
Bab 37
Ternyata bukan hanya Aisyah yang mood sering berubah-ubah, Andromeda juga seperti itu. Perasaan dia menjadi mudah emosional. Hanya saja dia menjadi lebih pendiam dan suka menyendiri. Meski begitu, dia masih memasakan makanan untuk Aisyah, tetapi tidak terlalu banyak bicara. Bahkan kalau bisa dikatakan dia hampir tidak bicara kepada istrinya.
Begitu juga dengan Aisyah, jika sedang mood jelek tidak banyak bicara dan suka mengurung diri di kamar tidur. Namun, perbuatannya itu paling lama setengah hari atau semalam saja, setelah itu dia akan kembali lagi seperti biasa.
"Mas, apa sedang ada masalah? Kenapa tiga hari ini menjadi pendiam dan seperti menghindari aku?" tanya Aisyah ketika mereka sedang menyiapkan makan malam.
"Perasaan kamu saja," balas Andromeda tanpa menghiraukan keberadaan Aisyah yang berdiri di sampingnya.
"Tidak. Mas berubah sekali. Biasanya suka peluk dan cium. Kini hanya waktu akan pergi kerja saja. Itu juga cuma sebentar," ujar Aisyah dengan pipi merona karena itu terdengar seperti dirinya ingin dipeluk dan dicium oleh suaminya.
Andromeda sengaja memasak sayur bayam dan goreng tempe. Menu sederhana sekali, apalagi untuk ukuran orang kaya. Namun, dia memasak dengan mempertimbangkan kandungan gizi yang baik untuk Aisyah. untung sekarang Aisyah sudah bisa makan nasi merah.
"Terlihat sekali kamu suka dipeluk dan dicium. Apa saat kamu pacaran dengan kekasih kamu dulu juga begitu?" tanya Andromeda tanpa melihat ke arah Aisyah. Dia fokus memasak sayur.
"Maksud kamu apa, Mas?" tanya Aisyah sambil menarik lengan laki-laki itu agar melihat ke arahnya.
"Berpelukan dan berciuman dengan kekasih kamu dulu," jawab Andromeda.
Rasa sakit hati Aisyah membuat dia melayangkan tamparan keras kepada sang suami. Ini tamparan untuk kedua kalinya yang pernah wanita itu lakukan terhadap Andromeda.
Laki-laki itu perasaan sakit dan panas pada pipi kirinya. Namun, dia masih bisa menahan rasa itu.
"Kamu pikir aku wanita murahan yang mau saja diajak berbuat dosa begitu! Asal kamu tahu saja. Ciuman pertama aku direbut oleh laki-laki yang merebut kesucian diriku di malam yang sama," bantah Aisyah dengan suara setengah berteriak sambil menahan suara isak tangis.
Sebenarnya Andromeda percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aisyah. Hanya saja ada ego di dalam dirinya yang tidak mau mengatakan maaf karena sudah menuduhnya. Laki-laki itu juga merutuki kebodohan yang sudah dia katakan melalui ucapan tadi. Padahal waktu itu dia sengaja mengincar Aisyah sebagai tempat dia melampiaskan napsu birahinya, karena yakin kalau Aisyah adalah bukan wanita sembarang suka melakukan hubungan badan.
Setelah puas meluapkan emosinya, Aisyah langsung pergi dan mengurung diri di kamar. Dia membenci laki-laki yang merupakan ayah bayi yang ada di dalam perutnya. Saat ini dia tidak mau bicara dengan Andromeda.
__ADS_1
Setelah selesai masak, Andromeda bingung antara memanggil Aisyah untuk segera makan atau membiarkan saja. Pikirannya jika wanita itu lapar, maka akan makan sendiri tanpa harus disuruh. Jadi, Andromeda memutuskan melanjutkan membaca laporan dari pengacaranya terkait kemajuan kasus Surya yang akan dilakukan sidang minggu depan dan juga Angela yang menjadi tahan kota.
***
Aisyah benar-benar marah kepada Andromeda. Dia tidak memakan masakan yang dibuat oleh laki-laki itu. Wanita itu memilih memakan masakannya sendiri meski rasanya biasa saja. Bahkan susu juga dia langsung membuat sendiri tanpa menunggu dibuatkan oleh sang suami seperti biasanya.
