
Bab 58
Seorang wanita seksi yang merupakan teman Andromeda sewaktu sekolah kini ikut duduk bersama keluarga kecil itu. Kehadirannya tidak disukai baik oleh Andromeda ataupun sama Aisyah.
"Andromeda, bisakah aku minta tolong kepadamu?" Clarissa memasang wajah sendu dan tatapan nanar.
Andromeda dan Aisyah saling melirik. Mereka tidak tahu apa yang sedang menimpa wanita itu.
"Ada apa Clarissa?" tanya Andromeda.
"Sebenarnya ini masalah pribadi. Suamiku selingkuh dan wanita itu hamil. Dia melakukan itu alasannya karena aku tidak juga bisa punya anak. Aku sebagai seorang wanita tidak suka dikhianati. Namun, perbuatan suamiku yang memilih selingkuhannya itu membuat aku shock. Apalagi semua harta saat kami menikah dikuasi oleh wanita itu. Tidak ada harta gono-gini. Suamiku tidak memberikan aku harta sedikit pun. Setelah bercerai aku mencoba membuka usaha salon dan rumah makan. Suatu hari datang beberapa preman dan menghancurkan kedua tempat usaha aku. Belakangan baru diketahui kalau preman itu adalah suruhan si wanita itu. Aku ingin minta tolong kepada kamu, bisa tidak buat perusahaan milik mantan suami aku bangkrut. Aku yakin dengan kemampuan kamu pasti bisa melakukan hal itu," jelas Clarissa dengan mimik wajah sedih dan air mata yang berderai.
Aisyah dan Andromeda mendengarkan sambil makan. Untung Malika anteng dengan mainan miliknya yang khusus untuk bayi.
"Maafkan aku, Clarissa. Aku bukan orang yang suka berbuat seperti itu. Lagian aku tidak kenal dengan suami kamu, apalagi berurusan dengannya," balas Andromeda setelah selesai makan.
"Apa sebagai teman kamu tidak bisa membantu aku memberikan pelajaran kepada mereka?" tanya wanita yang berpenampilan seksi.
"Balas dendam hanya akan memunculkan masalah baru lagi dan tidak akan ada berkesudahan. Daripada kamu pusing memikirkan menghancurkan hidup orang lain, lebih baik kamu cari kebahagian untuk hidup kamu sendiri," jawab Andromeda yang kini sedang menyuapi Malika dengan bubur bayi.
__ADS_1
Sebagai seorang ayah, Andromeda memang sangat cekatan dalam mengurus anak. Dia sudah bisa memandikan Malika, menggantikan diapers jika sudah penuh dan buang kotoran. Saat ini dia sedang mempelajari berbagai jenis makanan yang bisa diberikan untuk putrinya nanti.
"Kamu bisa dengan mudah bicara seperti itu karena tidak merasakan apa yang pernah aku rasakan. Jika, istrimu tidak bisa memberimu anak atau ada wanita yang lebih cantik di luar sana, apa kamu yakin tidak akan berpaling darinya?" tanya Clarissa dengan tatapan marah.
"Setiap orang punya masalah masing-masing. Begitu juga dengan kami. Akan tetapi kami sudah sepakat kalau ada apa-apa kita harus bicarakan bersama. Saling terbuka, jujur, dan berkomunikasi dengan baik. Walau Mas Andro tidak terlalu banyak bicara, aku selalu istrinya harus memahami karakter dan cara berpikir suamiku. Hanya lirikan matanya saja aku sudah tahu apa maksud dia," balas Aisyah yang gemas karena menurutnya wanita di depannya ini tidak tahu malu dan tidak beradab sudah mengganggu keluarganya dari kemarin.
Andromeda tersenyum ke arah Aisyah. Dia senang melihat istrinya bisa garang di depan wanita lain.
'Istriku terlihat menggoda juga ketika memperlihatkan ketegasannya seperti ini!' (Andromeda tersenyum tipis)
Susana restoran yang ramai tidak membuat ketiga orang dewasa dan seorang bayi mungil terganggu. Semakin siang orang-orang yang datang ke sana untuk makan semakin ramai.
"Aku sunat kembali barang miliknya itu, kalau perlu aku potong saja sekalian biar kita semua sama-sama merasakan sakit," jawab wanita berjilbab itu dengan tenang. Padahal dalam hatinya dia berdoa agar jangan sampai hal itu menimpa keluarganya.
'Istriku terlihat mengerikan juga ketika marah.' (Andromeda dengan wajah pucat dan sebelah tangan memegang alat vitalnya)
"Jika kamu ingin membalas suami dan selingkuhannya, seharusnya kamu bisa membuat dirimu bahagia tanpa dirinya. Tidak semua kebahagiaan itu datang dari harta atau menghancurkan kebahagiaan orang lain," lanjut Aisyah dan itu mendapat dukungan dari sang suami.
Clarissa tadinya berniat ingin memanfaatkan kesedihan dan duka dalam hidupnya agar bisa mendekati Andromeda. Dulu saat masih sekolah, laki-laki ini tidak pernah mengejek atau menghina dirinya yang gendut. Andromeda adalah salah satu dari sedikit orang yang memanggil dirinya dengan nama asli.
__ADS_1
Wanita itu dulu jatuh cinta kepada Andromeda saat mulai masa puber sewaktu remaja. Namun, dia kehilangan semua kontak yang berhubungan Andromeda, setelah lulus SMA. Dia berjuang agar saat mereka bertemu kembali dia dalam keadaan cantik sempurna. Sayangnya, usaha dia agar bisa langsing singset dan terlihat menggoda di beberapa bagian tubuhnya ini membuat dia sulit hamil. Kata dokter itu semua akibat penggunaan beberapa obat dalam jangka waktu yang lama.
"Kalau begitu jadikan aku istri keduamu, Andromeda agar aku bisa hidup bahagia," ucap Clarissa dan sukses membuat Aisyah dan Andromeda terkejut.
Tatapan mata Aisyah seakan berubah menjadi sebilah pisau yang siap menyunat alat tempur milik Andromeda. Tentu saja laki-laki itu tahu maksud dari sorot netra sang istri.
'Kamu berani berkhianat? Tunggu saja pembalasan aku!'
Itu yang ditangkap oleh Andromeda lewat pancaran mata Aisyah. Laki-laki itu merasa mendapat tekanan jika tidak berhasil mengusir teman sekolahnya ini.
"Maaf, aku terlalu mencintai istriku ini. Tidak ada keinginan untuk menduakan dirinya. Apa yang aku cari dari seorang pendamping hidup, semua ada dalam diri Aisyah. Bahkan jika dia meminta aku untuk berpoligami, aku sendiri akan menolaknya, karena aku tidak mau melukai sedikit pun hati dan perasaannya," balas Andromeda dan itu sukses membuat Aisyah bahagia dan pipinya merona.
'Alhamdulillah, Engkau telah memberikan aku seorang jodoh yang terbaik. Semoga kita bisa bersama sampai bahagia di akhirat kelak.' (Aisyah)
"Sepertinya istrimu seorang yang paham akan agama. Bukannya poligami dibolehkan dalam agama? Itu juga jaminannya akan masuk surga," tanya Clarissa.
***
Jawaban apa yang akan diucapkan oleh Andromeda dan Aisyah? Apakah mereka akan bertengkar kembali gara-gara Clarissa? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1