Bidadari Yang Diabaikan

Bidadari Yang Diabaikan
Bab 65. Calon Ahli Waris


__ADS_3

Bab 65


Andromeda memasang muka masam saat Aisyah meminta memberi Aziz pekerjaan. Laki-laki itu dulu sering cemburu karena dirinya yang selalu dekat dengan Aisyah. Sampai suatu hari dia memukul dan menghajar anak didiknya itu ketika memeluk Aisyah. Sebenarnya Aisyah terpeleset dan Aziz berhasil menahan tubuhnya yang saat itu sudah hamil besar.


"Surut dia kirim berkas ke bagian HRD," kata Andromeda akhirnya menyerah setelah Aisyah berhasil merayu.


"Aku juga sedang mendekatkan dia dengan Wulan. Siapa tahu Aziz bisa membimbing gadis itu menjadi seorang muslimah yang sebenarnya," lanjut Aisyah yang kasihan terhadap pengasuh anaknya itu masih fakir akan ilmu agama dan belum bisa menjalankan kewajiban seorang muslim.


***


Setelah kondisi tubuh Aisyah dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik. Dia dan keluarganya pergi liburan keliling Eropa di awal musim panas. Mereka merayakan ulang tahun pernikahan kedua di negeri orang.


Tadinya Wulan juga diajak ikut serta, tetapi dia akan mengunjungi rumah orang tua Aziz yang berada di seberang pulau. Pasangan itu ingin menjalin hubungan yang lebih serius dan berharap akhir tahun ini bisa menikah.


Aisyah yang berhasil menyatukan mereka merasa sangat senang. Wulan juga kini sudah mengenakan jilbab dan sholat tepat waktu tanpa bolong. Aziz sering main ke rumahnya untuk mengajari sang kekasih mengaji dan ilmu agama lainnya. Tentunya dalam pengawasan Aisyah, karena bisa saja ada setan yang berhasil menggoda mereka jika berduaan saja.


***


Negara yang pertama didatangi oleh mereka adalah Inggris. Negara di mana dulu Andromeda kuliah sampai S2. Di negara itu mereka berkeliling mendatangi beberapa tempat wisata terkenal selama 3 hari, lalu lanjut ke negara Eropa lainnya masing-masing 2 hari dan terakhir negara yang dikunjungi oleh mereka di liburan kali ini adalah Turki. Mereka di sana menghabiskan waktu hampir 1 minggu, melesat dari yang sudah direncanakan. Hal ini karena Aisyah merasa senang berada di negara ini. Waktu liburan yang rencananya hanya 2 minggu menjadi hampir 3 Minggu. 


Selama mereka liburan banyak sekali foto dan video yang mereka ambil dan di kirim ke grup keluarga. Andromeda melarang Aisyah meng-upload apa pun di akun media sosial milik mereka. Wanita itu menurut tanpa banyak tanya, karena dia tahu suaminya akan melakukan yang terbaik bagi dirinya dan anak-anak mereka.


"Apa kamu merasa senang?" tanya Andromeda sambil memeluk tubuh Aisyah dari belakang. Dielusnya perut sang istri yang sudah terlihat membuncit.


"Ya, aku senang. Aku bisa mewujudkan keinginan Kak Zahra," jawab Aisyah dengan perasaan antara bahagia dan haru mengingat kembali sosok kakaknya.


***


Waktu terus berlalu dan kini usia kandungan Aisyah sudah memasuki masa lahiran. Di kehamilan yang sekarang Aisyah masih merasa jijik jika melihat telur dan mencium bau bunga. Hal ini berlangsung sampai usia kehamilan memasuki sembilan bulan.

__ADS_1


Sementara itu, Andromeda setiap hari harus makan mangga muda dan kelapa muda. Dia juga ngidam itu sampai sekarang, bahkan sudah mempunyai penjual langganan yang khusus mengirimkan ke restoran miliknya.


"Aisyah, dokter bilang kapan bayi ini akan lahir?" tanya Mama Venus yang setiap hari datang ke rumah Andromeda.


"Insha Allah, sekitar tiga hari lagi, Ma. Menurut perhitungan Dokter Sarah," jawab Aisyah yang kini sedang merapikan perlengkapan bayi ke dalam tas yang akan dibawa nanti saat mau lahiran.


"Kalau begitu mama akan tinggal di sini sampai kamu melahirkan," kata Mama Venus yang ikut membereskan beberapa perlengkapan mandi dan kosmetik bayi.


Sejak kemarin Andromeda memilih bekerja di rumah agar bisa menjaga sang istri. Selain itu Malika juga selalu menempel padanya. Balita itu sering cemburu jika ayahnya mengelus dan menciumi perut ibunya.


"Sayang, kamu itu pencemburu banget. Mirip siapa, sih?" Andromeda menciumi pipi gembul putrinya.


