
Bab 21
Setelah selesai mengajar di kampus, Andromeda pergi ke salah satu restoran miliknya. Meski ada beberapa koki yang bekerja kepadanya, dia masih menyempatkan membuat makanan untuk pelanggannya. Dia dulu kuliah di Inggris, jadi banyak tahu makanan Eropa. Namun, beberapa tahun belakangan ini dia banyak belajar memasak masakan Nusantara. Apalagi kalau bukan karena Cantika. Keluarga wanita itu lebih menyukai masakan Indonesia di bandingkan makanan barat. Dia juga sengaja membuka restoran khusus yang menyediakan masakan Nusantara. Ternyata restoran ini sangat ramai banyak yang menyukai masakan khas negerinya. Ditambah dengan dekorasi yang tradisional menambah nilai lebih untuk orang-orang datang ke sana.
Pikiran dia bercabang antara memasak dan istrinya. Meski dia tidak mencintai Aisyah, setidaknya dia tidak mau mempersulit hidup wanita itu. Namun, apa yang dia lakukan malah membuat perempuan itu marah.
'Dia itu wanita bodoh, ya? Aku sudah berbaik hati tidak akan melarang dirinya jika nanti dia akan kembali kepada mantannya itu. Tapi apa yang aku dapatkan darinya tadi? Tamparan. Berani-beraninya dia memaparkan aku. Aku persulit hidupnya baru tahu rasa dia!'
Pikiran Andromeda berkecamuk. Dia berpikir agar tidak ada yang merasa dirugikan dalam pernikahan mereka ini, baik dirinya maupun Aisyah.
'Apa wanita itu mulai menyukai aku, ya?'
Andromeda terlalu percaya diri kalau dirinya menarik di mata Aisyah. Hal ini dikarenakan tadi saat bangun tidur istrinya itu tiba-tiba saja mengecup bibirnya.
'Akh, kenapa aku jadi kepikiran ciuman dia?'
Laki-laki itu berusaha kembali fokus pada masakannya. Dia tidak mau kalau gara-gara memikirkan wanita yang sedang mengandung anaknya itu, makanan dia hancur rasanya.
"Pak, karyawan PT. Angkasa sudah memboking tempat di ruang sayap kanan nomor dua itu sudah datang. Untuk lima belas orang," ucap kepala manager di sana.
"Aku sudah selesai membuat beberapa menu pesanan untuk mereka," ucap Andromeda sambil menunjukan lima jenis masakan sesuai pesanan langganan mereka.
"Waw, Pak Andro memang hebat! Bisa membuat banyak masakan dalam waktu singkat," puji sang manager dengan senyum manis terukir di wajahnya.
"Tentu saja aku di bantu sama yang lain," balas Andromeda dengan datar.
'Semoga saja tidak kesalahan dalam masakan aku. Ini gara-gara Aisyah itu!'
Andromeda melihat semua penampilan masakan yang dibuatnya tadi terlihat menggugah selera. Selama ini dia tidak pernah melamun atau memikirkan hal yang lain saat masak. Namun, hari ini pikirannya kacau, karena istrinya.
***
Begitu pulang ke rumah keadaan sangat sepi dan gelap, bahkan kamar milik Aisyah yang berada di dekat ruang makan dan dapur dalam keadaan gelap. Namun, pintu depan rumah tidak terkunci ini menandakan ada orang di rumahnya.
Tangan Andromeda membuka pintu kamar tidur Aisyah yang gelap. Hanya ada cahaya remang-remang dari jendela yang belum ditutup gordennya. Maka dia pun menekan saklar lampu dan dalam sekejap ruangan itu terang benderang.
__ADS_1
Terlihat Aisyah sedang duduk tertidur di sofa sambil memegang pensil dan sebuah buku catatan. Andromeda pun berjalan mendekatinya hendak membangunkan wanita itu. Tanpa sengaja mata dia melihat coretan tangan istrinya yang menuliskan banyak nama di sana, bahkan nama dia juga ada.
'Kenapa nama aku dilingkari?'
Andromeda melihat catatan yang dibuat Aisyah dan membaca semua nama-nama yang ada di sana. Dia tahu nama-nama itu adalah orang yang ikut KKN dengannya.
'Sebanarnya ada apa dengan aku? Kenapa hanya nama punya aku sendiri yang dilingkari?'
Aisyah yang sedang tertidur merasa mencium wangi tubuh Andromeda. Mata dia langsung terbelalak saat menyadari dirinya sedang berada di gendongan sang suami.
"Kyaaaak. Apa yang sedang kamu lakukan?" teriak Aisyah, tetapi tangan dia malah mencengkeram baju kemeja milik Andromeda.