Andromeda melihat hasil masakannya masih utuh sejak kemarin menjadi kesal. Sebagai seorang koki tentu saja itu membuat dirinya merasa direndahkan. Maka, dia pun enggan membuatkan masakan untuk Aisyah lagi.
***
Rumah itu terasa menjadi suram dan dingin, seperti tidak berpenghuni. Suara canda tawa tidak terdengar lagi di rumah itu.
Meski mereka berpapasan, tetapi sama-sama saling mengabaikan. Meski sebenarnya pada diri mereka ada rasa rindu. Paling hanya sesekali saja mereka bicara.
Ini hari kelima sejak mereka saling diam-diaman dan sekarang adalah waktu Aisyah pergi memeriksakan kandungannya. Seperti bulan kemarin dia pergi sendiri ke rumah sakit.
"Kondisi bayinya bagus hanya saja detak jantungnya agak lemah. Sebaiknya Anda banyak istirahat jangan begadang dan kelelahan. Saya dengar Anda saat ini sedang menyusun skripsi? Sebaiknya dilakukan saat siang sampai sore, jadi begitu malam bisa langsung tidur," jelas dokter kandungan itu.
"Ma, lusa diperkirakan usia kandungan aku berumur 16 minggu. Ummi berencana akan mengadakan syukuran," kata Aisyah begitu pulang dari rumah sakit mampir dulu ke rumah mertuanya.
"Apa saja yang diperlukan untuk acara itu?" tanya Mama Venus dengan antusias.
"Semua sudah di persiapkan oleh ummi dan Bi Widuri," jawab Aisyah.
"Masa mama tidak melakukan apapun," ucap Mama Venus dengan nada sedih.
"Mama hanya perlu mendoakan aku dan cucu Mama yang masih berada di dalam perut aku ini," pungkas Aisyah sambil meletakan tangan sang mertua di perutnya.
"Tentu saja mama selalu mendoakan kalian semua di setiap kali berdoa," ujar Mama Venus sambil mengelus perut Aisyah
__ADS_1
***
Saat malam hari Aisyah dan Andromeda berpapasan saat akan minum. Mereka meski saling diam tetapi masih saling jujur memerhatikan secara diam-diam.
"Mas, lusa di rumah ummi akan mengadakan syukuran empat bulanan," kata Aisyah akhirnya.
"Ya," balas Andromeda kemudian berlalu kembali ke lantai atas.
"Amit-amit, jangan sampai anak ini sifatnya kayak bapaknya. Semoga Allah memberikan akhlak yang baik bagi dirimu, Nak," kata Aisyah sambil mengusap-usap perutnya.
Saat tengah malam dan Aisyah sudah tertidur lelap, Andromeda selalu datang ke dalam kamarnya. Meski perasaan dia sering kesal oleh tingkah Aisyah, tetap saja dia selalu mengkhawatirkan keadaan sang istri dan juga bayi di dalam perutnya.
"Kamu itu kenapa suka bikin aku marah dan kesal. Sudah menikah tapi masih saja sifat kamu kayak anak-anak. Tiba-tiba marah, baik lagi, marah lagi, baik lagi, aku nggak ngerti. Semoga sifat jelek kamu itu nggak nurun sama anak yang ada di dalam perut," ujar Andromeda yang menatap Aisyah.
"Nak, kamu jangan seperti ibumu, ya! Suka marah-marah nggak jelas. Nggak apa-apa imutnya kamu tiru, sifat jeleknya jangan," ucap Andromeda sambil mengusap lalu menciumi perut Aisyah.
'Hari ini belum peluk dan cium kamu, seperti makanan tanpa ada rasa. Hambar dan tawar.'
Andromeda mencium kening Aisyah. Kini matanya tertuju pada pipi chubby milik Aisyah, rasanya Andromeda ingin mengigit itu.
'Kenapa pipi kamu jadi terlihat menggoda?'
Akhirnya dia pun mencium pipi Aisyah beberapa kali dan terakhir mengecup bibirnya.
"Jangan suka marah nggak jelas. Jelek tahu!" bisik Andromeda.
"Cium lagi," kata Aisyah.
***
__ADS_1
Bagaimana reaksi Andromeda ketika diminta mencium kembali Aisyah? Apakah hubungan keduanya akan baikan kembali? Tunggu kelanjutannya, ya!