'Ya mirip kamu, Mas. Apa dia tidak sadar kalau dirinya juga pencemburu.' (Aisyah)


Perut Aisyah bergerak-gerak dengan kencang. Pergerakan bayi sangat terlihat jelas. Wanita itu merasa linu dan sedikit sakit.


"Kenapa, Sayang? Apa mau melahirkan?" tanya Andromeda mendekati Aisyah.


Andromeda mengusap-usap perut sang istri agar bayi yang masih berada di dalam rahim itu tenang.


Keesokan harinya setelah selesai sholat subuh, Aisyah mendengar suara letupan dan sesuatu langsung keluar dari jalur lahiran bayinya nanti. Aisyah merasa kalau ketubannya sudah pecah dan dia akan melahirkan. Dia memanggil Wulan karena Andromeda masih berada di masjid.


"Mama akan hubungi rumah sakit, biar mereka segera bersiap begitu kita tiba di sana," ucap Mama Venus dan segera menghubungi pihak rumah sakit.


Andromeda berlari dengan cepat ketika Wulan datang ke masjid dan mengatakan Aisyah akan melahirkan. Laki-laki itu langsung menggendong sang istri dan membawanya ke rumah sakit.


"Wulan kamu jaga Si Cantik di rumah!" titah Mama Venus dan Wulan menurut.


***

__ADS_1


"Mas, aku minta maaf kepadamu. Mungkin banyak sekali kesalahan yang pernah aku lakukan kepada kamu selama ini. Aku tidak tahu apa aku akan selamat saat melahirkan buah hati kita kali ini," ucap Aisyah sambil menahan sakit yang teramat sangat. Jauh rasa sakit itu ketika akan melahirkan Malika dulu.


Aisyah merasa kini nyawanya sedang berada diujung. Rasa sakit, rasa takut, dan rasa ingin secepatnya mengeluarkan buah cinta dia dan suaminya menghiasi diri wanita yang sedang berbaring di tempat khusus untuk melahirkan.


"Kamu jangan bicara yang tidak-tidak. Mas selalu memaafkan setiap kesalahan yang kamu perbuat meski itu tidak sering terjadi. Yakinlah kalau kali ini kamu juga bisa melahirkan bayi kita dengan selamat," balas Andromeda.


Dokter Sarah dan dua orang suster sudah siap untuk membantu proses melahirkan. Andromeda memegang kedua tangan Aisyah.


"Bismillah, kita mulai, Bu," ucap Dokter Sarah kemudian memberi aba-aba kepada Aisyah dan ibu hamil itu mengikuti setiap arahan dari wanita paruh baya itu.


Proses melahirkan kali ini berbeda dengan saat melahirkan Malika. Dulu begitu banyak drama, tetapi sekarang semua lancar meski Andromeda beberapa kali rambutnya dijambak sampai banyak yang rontok. Setelah hampir 30 menit proses melahirkan anak keduanya, Aisyah tersenyum lega. Seorang bayi laki-laki kini terlahir dengan selamat. Tangis haru pasangan itu melihat anak mereka yang kini sedang menyusu kepada Aisyah.


Mama Venus dan Papa Sakti masuk ke ruang rawat dan melihat sang cucu calon ahli waris keluarga Wijaya dengan senyum penuh bahagia. Mereka senang melihat menantu dan cucunya dalam keadaan baik.


"Siapa nama jagoan kita ini?" tanya Mama Venus sambil menggendong bayi yang masih tidur.


"Adzam Athaulah Wijaya," jawab Andromeda.


***


Keluarga Aisyah dan Andromeda semakin lengkap dengan kehadiran Adzam. Namun, Malika sering cemburu dan makin posesif terhadap ayahnya. Balita itu terus menempel kepada Andromeda dan tidak mau lepas. Tidur, makan, dan mandi ingin bersama papanya.


'Apa ini balasan karena aku dulu selalu menyuruh Shine dan Sky agar nempel terus sama Cantika. Balasan yang setimpal.' (Andromeda)


Aisyah sering tertawa jika Andromeda kewalahan menghadapi Malika. Bahkan saat tidur pun harus bersama dengannya. Jika tidak, maka bocah itu akan menangis kejer dan sulit di diamkan.


"Aisyah aku rindu tidur sambil memeluk kamu," rengek Andromeda karena Malika saat ini tidur di atas dadanya.


"Sabar, Mas. Tunggu dia sampai dewasa," balas Aisyah sambil tertawa renyah dan diikuti Adzam yang ikut-ikutan tertawa, karena melihat ibunya senang.

__ADS_1


***


Terima kasih sudah membaca karya aku ini. Semoga ada pelajaran atau nilai kebaikan yang bisa diambil dari kisah Aisyah dan Andromeda. Sampai ketemu di karya aku lainnya 🥰🤗


__ADS_2