
Bab 66
Tiga tahun kemudian …
"Sayang, sarapan sudah siap!" teriak Andromeda sambil meletakkan nasi goreng seafood pesanan sang istri.
"Sebentar, Mas! Kakak tidak mau mandi, nih!" balas Aisyah yang sedang berada di kamar Malika.
Andromeda harus turun tangan kalau si sulung sudah merajuk seperti ini. Putrinya itu lebih suka mendengarkan omongan dirinya daripada omongan Aisyah.
"Kakak, cepat mandi! Nanti kesiangan sekolahnya, loh!" bujuk Andromeda sambil duduk di samping putrinya.
"Kakak tidak mau sekolah. Tidak seru!" balas Malika.
"Kalau kakak tidak sekolah nanti jadi bodoh dan mudah dibodohi oleh orang lain. Selain itu, bukannya di sekolah kakak punya teman yang banyak?" Aisyah ikut membujuk anaknya.
"Kakak mau ikut papa kerja," tukas Malaika sambil merangkul leher Andromeda.
"Nanti sepulang sekolah kita akan pergi ke kantor papa. Bagaimana?" Aisyah masih merayu sang putri.
Malika menatap Andromeda dan Aisyah secara bergantian. Anak berusia 5 tahun itu terlihat sedang berpikir. Sebelah alisnya berkerut dan mulutnya yang mungil itu mengerucut.
Alasan Malika tidak mau sekolah karena tahu mama dan papanya akan pergi ke suatu tempat. Namun, dia tidak tahu ke mana itu. Semalam dia mendengar kalau mamanya merajuk ingin pergi bersama papanya.
"Kakak nanti ingin makan es krim!" pinta Malaika.
"Adik juga mau!" seru Adzam yang tiba-tiba muncul di balik pintu bersama Hannah sang baby sitter.
Anak laki-laki pasangan Aisyah dan Andromeda itu sudah selesai mandi. Wangi dari bedak dan minyak telon langsung tercium begitu bocah mungil itu berlari masuk ke kamar bernuansa pink.
Aisyah langsung memeluk putra tersayang. Dia menciumi pipi gembul Adzam.
"Lihat, Adik sudah tampan dan wangi. Sementara kakak …." Aisyah menutup hidungnya.
"Iya, kakak akan mandi. Tapi ingat nanti sepulang sekolah kakak akan diajak ke kantor papa," kata Malika sambil mengacungkan jari kelingkingnya kepada Andromeda.
__ADS_1
Laki-laki itu mengerutkan kening. Lalu, melirik ke arah sang istri. Ketika Aisyah tersenyum manis dia pun tahu maksudnya.
"Tentu saja, Kakak. Insha Allah, nanti mama akan mengantarkan Kakak ke kantor Papa dan kita akan makan siang bersama," ucap Aisyah sambil menggenggam tangan Malika.
Dia mengajarkan anaknya jangan mudah berjanji. Itu dilakukan jika benar-benar dalam keadaan darurat. Lagian menautkan jari kelingking itu tidak ada dalam ajaran Islam.
Pergaulan Malika di sekolah internasional membuat dia lebih mengenal dan kebiasaan orang-orang yang multikultural.
"Mas, apa kita pindahkan Malika ke sekolahnya Si Kembar. Anak-anaknya Kak Mentari lebih memahami ajaran agama Islam lebih baik. Walau Malika dididik agama Islam di rumah, tetap saja kebiasaan dia terbawa oleh teman-temannya," kata Aisyah dengan wajahnya kentara sekali tersirat kecemasan.
Andromeda kini memegang jabatan direktur utama di perusahaan keluarganya. Jadi, dia memutuskan pindah rumah agar lebih dekat ke kantornya.
"Aku akan cari sekolah menerapkan ajaran Islam yang tidak jauh dari sini," ucap Andromeda sambil memeluk tubuh Aisyah.
"Mama sampai terkejut saat mengajak Malaika membeli pakaian. Dia memilih dres tanpa lengan dan kebawahnya pendek. Katanya teman-teman dia banyak yang memakai baju seperti itu," lanjut Aisyah dengan tatap khawatir.
Wanita itu ingin agar anaknya bisa menjadi seorang muslimah yang berpegang teguh kepada ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan hadis. Apalagi menjelang akhir zaman seperti saat ini.
"Meski kita didik dia dengan dasar ilmu agama yang kuat saat di rumah, tetap saja lingkungan juga mempengaruhi dan malah berandil besar dalam hidup seseorang," ujar Andromeda dengan tangan menakup wajah sang istri.
***
"Sayang, kita jadi pergi ke rumah sakit?" tanya Andromeda kepada Aisyah yang terlihat memejamkan matanya.
"Anak-anak sudah tidur. Kasihan kalau kita bawa serta. Besok saja kita ke sana," jawab Aisyah masih memejamkan mata. Dia merasa kesulitan untuk membuka matanya.
"Tapi, aku khawatir sama kamu, Sayang. Sudah hampir sebulan ini kamu tidak bisa tidur di malam hari dan selalu tidur nyenyak saat siang hari," kata Andromeda yang sedang menyetir.
Tanpa banyak bicara Andromeda mengarahkan mobilnya ke rumah sakit. Kebetulan ada dokter kenalannya yang sedang bertugas.
Aisyah yang masih terkantuk-kantuk diperiksa oleh seorang dokter. Dia menjelaskan kalau tidak ada penyakit yang diderita oleh Aisyah. Lalu, dia menanyakan tentang sirkulasi menstruasi yang dialami wanita itu.
Aisyah tiba-tiba saja terperanjat begitu mengingat dia sudah terlambat dirinya tidak mendapati datang bulan hampir 2 bulan ini. Lalu, mereka pun mendatangi dokter kandungan.
"Selamat Pak, istri Anda sedang positif hamil. Usia kandungannya sekitar 7 minggu," kata dokter perempuan itu tersenyum ramah.
__ADS_1
"Alhamdulillah. Sayang, kita akan punya anak lagi!" seru Andromeda.
"Ya Allah, kali ini aku ingin wajah calon anakku ini wajahnya mirip dengan aku," ucap Aisyah berdoa dengan sungguh-sungguh.
"Kalau masih mirip aku wajahnya, ya, kita buat lagi," tukas Andromeda sambil tersenyum menggoda sang istri.
"Tidak!" pekik Aisyah.
TAMAT
***
Untuk Pemenang Giveaway
Juara 1 Pulsa 20.000
❤️ BunDa RiyurA
Juara 2 Pulsa 15.000
❤️ DwiFitriani Pipit
Juara 3 Pulsa 10.000
❤️ Nurul Qolbi
Pemberi Komentar Terbaik Pulsa 5.000
❤️ Junida Susilo
❤️ DR (sulit sekali nulis namamu Kakak 😭)
❤️ Hen-Ken
__ADS_1
Terima kasih buat teman-teman yang sudah mendukung karya aku ini. Meski hadiahnya sedikit semoga bermanfaat. 🥰