Bidadari Yang Diabaikan

Bidadari Yang Diabaikan
Bab 43. Menyerah


__ADS_3

Bab 43


"Kalau begitu sekarang saja aku mampir, tadi Aisyah menyuruh aku untuk masuk ke rumah," balas Ustadz Syakir dengan senyum lebarnya. Dia tidak suka kepada Andromeda yang sudah mempermalukan Aisyah barusan. Menurutnya meski mereka sudah menikah dan menjadi pasangan suami istri, tetapi mempertontonkan kegiatan berciuman seperti tadi di depan orang lain itu tidaklah pantas. 


"Silakan masuk, Kang!" titah Aisyah yang sudah berjalan duluan ke teras rumah.


'Ini orang maunya apa, sih?' (Andromeda) 


Andromeda menatap kesal pada tamunya. Padahal saat ini dia sedang gencar mendekati Aisyah agar mau membatalkan surat perjanjian itu. Terserah Aisyah akan mentertawakan dirinya karena dianggap bodoh. Dirinya yang membuat sendiri surat perjanjian itu, tetapi dia sendiri juga yang ingin membatalkan poin yang boleh meminta cerai.


Aisyah menyediakan minuman hangat teh manis untuk Ustadz Syakir. Namun, dia lupa tidak membawakan air putih untuk Andromeda seperti biasanya. Hal itu dikarenakan dia fokusnya ke teh manis, sementara kalau Andromeda minum teh lebih suka teh hangat tawar.


Melihat hanya satu gelas yang dibawakan oleh Aisyah, membuat Andromeda langsung mengambil lalu meminumnya. Dia tahu minuman itu untuk tamu yang duduk di sofa yang ada di depannya. Namun, ternyata air teh itu manis rasanya, tetapi dia tetap memaksa menghabiskan air teh panas itu.


Baik Aisyah dan Ustadz Syakir menatap heran kepada Andromeda. Keduanya membayangkan kalau lidahnya bisa melepuh atau kebas karena minum teh panas itu.


Ustadz Syakir tidak begitu lama di rumah Andromeda. Setelah air teh manis itu habis, dia langsung pulang dengan taksi.


Aisyah menatap sebal ke arah suaminya yang sekarang suka bersikap kekanak-kanakan menurutnya. Wanita itu tidak memahami jalan pikiran sang suami. Bilangnya tidak cinta, tetapi ketika dia sedang laki-laki lain terlihat seperti cemburu. Katanya boleh menuntut cerai jika punya tambatan hati, tapi kini minta untuk mengurungkan niat itu dan ingin membatalkan surat perjanjian itu. 


"Aisyah, Sayang!" panggil Andromeda dengan mesra. Jika, Alex atau Fatih mendengarnya pasti akan tertawa terbahak dan mengejeknya habis-habisan.


Tubuh Aisyah meremang ketika mendengar panggilan untuknya. Kalau dulu dia akan suka dan tersipu dengan jantung berdebar. Kini malah membuatnya merinding.

__ADS_1


'Kamu bisa dengan mudahnya membuat aku jatuh cinta kepadamu. Tetapi, semudah itu juga kamu menghancurkan perasaan aku. Begitu sakitnya hati ini diperlakukan seperti oleh kamu. Aku tidak tahu perasaan kamu yang sebenarnya. Mana yang asli dan mana yang bohongan.' (Aisyah)


"Aku buatkan Pizza istimewa kesukaan kamu. Cobalah, mumpung masih panas!" seru Andromeda agar Aisyah keluar dari kamarnya.


Akan tetapi sang empu yang dipanggil tidak juga keluar dari kamar. Tentu saja hal ini membuat laki-laki itu kesal. Selama ini dia terus berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka. Dia selalu meminta maaf setiap hari dan berusaha menyenangkan hati Aisyah, tetapi usahanya tidak dihargai sama sekali oleh wanita itu.


"Apa ini yang kamu inginkan, Aisyah? Berpisah dengan aku dan kembali kepada mantanmu. Jika, itu memang benar yang kamu inginkan, baiklah. Aku tidak akan melarang kamu untuk menggugat cerai aku nanti seperti isi surat perjanjian itu," kata Andromeda di depan pintu.