"Memindahkan kamu yang sedang tertidur sambil duduk. Itu buruk bagi janin yang ada di dalam perut kamu," balas Andromeda dengan nada dingin.
Aisyah melihat ke arah jam di dinding yang menunjukan hampir pukul tujuh malam. Semakin terbelalak mata dia.
"Aku belum sholat magrib!" teriak ibu hamil.
Tentu saja Andromeda memarahi atau lebih tepatnya mengejek Aisyah yang tukang tidur tidak tahu waktu. Kata-kata laki-laki itu terus saja terlontar dari mulutnya, tetapi Aisyah tidak memedulikannya. Dia bergegas sholat selagi masih ada waktu.
"Kamu belum makan?" tanya Andromeda begitu Aisyah keluar dari kamar.
"Ini mau makan," jawab Aisyah ketus, karena dia baru ingat kalau dia sedang marahan dengan laki-laki yang berdiri di depan pintu kamar.
"Aku sudah masakan. Makan itu! Aku tidak mau kalau calon anak aku kekurangan gizi karena kamu sembarangan makan," perintah Andromeda dan itu membuat Aisyah terkejut.
'Memangnya dia bisa masak?' (Aisyah)
Wanita itu tidak tahu kalau suaminya itu pandai masak dan punya beberapa restoran. Aisyah melihat ada satu piring tumis brokoli yang dicampur dengan daging ayam, jamur, dan wortel.
"Enak sekali!" Aisyah ingin menanyakan resep makanan itu, tetapi sang suami sudah tidak ada di sana.
"Aku tidak menyangka kalau masakan dia sangat enak. Pantas saja dia dulu nggak mau makan masakan aku. Ternyata dia punya cita rasa yang tinggi," kata Aisyah bermonolog.
***
__ADS_1
"Fatih, boleh aku minta tolong?"
Andromeda menghubungi kakak iparnya. Dia mau nggak mau harus minta bantuannya.
^^^"Batuan apa?" ^^^
"Kamu tahu 'kan kalau dulu ada yang menjebak aku dan Aisyah dengan menggunakan obat perang_sang. Sepertinya Aisyah mencurigai ada salah seorang dari orang yang berada di villa malam itu adalah salah satu pelakunya."
^^^"Apa kamu punya orang yang kamu curigai dan punya bukti untuk mengungkap kebenaran kejadian di malam itu?"^^^
"Setidaknya aku mencurigai 12 orang. Ada 9 mahasiswa, 1 dosen pembimbing, dan 2 orang pengurus villa."
^^^"Kamu langsung minta saja bantuan ke tim keamanan keluarga Hakim. Aku sedang sibuk."^^^
"Apa Zahra masih memaksa kamu untuk menikahi Mentari?"
Andromeda tertawa kecil mengingat kejadian di hari pernikahannya kemarin. Bagaimana Mentari sering kabur menjauhi Zahra yang memaksanya untuk menjadi madunya.
^^^"Itu bukan urusan kamu. Akan ada kalanya kamu tidak bisa menolak keinginan orang yang berarti bagi dirimu. Begitu juga dengan aku. Meski aku tidak mau menikah lagi, demi kebahagiaan Zahra akan aku lakukan apa pun itu."^^^
Andromeda tertawa terkekeh dan mengejek Fatih yang menurutnya lembek jika berhubungan dengan Zahra. Bahkan laki-laki itu rela meninggalkan perusahaan dan tinggal di luar negeri demi kesehatan sang istri.
^^^"Sekarang kamu bisa menertawakan aku, besok giliran kamu yang akan berbuat apa saja demi Aisyah. Bahkan hal yang menurut kamu sangat gila saat ini, nanti akan kamu lakukan hal gila itu!"^^^
"Entahlah. Sepertinya aku tidak akan sampai melakukan hal itu. Karena aku bukan kamu yang akan melakukan segala hal demi istri."
^^^"Oh. Kita lihat nanti! Jika itu terjadi, maka aku akan tertawa mengejek kamu sampai puas. Dan sepertinya Alex juga akan senang saat melihat kamu bucin kepada seorang wanita."^^^
Mendengar nama Alex membuat Andromeda kesal. Dia langsung menutup sambungan teleponnya itu.
"Lihat saja. Akan aku buktikan kalau aku tidak akan pernah seperti kalian yang mau-maunya di taklukkan oleh wanita," gumam Andromeda bermonolog.
***
Siapakah yang akan lebih tahu dalang dari kejadian malam itu, Andromeda atau Aisyah? 🤔. Apakah Andromeda akan termakan oleh omongannya sendiri? 😁 Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1