
Bab 38
Hari ini acara syukuran 4 bulanan Aisyah. Keluarga dari pihak keluarga Aisyah dan Andromeda berkumpul bersama dengan para tetangga. Mereka mendoakan kebaikan untuk bayi yang ada di dalam kandungan perempuan itu.
"Kamu harus jaga baik-baik bayi yang ada di dalam perut kamu. Jangan terlalu memaksakan diri jika sudah lelah," kata Ummi Mirna kepada Aisyah.
"Iya, Ummi. Aku akan menjaga baik-baik amanah dari Allah ini. Semoga aku juga bisa membesarkan dan mendidik dengan baik, nanti," balas ibu hamil.
Terlihat Zahra dan Fatih tersenyum bahagia, mendoakan kebaikan untuk calon keponakan mereka. Kabar kehamilan Mentari yang akan memiliki anak kembar sudah dia umumkan kepada keluarganya tadi. Tentu saja Aisyah juga ikut bahagia, karena apa yang diinginkan oleh kakaknya bisa tercapai dengan cepat.
Keluarga Andromeda berbaur dengan orang-orang di sekitar rumah Abah Ahmad. Tanpa Aisyah duga kalau Galaksi dan Syakira sudah saling mengenal, bahkan dia mencurigai kalau adik ipar dan sahabatnya itu ada sesuatu yang spesial di antara mereka. Gadis terlihat sering menampakan senyum bahagia ketika bersama adik dari Andromeda.
'Apa mereka sudah saling kenal sejak dulu? Kok, aku nggak tahu, ya! Biasanya Syakira selalu cerita semua.' (Aisyah)
Andromeda yang sejak tadi selalu berada di sisi Aisyah, menatap tajam pada Ustadz Syakir yang selalu mencuri pandang kepadanya. Hal itu membuat dia tidak suka. Untung Aisyah selalu sibuk dengan ibu-ibu yang memberi nasehat untuknya, jadi tidak memedulikan tatapan itu.
"Ada apa, Mas?" tanya Aisyah sambil memegang tangan Andromeda.
Mereka sudah baikan kembali setelah kejadian malam kemarin itu. Saat Andromeda mencium Aisyah yang dikiranya sedang tertidur lelap, ternyata terbangun oleh ciuman darinya. Akhirnya kedua orang itu memyadari kalau mood yang sering terjadi pada mereka itu efek dari kehamilan. Bukan hanya saja Aisyah, Andromeda juga mengalaminya.
Gara-gara ciuman malam itu hubungan mereka kembali membaik lagi. Bahkan sudah dua malam mereka tidur di kamar yang sama dan ranjang yang sama pula. Aisyah merasa kalau hubungan dia dan Andromeda kini lebih terasa sangat in_tim.
Perlakuan dan perhatian Andromeda kembali membuat hatinya luluh dan terjerat kuat dalam pesona sang suami. Aisyah pasrah dan menikmati setiap perbuatan dan sentuhan Andromeda kepada dirinya.
__ADS_1
"Mantan kamu itu terus saja melihat ke arah kamu," bisik Andromeda.
"Biarkan saja, toh itu mata dia sendiri. Mau melihat ke arah mana pun hak dia. Yang penting hanya Mas Andro, laki-laki yang aku lihat sekarang," ujar Aisyah dengan senyum menggoda.
Andromeda merasa sangat senang, bahkan rasanya dia ingin berteriak untuk melupakan kegembiraannya saat ini. Namun, dia harus menahan diri, sebagaimana dia juga menahan diri untuk tidak mencium Aisyah saat ini di depan orang banyak.
'Ngapain Galaksi berkumpul bersama keluarga mantan Aisyah?'
Andromeda terus melihat ke arah sang adik yang kini sedang berbincang-bincang dengan keluarga Syakira. Perhatian terus terarah kepada sang adik, sampai lupa kalau istrinya sudah menarik dia ke pojokan tempat prasmanan.
"Mas, lapar ingin makan. Tapi, ingin di suapi sama kamu," bisik Aisyah malu-malu.
Tiba-tiba saja ibu hamil itu ingin disuapi oleh suaminya setelah melihat Zahra di suapi oleh Fatih. Melihat kakaknya yang terlihat bahagia seperti itu, dia juga ingin merasakan makan disuapi.
"Malu banyak orang di sini," bisik Andromeda.
"Aku suapi kamu, tapi tempatnya jangan di sini. Cari tempat yang sepi," ucap Andromeda beralasan, padahal ada maksud tersembunyi lainnya. Yaitu, dia ingin bermesraan dengan Aisyah tanpa ada yang mengganggu.
***
Hari-hari Aisyah kini lebih berwana ceria seindah perasannya kepada Andromeda. Begitu mudahnya dia jatuh cinta pada laki-laki yang sudah merenggut kehormatan dan merusak impiannya di masa lalu.
Saat ini Aisyah sedang mengetik bagian akhir untuk tugas skripsi miliknya. Belakangan Andromeda mendampingi dirinya saat mengerjakan tugas itu.
__ADS_1
Sebenarnya bukan Aisyah yang diuntungkan saat mereka bersama. Andromeda merasa banyak mendapat kesenangan saat menemani sang istri. Dia bebas menjamah tubuh Aisyah yang kini semakin berisi. Apalagi gunung kembarnya yang semakin menantang dan besar hampir dua kali lipat dari ukuran saat dia masih gadis atau belum hamil.
"Masss, sakit. Jangan ditarik begitu!" Aisyah mendesis menahan linu saat buah dadanya dimainkan oleh Andromeda.
"Habis gemes," bisik Andromeda lalu mencium pipi sang istri.
"Sakit, tahu," balas Aisyah lagi tanpa ada niatan menghentikan sentuhan-sentuhan dari laki-laki itu.
"Sudah semua, 'kan?" tanya Andromeda ketika Aisyah menutup laptopnya.
"Alhamdulillah, beres. Tinggal di print, nanti sore. Sekarang aku mau—"
"Waktunya tidur siang," bisik Andromeda sambil menggotong Aisyah ala bridal style dan membaringkan di atas ranjang.
"Sekarang hari Minggu, bukannya lebih baik kita jalan-jalan ke luar?" Aisyah menahan desahannya saat Andromeda melancarkan ciuman pada wajah dan lehernya.
"Di luar banyak polusi, tidak baik untuk kamu dan bayi kita," balas Andromeda.
Kalau dulu saat hari libur, laki-laki itu akan pergi ke tempat yang menyenangkan menurutnya untuk menghilangkan penat. Namun, sekarang dia lebih suka kalau liburan menghabiskan waktu berduaan dengan Aisyah di rumah.
Aisyah pun memilih menurut ucapan suaminya. Dia tidak mau hubungan mereka merenggang lagi. Setidaknya dia ingin hidup harmonis seperti Abah dengan Ummi atau seperti Papa Sakit dan Mama Venus yang selalu terlihat romantis. Katanya sebagai pasangan tidak boleh saling egois, jika kita bisa mengalah lebih baik mengalah saja demi keutuhan rumah tangga.
***
__ADS_1
Apakah kehidupan rumah tangga Aisyah akan sesuai harapannya? Tunggu kelanjutannya, ya! Bab berikutnya siapkan mental 😁