Bidadari Yang Diabaikan

Bidadari Yang Diabaikan
Bab 59. Poligami


__ADS_3

Bab 59


Suasana di sana mulai dirasa tidak mengenakan bagi Aisyah. Wanita itu sangat tidak menyukai penampilan Clarissa yang mengundang tatapan liar dari laki-laki yang melihat ke arah mereka


"Sepertinya istrimu seorang yang paham akan agama. Bukannya poligami dibolehkan dalam agama? Itu juga jaminannya akan masuk surga," tanya Clarissa.


Aisyah tidak suka saat ada orang yang mengatakan hal ini. Ngomongnya poligami dibolehkan dalam Islam, tetapi mereka tidak menjalankan syariat Islam dengan benar. Apalagi terhadap orang-orang yang memilah-milah nama yang menurutnya mereka sukai dan mengabaikan yang lainnya. Padahal jelas-jelas itu syariat yang dijalankan oleh Rasulullah dan para sahabat.


"Masih banyak cara untuk bisa masuk surga. Membahagiakan pasangan dengan setulus hati dan mengajaknya untuk selalu berada di jalan yang diridhoi oleh Allah, bisa mengantarkan kita ke surga. Berprilaku baik kepada tetangga, saudara, dan orang tua juga bisa mengantarkan kita masuk ke surga," balas Aisyah dengan tenang dan melirik ke arah Andromeda yang menganggukkan kepala, tanda dia setuju.


"Justru sangat berat tanggung jawab yang akan di emban oleh seorang laki-laki yang memiliki lebih dari satu istri. Mereka diakhirat nanti akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang sudah dia lakukan terhadap semua isteri-isterinya. Berlaku adil itu sulit dan tidak bisa diukur atau dilihat saja, tetapi juga dirasakan. Tidak semua orang yang melakukan poligami itu mau menjalankan syariat yang sudah ditentukan oleh Allah. Jika kamu berhasil, tentu surga balasannya. Sebaliknya, jika kamu gagal maka neraka siap menanti, karena istri-istrinya merasa tersakiti dan didzalimi. Bagi aku cukup satu istri, yang penting kita bisa bahagia dan membahagiakan pasangan," jelas Andromeda dan itu membuat Clarissa malu.


Malika yang selesai makan pun langsung meminta pergi jalan-jalan kembali. Aisyah dan Andromeda pun pergi meninggalkan Clarissa sendirian di sana. Wanita itu hanya sedikit menyentuh makanan miliknya.


***


Keluarga kecil itu mandi bersama di jacuzzi lagi. Kali ini mereka mandi bertiga bersama. Malika langsung tertidur begitu selesai di dandani. Tentu saja ini membuat kedua orang dewasa itu senang. 


Andromeda memanfaatkan waktu tidurnya Malika dengan bermesraan bersama Aisyah. Biasanya bayi itu akan bangun tengah hari atau bahkan lebih.

__ADS_1


"Astaghfirullahal'adzim, Mas. Aku sepertinya lupa untuk KB bulan ini! Bagaimana kalau Si Cantik punya adik?" Tatapan dan ekspresi wajah Aisyah mendadak horor.


Wanita itu kemarin menggunakan KB suntik yang sebulan sekali, karena jika dia tidak menstruasi badannya akan terasa sakit. Niatnya dia akan pergi ke dokter sebelum pergi ke Bali. Akan tetapi, kerepotan mengurus Malika membuat Aisyah lupa.


"Tidak apa-apa kalau kamu hamil lagi. Aku akan bantu mengurus anak kita. Kalau perlu kita sewa baby sitter," ucap Andromeda sambil membelai wajah istrinya yang basah oleh keringat.


"Tapi, kasihan Si Cantik masih kecil. Aku ingin semua anak-anak kita tumbuh dengan penuh kasih sayang. Kasihan kalau nanti dia merasa terabaikan dengan kehadiran adiknya," gumam wanita yang kini berada dalam dekapan suaminya.


"Lihat Mentari membesarkan dua anak sekaligus, dia bisa memberikan perhatian kepada kedua anaknya. Apalagi Cantika yang pernah melahirkan anak kembar tiga. Mereka tumbuh dengan baik," ujar Andromeda.


Aisyah tetap saja merasa kasihan kepada Malika kalau dia sampai hamil lagi sekarang. Dia takut kalau kondisi dia hamil nanti seperti saat hamil Malika dulu.


"Kemungkinan tidak hamil itu 1% dan kemungkinan hamil adalah 99%. Karena selama ini Mas selalu mengeluarkan kecebongnya di dalam. Mana tidak cukup satu kali," balas Aisyah dengan memanyunkan bibirnya. 


Hal ini membuat Andromeda menyerangnya kembali karena melihat sang istri seperti ini membuatnya bergairah lagi. Kegiatan bercinta kali ini pun laki-laki itu mengeluarkan benihnya di dalam dan tentu saja membuat Aisyah pasrah jika nanti beneran hamil lagi.


***


Setiap Aisyah dan Andromeda jalan-jalan bersama, Clarissa selalu muncul secara tiba-tiba dan tidak tahu malu ingin ikut ke mana pun mereka pergi. Tidak pagi, siang, atau sore, orang itu datang tanpa diundang.

__ADS_1


Aisyah sering dibuat sangat kesal oleh Clarissa. Wanita itu kini mendekati Malika dan selalu mengajaknya bermain. Bayi mungil itu malah mau saja ikut dan itu membuat sang ibu tidak berdaya, karena anaknya juga terlihat senang saat bermain bersama wanita seksi itu.


"Mas," rengek Aisyah karena kesal Malika tidak mau dibawa kembali ke hotel malah senang bermain pasir.


"Lima belas menit lagi, Sayang. Kasihan Si Cantik sedang senang bermain, nanti kita bawa dia," bisik Andromeda.


Tidak terasa sudah 30 menit Malika bermain pasir bersama Clarissa. Meski Aisyah dan Andromeda juga di sana bersama mereka. Namun, Clarissa selalu berhasil mengalihkan perhatian Malika kepadanya.


"Sayang, kita kembali. Kamu sudah terlalu lama bermain di sini," ucap Andromeda sambil mengangkat tinggi-tinggi tubuh mungil itu. Di gerakannya Malika seperti sedang naik pesawat dan bayi itu sangat senang.


Tanpa menunggu lama pasangan itu pun langsung pergi dan kembali ke hotel. Andromeda dan Aisyah jalan-jalan di waktu tidak banyak orang berkeliaran di sana. Jalan-jalan pagi sekali atau saat sebelum waktu makan siang. Kalau sore sebelum matahari tenggelam. Mereka akan menyaksikan tenggelamnya sang surya di kamar hotel. Di sana akan terlihat jelas tidak terganggu oleh yang lainnya.


"Andromeda, tunggu!" teriak Clarissa sambil berlari ke arahnya ketika mereka akan masuk ke dalam lift.


'Ish, mau apalagi wanita itu?' (Aisyah)


***


Ada apa lagikah dengan Clarissa? Akankah Aisyah benar-benar marah kepadanya? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1



__ADS_2