
Bab 53
"Apa maksudnya ini?" suara menggelar milik Papa Sakti yang sedang murka membuat Malika menangis kencang.
"Sebaiknya kita tanyakan kepada mereka berdua. Apa benar semua ini? Jika benar-benar, maka sungguh keterlaluan!" Mama Venus menggendong Malika yang belum memakai diapers dan membawanya ke kamar sang cucu.
Sementara itu Andromeda dan Aisyah yang melupakan adanya surat perjanjian itu, sedang bersuka cita menyapa tamu mereka. Apalagi keluarga Andromeda yang dari luar kota banyak yang datang. Kecuali keluarga Cantika, karena wanita itu sedang hamil muda yang tidak membolehkannya pergi dalam perjalanan jarak jauh. Mereka hanya mengirimkan kado dan melakukan video call untuk mengucapkan selamat dan mendoakan keluarga Andromeda.
Erlangga tersenyum lebar dan mendoakan kebahagiaan sepupunya ini. Meski cuma sebentar karena dia dan Pelangi juga meninggalkan bayi mereka di rumah, tidak dibawa turut serta.
"Usia Mega kini sudah satu bulan, ya? Tidak terasa. Berapa baru kemarin aku menengoknya," ucap Andromeda kepada Erlangga.
"Ya, dan sudah selama itu juga aku begadang tiap malam. Kamu juga pasti akan begitu melewati hari-hari dengan anakmu," balas laki-laki yang memiliki wajah hampir mirip dengan Andromeda.
"Iya, aku dan Aisyah bergantian begadang. Dia akan menjaga Si Cantik sampai jam 10-an, selanjutnya giliran aku. Sebab, anakku itu jika sudah lewat jam 3 pagi akan tidur nyenyak sampai pagi," kata Andromeda.
"Enak banget punya bayi anteng begitu. Berbeda dengan Mega yang terus melek sampai Subuh. Makanya aku sering tidur di kantor kalau siang," gumam Erlangga.
"Lalu, bagaimana keadaan anak kembar Mentari? Aku belum sempat menengok mereka," tanya Andromeda.
Erlangga menceritakan kalau tadi pagi salah satu bayi mereka diculik. Tentu saja dengan menggunakan kemampuan para pasukan keamanan keluarga Hakim, bayi itu bisa diselamatkan dengan drama yang menegangkan.
"Apa? Tapi, mereka tidak terluka, 'kan? Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan keluarga Fatih?" Andromeda begitu merinding saat mendengar cerita tentang perebutan bayi itu.
__ADS_1
"Secara garis besarnya ini adalah balas dendam salah sasaran menurut aku. Ini terjadi karena Kak Mentari adalah orang yang sangat dicintai dan berarti bagi Kakek William. Orang itu ingin membalas Si Kakek William melalui Kak Mentari. Kasihan sekali keluarga mereka. Kak Zahra baru saja melewati masa kritis lalu, penculikan anak mereka. Makanya, aku tidak mau terlibat dengan hal-hal yang seperti itu," jelas Erlangga. [Kisahnya ada di novel "Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami season 3]
"Hei, ingat Kakek kita juga adalah seorang patriot bangsa yang meninggal karena pembantaian kelompok separatis dan mengakibatkan kedua ayah kita berpisah dan tidak pernah bisa bertemu kembali," tukas papa muda itu dengan perasaan semakin merinding karena mengingat kembali cerita yang di kisahkan oleh Tante Bintang. [Kisahnya ada di "Trio Kancil" Season 2]
"Untung Si Trio Kancil bisa menemukan petunjuk mengenai Kakek Lazuardi. Sehingga Kak Alex dan Kak Cantika bisa menyatukan kembali keluarga kita yang tercerai berai," lanjut Erlangga yang menatap aneh ke arah Papa Sakti.
'Paman Sakti kenapa? Dia melotot dengan penuh amarah. Sepertinya dia melihat ke arah sini?' (Erlangga)
Saat itu Andromeda bertemu pertama kali dengan Cantika dan jatuh cinta kepadanya. Betapa shock-nya dia saat tahu wanita yang menjadi cinta pertamanya itu sudah punya suami bahkan sepupunya sendiri.
