
Bab 61
Aisyah dan Andromeda menikmati sisa liburan mereka yang tinggal 3 hari. Seharian ini mereka tidak bertemu dengan Clarissa. Itu membuat pasangan itu merasa bebas tanpa adanya gangguan.
"Rasanya ingin naik kapal pesiar," gumam Aisyah saat melihat dari kejauhan ada beberapa kapal pesiar yang sedang berlayar.
Sebenarnya Andromeda sudah memasukan naik kapal pesiar ke dalam agenda mereka. Namun, dia tidak bisa melakukan hal itu karena Malika terlihat kurang sehat hari ini. Bayi itu setelah pulang dari acara festival semalam rewel terus. Mungkin masuk angin, karena acara festival itu diadakan malam hari.
"Kapan-kapan kalau liburan ke pantai lagi, kita naik kapal pesiar. Atau kamu mau liburan keliling negara Eropa menaiki kapal pesiar mewah?" Andromeda menatap ke arah sang istri.
Dalam hati Aisyah bersorak gembira, dia dulu hanya mendengar kisah Zahra yang liburan naik kapal pesiar mewah seperti yang di film-film, selama satu minggu keliling Amerika.
"Tapi, kasihan Si Cantik kalau tidak diajak," ujar Aisyah tidak mau meninggalkan buah hatinya.
"Ya, kita bawa serta. Putri kita pasti sangat senang bisa jalan-jalan di tengah lautan," kata Andromeda.
"Tahun depan kalau ada rezeki dan umur kita liburan naik kapal pesiar, ya!" ajak Aisyah dengan senyum lebar.
"Insha Allah, bukannya uang sisa belanja sangat banyak," tukas Andromeda dan diiyakan oleh Aisyah.
Andromeda membelai kepala Aisyah yang tertutup jilbab instan. Dia senang punya istrinya yang tidak boros dan bisa menggunakan uang yang diberikan kepadanya dengan baik. Baru beberapa bulan Aisyah mengurus keuangan keluarganya, banyak uang tersisa dan lebih banyak memberikan sedekah kepada anak yatim piatu di panti asuhan dan orang-orang yang tidak mampu di tempat tinggal Abah dan Ummi.
Keadaan Malika sudah membaik setelah dibawa ke dokter. Bayi itu kelelahan dan angin malam tidak baik untuk tubuhnya. Meski Aisyah selalu memakaikan jaket kepada putrinya saat mereka jalan-jalan, tetap saja bisa membuat masuk angin.
"Kita pulang saja, yuk!" ajak Andromeda ketika melihat putri mereka sudah ceria kembali.
__ADS_1
"Padahal liburan masih tersisa 2 hari lagi. Apa tidak apa-apa?" tanya Aisyah.
Wanita itu tahu kalau sudah kembali ke Jakarta, pasti sang suami akan sibuk mengurus restoran dan cafe miliknya. Belum lagi, Papa Sakti meminta Andromeda mengurus perusahaan peninggalan kakeknya.
"Aku janji selama 2 hari itu akan terus bersama kalian. Tanpa adanya gangguan pekerjaan," kata Andromeda yang bisa membaca pikiran sang istri.
Mendengar itu Aisyah sangat senang. Liburan ini membuatnya merasa serakah akan kehadiran Andromeda di sisinya. Kebahagiaan yang dia rasakan ketika mereka bertiga berkumpul, ingin terus dirasakan oleh Aisyah.
***
Pagi-pagi mereka memutuskan pulang ke Jakarta. Kepulangan mereka tidak diketahui oleh siapapun. Andromeda sengaja tidak memberi tahu siapa-siapa agar dia bisa menghabiskan sisa liburan 2 hari ini bersama keluarganya.
Begitu pulang ke rumah, keadaan rumah sudah dalam keadaan bersih dan wangi. Ini dikarenakan Andromeda menyewa jasa cleaning service untuk membersihkan rumahnya selama mereka pergi berlibur.
Aisyah muntah-muntah ketika membuka kamarnya. Tentu saja ini membuat Andromeda terkejut sekaligus panik. Laki-laki itu menghubungi dokter keluarganya. Dia takut kalau Aisyah mengalami hal yang sama seperti Malika, Masuk angin dan kelelahan.
"Kalau begitu kita sewa saja jasa baby sitter, ya. Aku tidak mau kamu sampai sakit seperti ini. Bahkan hanya aku saja yang sedih, lihat Si Cantik juga sedih melihat mamanya terbaring lemas begitu," kata Andromeda sambil membelai pipi Aisyah.
Sisa liburan 2 hari itu mereka habiskan di rumah, karena Aisyah merasa badannya lemas. Untungnya itu tidak berlangsung lama. Aisyah masih bersikukuh tidak mau menggunakan jasa baby sitter. Jadi, Andromeda merelakan dirinya untuk begadang. Bahkan dia berencana untuk berhenti menjadi dosen, karena jadwal dia yang semakin padat mengurus restoran, cafe, dan sekarang perusahaan keluarganya.
"Mas, kamu tidur saja. Sekarang Si Cantik juga sudah jarang mengajak main saat malam hari. Dia akan menangis jika haus," kata Aisyah sambil memijat bahu sang suami.
"Kalau ada apa-apa, bangunkan aku, ya, Sayang." Andromeda merasa nyaman saat tangan milik Aisyah memijat badannya.
'Apa aku pergi ke tukang pijat, saja? Seluruh tubuh aku terasa remuk, biasanya rasa sakit dan pegal-pegal akan hilang jika berendam di air hangat. Ini masih terasa sakit.' (Andromeda)
__ADS_1
Aisyah melihat suaminya yang sedang dipijat tertidur. Dia merasa kasihan dengan suaminya ini. Laki-laki itu benar-benar sangat menjaga dia dan putrinya.
"Terima kasih, Mas. Kamu selalu memberikan yang terbaik untuk kami," bisik Aisyah. Lalu, dia ikut membaringkan tubuhnya di samping Andromeda menghadap ke arah boks bayi, di mana Malika sedang tertidur pulas.
***
Hari-hari mereka diisi dengan membesarkan Malika, pergi jalan-jalan bersama. Main ke rumah Zahra atau Erlangga ketika hari libur. Tidak terasa satu bulan sudah berlalu sejak mereka pulang dari berbulan madu.
"Sayang, ayo, kita sarapan!" panggil Andromeda kepada Aisyah yang sedang mendandani Malika.
"Iya, Mas." Aisyah pun menggendong sang buah hati.
Aisyah tersenyum melihat banyak makanan tersaji di meja. Sejak hari kemarin kedua orang tuanya menginap di rumah mereka.
"Abah … Ummi, jangan dilihatin seperti itu. Makan saja yang ingin dimakan. Mas Andro sengaja masak semua ini untuk khusus untuk Abah dan Ummi, loh!" ucap Aisyah sambil mendudukkan Malika dikursi bayi.
"Iya, Abah. Ini semur telur kesukaan Abah," tunjuk Andromeda ke wadah berisi telur bulat berwarna merah.
Tiba-tiba saja Aisyah merasa mual. Dia lalu berlari ke wastafel dan muntah di sana. Wanita itu merasa jijik saat melihat telur berbentuk bulat dan berwarna merah.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Andromeda menghampiri sang istri. Lalu, dia usap-usap punggungnya. Ketika hendak muntah dia pijat tengkuknya.
"Kamu sakit?" tanya laki-laki itu lagi.
***
__ADS_1
Sakit apakah Aisyah? Apa dia hamil 😁? Tunggu kelanjutannya, ya!