"Mungkin ini batas usaha aku untuk mempertahankan hubungan kita untuk kedepannya. Namun, baru aku sadar ternyata kamu tidak pernah merasa bahagia jika bersama denganku. Seperti kata kamu, kalau kamu memang pantas untuk hidup bahagia. Maafkan aku yang tidak pernah bisa memberikan kebahagiaan itu. Jika, kebahagiaan kamu memang berada di luar sana, aku akan melepaskan kamu. Carilah laki-laki yang bisa menerima dirimu apa adanya. Jika laki-laki itu tidak mau menerima anak itu, biar aku saja yang mengurus dia nanti. Tenang saja aku akan mendidiknya agar menjadi anak yang bisa kamu banggakan."


Ucapan Andromeda bisa didengar dengan jelas oleh Aisyah. Wanita itu menahan suara tangisannya agar tidak lolos keluar dan terdengar oleh Andromeda.


Bukannya dia tidak pernah bahagia saat bersama sang suami. Setelah hubungan mereka dekat, wanita itu merasakan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangganya. 


Saking merasa bahagia, dia takut kalau itu hanyalah sebuah mimpi belaka. Berkali-kali dia meyakinkan kalau kebahagiaan itu bukan bohongan tapi nyata. Sampai dia mendengar sendiri dari mulut Andromeda kalau dia tidak mencintai dirinya. Semua yang dia lakukan itu hanya merupakan kewajiban sebagai suami saja, tanpa melibatkan perasaan. Hal ini yang membuatnya sakit hati, kecewa, dan marah. Jadi, dia menilai apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Andromeda itu adalah bohongan.


***


Seperti yang dia duga kalau di dapur tidak ada Andromeda. Padahal biasanya di jam segini dia sedang membuatkan sarapan untuknya. 


Aisyah pun membuat sarapan sereal untuk dirinya sendiri. Dia merasa ada yang kurang dan mengedarkan penglihatan ke seluruh ruangan itu. 


'Ya, tidak ada segelas susu hangat yang sering dibuatkan olehnya.' (Aisyah)

__ADS_1


Lalu, dia pun beranjak untuk membuat susu. Ternyata stok susu berada di atas dan tinggi tubuhnya tidak sampai untuk menjangkau itu meski dia berjinjit. Tanpa diduga ada tangan yang ikut terulur dan mengambil dus susu itu.


Aisyah bisa mencium wangi tubuh milik Andromeda yang kini masih berdiri dibelakangnya. Biasanya laki-laki itu akan memeluk dan menghujani dirinya dengan ciuman. Namun, ketika sang suami menjauh ada rasa kecewa yang dirasakan oleh Aisyah.


Hati kecil wanita itu mengakui kalau dirinya memang sudah mencintai Andromeda. Hanya karena merasa dibohongi dan tidak dicintai balik olehnya, membuat Aisyah memutuskan untuk mengabaikan bahkan menghapus perasaannya itu.


'Ternyata tidak mudah menghilangkan perasaan ini. Tidak semudah saat datang dan merasuk ke dalam hati.' (Aisyah)


Andromeda yang juga bangun kesiangan panik saat melihat Aisyah berjinjit-jinjit saat hendak membawa susu yang di biasa letakan di lemari bagian atas. Menurut dia perbuatannya itu berbahaya bagi diri dia sendiri ataupun bagi bayi mereka.


Laki-laki itu melihat ada mangkok bekas sereal di meja. Dia menduga kalau Aisyah sudah sarapan. Jika, sang istri belum sarapan niatnya dia akan buat roti bakar dan telor mata sapi.


"Hari ini aku akan pulang malam karena banyak yang membooking restoran. Jika, kamu ingin makan siang atau malam hubungi saja pelayan di restoran, nanti biar kurir yang antar ke sini," ucap Andromeda memecah keheningan di pagi itu.


"Ya," balas Aisyah singkat sambil mengaduk susu rasa coklat kesukaannya.


"Aisyah," panggil Andromeda dengan pelan, tetapi masih bisa didengar oleh wanita itu.


Keduanya saling berhadapan dengan tatapan mata yang beradu satu sama lain. Jantung Andromeda berdetak kencang tidak wajah. Bahkan dia menyangka kalau dirinya kini mengidap penyakit jantung.


"Ya, ada?" balas Aisyah.


***

__ADS_1


Apa yang akan dikatakan oleh Andromeda kepada Aisyah? Apakah dia akan mengucapkan rasa cinta untuk sang istri. Bagaimana kisah mereka selanjutnya. Tunggu kelanjutannya, ya!



__ADS_2