Papa Sakti menatap tajam dengan penuh amarah kepada putra sulungnya. Namun, dia tidak bisa langsung memarahi sang anak, karena masih banyak tamu undangan. Apalagi banyak saudara dan kenalannya yang hadir saat ini.
"Pa, ada apa?" tanya Aisyah saat menghampiri ayah mertuanya.
***
Acara aqiqah pun berakhir menjelang magrib dan semua tamu undangan sudah pulang. Setelah mereka semua pergi, kini di rumah itu hanya tersisa keluarga inti Andromeda dan Aisyah saja. Namun, Papa Sakti belum juga menanyakan perihal surat perjanjian itu. Sebab, waktu magrib akan tiba. Jadi, dia memutuskan akan menanyakan hal itu setelah pulang dari masjid.
"Ada apa, Pa? Katanya ada sesuatu yang penting yang akan dibicarakan?" tanya Andromeda ketika kedua keluarga mereka semua berkumpul, kecuali Malika dan Galaksi yang sedang berada di kamar bayi itu. Mama Venus menugaskan putra bungsunya agar menjaga sang cucu ketika dia akan menginterogasi Andromeda dan Cantika.
Papa Sakti meletakan selembar kertas yang berisi tentang surat perjanjian yang sudah ditandatangani oleh Andromeda dan Aisyah. Terlihat jelas muka laki-laki paruh baya itu menahan amarah.
Jantung Andromeda dan Aisyah berhenti berdetak sejenak, berganti dengan detakan yang cepat. Kedua orang itu sangat terkejut dan tidak tahu harus memulai menjawab itu bagaimana.
__ADS_1
Abah Ahmad mengambil kertas itu dan membaca apa yang ada di tulis di sana. Betapa terkejut dan sakit hati laki-laki tua itu saat mengetahui kalau anak dan menantunya sudah mempermainkan ikatan pernikahan.
"Pa, semua ini sudah tidak berlaku," kata Andromeda memulai pembelaan dirinya dan Aisyah.
"Aisyah, apakah yang tertulis di sini benar? Dan kalian dalam keadaan sadar saat menulis dan menandatangani surat perjanjian ini?" tanya Abah Ahmad sambil menatap ke arah putrinya.
Aisyah tahu kalau saat ini Abahnya sedang marah, terlihat jelas dari raut wajah dan sorot mata. Wanita itu hanya bisa menundukkan kepala. Dia tahu kalau ini adalah hal yang tidak benar. Bagaimanapun juga pernikahan adalah sebuah perjanjian di hadapan Allah. Jadi, kita tidak boleh mempermainkan hal ini. Makanya tidak sah dalam pandangan agama sebuah pernikahan kontrak. Lalu, kini di depan mereka ada surat perjanjian yang tidak beda jauh seperti perjanjian nikah kontrak, meski surat ini dibuat jauh setelah mereka menikah.
"Andro, apa kamu tahu dengan adanya surat ini berarti kamu sudah menjatuhkan talak satu kepada Aisyah," lanjut Abah Ahmad.
Deg!
Jantung Andromeda terasa berhenti seperkian detik. Dia merasa seluruh tubuhnya merasa lemas. Sungguh laki-laki itu tidak mau kalau sampai bercerai dengan wanita yang dicintainya.
"Jangan kamu mempermainkan ikatan pernikahan, jika tidak ingin mendapatkan murka dari Allah," lanjut Abah Ahmad.
Tubuh Andromeda kini bergetar hebat bahkan Aisyah yang tangannya di genggam sama dia bisa merasakan getaran itu. Dia menyesali perbuatannya karena tidak tahu akan masa depan mereka seperti apa. Apalagi jika nama Allah dilibatkan, sungguh dia takut akan murka Tuhannya dan yakin tidak akan sanggup menerima hukuman dari Allah.
***
Apa yang akan terjadi di sana? Apakah Aisyah dan Andromeda akan berpisah untuk sementara waktu? Atau bersatu kembali? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1