutur bunda.


"Hemm baiklah. Bagaimana adat disini untuk masalah pernikahan?" Tanya ayah Jae Su.


"Sebelumnya saya minta maaf. Saya hanya ingin memastikan tentang hal ini pada Jae Su. Apa benar Jae Su sudah menjadi mualaf?" Kini bunda bertanya kepada Jae Su.


"Alhamdulillah bibi. Saya sudah menjadi mualaf sejak kurang lebih tiga tahu yang lalu." Jawab Jae Su.


Bunda mengangguk. "Kamu sudah tahu tata cara menikahi seorang muslim?" Tanya bunda.


"Ya bibi. Saya sudah mempelajari nya. Saya diwajibkan melakukan ijab qobul kepada Zia."


"Ya kamu benar. Dan untuk resepsinya, saya serahkan kepada kamu dan Zia, mau seperti apa. Bagai mana tuan dan nyonya Park?"


"Jujur. Saya tidak tahu acara seperti apa yang dilakukan orang Islam saat mengadakan pernikahan. Karena memang saya tidak melihatnya secara langsung. Jadi kami, kedua orang tua Jae Su hanya menyerahkan segala urusan pernikahan ini kepada Zia dan Jae Su." Tutur ayah Jae Su.

__ADS_1


"Baiklah. Kita serahkan kepada anak - anak saja. Kita sebagai orang tua hanya akan mendukung pilihan dari anak - anak kita."


"Untuk waktu pernikahan, akan dilaksanakan kapan nyonya?" Kini ibu Jae Su yang bertanya.


"Mungkin lebih cepat, lebih baik nyonya. Mengingat kedua anak kita sudah mengenal begitu lama." Jawab bunda.


"Hemmm. Anda benar nyonya. Baiklah, bagaimana dua bulan mendatang?" Ibu Jae Su memberi saran.


"Begitu juga bagus nyonya." Bunda setuju dengan usul ibu Jae Su.


"Kalian menginginkan konsep pernikahan yang seperti apa?" Kini pertanyaan ibu Jae Su beralih pada calon kedua pengantin.


"Lebih baik kita mengadakan acara sederhana saja bibi. Dengan mengundang orang - orang terdekat kita saja" Tutur Zia.


"Gimana Jae Su?" Tanya ibunya.


"Ya, lebih baik acara sederhana saja. Agar tidak terlalu lelah nantinya." Emang mau ngapain Jae Su? kog gak mau terlalu lelah?


Setelah membahas permasalahan pernikahan Jae Su dan Zia ini selesai, mereka menuju ruang makan dan menyantap hidangan yang disediakan bunda Rumi.


Hanya beberapa menu restoran yang dipesan bunda Rumi. Karena memang tak banyak orang yang datang.


****


Tak terlalu banyak, itu karena memang Zia yang selalu menghemat pengeluaran yang tidak penting disana, maklum anak indekos.


Seminggu setelah kedatangan keluarga Jae Su kerumahnya, kini tiba saatnya kedua orang tua Jae Su kembali ke Korea untuk mengurus perusahaan mereka yang ada disana, serta mengurus beberapa dokumen penting yang akan diperlukan oleh Jae Su nantinya.


Saat ini mereka sudah berada di bandara Soekarno Hatta, tak ketinggalan juga dengan Zia. Tentunya dengan sedikit penyamaran yang dilakukan Jae Su, agar tak jadi kehebohan seperti saat mereka tiba di Indonesia kemarin.


"Jaga dirimu baik - baik Jae Su." pesan sang ibu.


"Ya. Pasti bu."


Kini perhatian sang ibu beralih kepada Zia, calon menantunya.


"Satu hal yang bibi minta dari mu Zia, jangan sakiti Jae Su. Jika dia sudah mencintai seorang wanita, maka dia akan selalu setia walaupun wanita itu selalu menyakitinya. Jadi bibi mohon jangan menyakitinya seperti wanitanya yang dulu pernah menjalin hubungan dengannya." Tutur ibu Jae Su penuh harap.


"insha Allah bibi." Hanya itu yang dapat Zia ucapkan.


"Baiklah. Kami akan masuk kedalam. Jaga diri kalian. Paman titip Jae Su padamu Zia. Tolong perhatikan pola makannya." ucap ayah Jae Su.

__ADS_1


Zia mengangguk mengerti dengan pesan - pesan yang disampaikan kepada nya.


****


Sore nanti Zia berniat untuk mengunjungi makam sang sahabat, Mia.


Dan tentunya dengan ditemani oleh Jae Su.


Saat ini mereka masih berada dirumah Zia. Dan seperti biasa, banyak tetangga sekitar yang heboh dengan kemunculan sang idola para kaum hawa.


Banyak juga para gadis yang mencoba ingin bertemu dengan nya. Dan untung saja Jae Su sangat membatasi dirinya untuk berinteraksi dengan mereka.


Susah memang punya calon suami ganteng. Hati harus Sekokoh baja agar bisa tegar untuk menghadapi para ulat bulu yang lagi kegatelan.


"Isss... Baru sebentar kamu disini, udah banyak banget cewek - cewek nyariin kamu. Alasan minta foto, tapi ujung - ujung nya minta peluk juga." Gerutu Zia sedikit cemburu.


"Bukankah aku idol K-Pop? Jadi wajar mereka senang bertemu denganku." Ucap Jae Su enteng.


"Ya tapi gak harus minta peluk kan?" Zia memanyunkan bibirnya.


Melihat itu, Jae Su tersenyum senang.


"Kamu cemburu?"


"Enggak. cuma sebel aja." Jawabnya ketus.


"Aku suka kamu cemburu." Jae Su mengulum senyumnya.


Kini wajah Zia tersipu malu karena ketahuan cemburu pada para fans Jae Su. Ingin rasanya Zia menyimpan Jae Su didalam kamar saja agar tak ada yang bisa melihatnya.


Terdengar langkah kaki yang sedang berlari menghampiri.


"Waduh mbak... didepan banyak wartawan mbak. Mau ketemu sama Jae Su oppa. Gimana ini mbak? Toko bukannya ramai pembeli, ini malah ramai orang - orang gak jelas. Capek Mira ngeladeni mereka." ucap Mira dengan sedikit menggerutu.


"Bunda juga udah mulai kewalahan ngadepinnya itu." Lanjutnya lagi.


Memang sedari mereka tiba, selalu saja ada orang yang mencari Jae Su. Ada juga yang ngotot dan maksa, ada juga yang sampai nangis kejer.


Ternyata dahsyat juga pesona oppa tampan satu ini.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa untuk like dan komen šŸ™šŸ™šŸ™


__ADS_2