Bidadari Yang Diabaikan

Bidadari Yang Diabaikan
Bab 54. Sidang Keluarga (2)


__ADS_3

Bab 54


Keadaan ruang depan di rumah Andromeda terasa mencekam. Padahal ada enam orang yang sedang duduk di sana. Namun, keadaan di sana terasa menekan oleh tatapan tajam dan marah dari Papa Sakti dan Abah Ahmad. Sementara itu, Mama Venus dan Ummi Mirna terlihat sangat kecewa.


Tubuh Andromeda bergetar hebat bahkan Aisyah yang tangannya di genggam sama dia bisa merasakan getaran itu. Dia menyesali perbuatannya karena tidak tahu akan masa depan mereka seperti apa. 


"Maafkan aku Abah. Dulu aku cemburu kepada Aisyah, karena merasa tidak dicintai olehnya. Menganggap kalau dia akan kembali pada mantan kekasihnya, karena merasa tidak bahagia saat bersama diriku. Aku tidak mau kalau anak kita nanti tersakiti dan terluka. Jadi, aku buat surat perjanjian itu," aku Andromeda dengan napas yang berat karena menahan isak tangisnya. 


Mama Venus yang awalnya kesal dan juga marah, kini memahami putranya, kenapa berbuat seperti itu. Dia tahu kalau Andromeda tidak bisa memahami perasaannya dan sulit untuk mengungkapkan melalui kata-kata. Dia justru merasa kalau anak dan menantunya saling mencintai sejak dulu dan dia tahu itu dari tatapan mata mereka dan bahasa tubuhnya.


"Pa, Andro itu berbeda dengan dirimu yang mudah mengatakan apa yang ada di dalam hati dan yang dipikirkan melalui kata-kata. Andro lebih mudah mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan? Apa yang sedang dia pikirkan melalui perbuatan? Mama yakin dia pasti jarang mengatakan 'I love you' atau mengatakan kata 'cinta' kepada Aisyah. Padahal mama bisa melihat betapa Andro mencintai Aisyah lewat tatapan mata, cara dia mencium Aisyah, atau memeluknya. Eh, dia juga suka memasakan makanan untuk Aisyah juga itu sebagai ungkapan rasa cinta kepadanya. Dan mama yakin kalau Aisyah tidak sadar kalau itu adalah cara Andro mengungkapkan rasa cinta kepadanya," jelas Mama Venus.


Aisyah terperangah mendengar kata-kata dari ibu mertua. Dia tidak menyadari hal itu adalah ungkapan rasa cinta Andromeda untuk dirinya. Justru wanita itu menyangka kalau semua perbuatan sang suami adalah bentuk perhatian saja.


Kepala Aisyah mengangguk. Bagaimanapun juga dia adalah orang yang mudah memahami sesuai itu  melalui ucapan dan perbuatan. Jika, hanya perbuatan saja tanpa adanya ucapan dia akan mengasumsikan sendiri melalui pikirannya.


"Meski begitu secara agama tetap saja itu sudah jatuh talak satu dengan adanya niatan untuk berpisah setelah bayi itu lahir," kata Abah Ahmad dan membuat Andromeda menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau bercerai dari Aisyah.


"Aku tidak mau bercerai dari Aisyah, Abah. Waktu itu aku khilaf dan tidak tahu kalau surat perjanjian seperti itu sudah membuat aku menjatuhkan talak. Aku pikir talak akan jatuh jika di ucapkan di depan Aisyah," aku Andromeda yang memang masih fakir akan ilmu agama.


Papa Sakti melihat ke arah sang istri yang menepuk-nepuk tangannya. Laki-laki itu tahu kalau belahan hidupnya ini meminta untuk memaafkan kesalahan putra mereka.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana sebaiknya ini, Abah?" tanya Papa Sakti kepada besannya.


"Mereka harus mengucapkan ijab qobul kembali, karena ini sudah lama," jawab Abah Ahmad.


Betapa senangnya Andromeda, karena tidak akan berpisah dengan wanita yang dicintai olehnya. Kali ini dia akan benar-benar menjaga dan menjalani hidup berumah tangga dengan niat lillahi ta'ala.


"Aisyah apa kamu tidak tahu kalau perbuatan suamimu ini sudah menyalahi hukum agama?" tanya Abah Ahmad dengan tatapan penuh tanya.


"Aisyah dulu tidak mau mendatangani surat itu. Karena itu sama saja dengan menjatuhkan talak. Tapi, suatu hari tepatnya sekitar dua bulan yang lalu, Aisyah mendengar kata-kata yang tidak mengenakan dari ucapan Mas Andro. Karena marah aku pun menandatangani surat perjanjian itu. Hati aku sangat sakit dan merasa kalau perceraian adalah satu-satunya cara agar kita bisa hidup bahagia," jawab Aisyah dengan lirih.


"Astaghfirullahal'adzim, Aisyah! Kenapa kamu punya pikiran untuk bercerai dengan suamimu?" tanya Ummi Mirna dengan kecewa dan kesal.


Terlihat Abah dan Papa Sakti saling melirik. Keduanya merasa ini semua bisa jadi pelajaran bagi Andromeda dan Aisyah untuk kedepannya.


Aisyah kini menangis dalam pelukan Andromeda. Dia merutuki kebodohannya dan tidak mau kalau dia harus kehilangan laki-laki yang dicintainya kini.


"Abah … Papa, Andro akan mengucapkan ijab qobul, nanti di masjid setelah selesai melakukan sholat Isya. Jadi, tolong bawakan penghulu!" pinta Andromeda.


***


Selepas sholat isya Andromeda kembali mengucapkan ijab qobul di depan penghulu dan jemaah hari itu. Demi tetap menjadikan Aisyah istrinya, dia tidak malu kalau harus mengulang kalimat sakral itu di depan para tetangganya, yang pasti akan jadi bahan perbincangan mereka.

__ADS_1


Berbeda dengan dahulu saat dia mengucapkan kalimat janji suci itu, kali ini dengan penuh kesadaran dirinya dan hatinya bergetar saat mengucapkan janji kepada Tuhannya. Andromeda tahu bahwa dia bertanggung jawab atas diri Aisyah. Membimbing dirinya agar selalu berada di jalan yang diridhoi oleh Allah. Mencintai dan menerima dirinya segenap jiwa serta raga. Melindungi dan memberikan rasa nyaman untuknya. Laki-laki itu akan melakukan yang terbaik untuk membahagiakan istri dan anaknya nanti.


Aisyah menatap Andromeda dengan mata yang berbinar dan senyum mengembang karena bahagia. Dia mencium tangan suaminya dengan takzim. Meng-aamiin-kan setiap doa yang diucapkan oleh suaminya.


"Aisyah, aku mencintaimu karena Allah. Jadilah belahan jiwaku sampai maut memisahkan kita," bisik Andromeda dan diiyakan oleh wanita itu.


Hati Aisyah bergetar saat mendengar pengakuan Andromeda barusan. Dia juga akan membalas cinta suaminya dengan mengabdikan dirinya dan mendampingi laki-laki itu sampai ajal menjemput mereka.


"Aku juga mencintaimu karena Allah," ucap Aisyah entah untuk ke berapa kalinya.


"Mulai sekarang kita mulai semuanya dengan mengucapkan bismillah agar semua yang kita lakukan ini mendapatkan pahala, berkah, dan karunia dari Allah," lanjut Aisyah dan Andromeda menganggukkan kepala.


Malam yang cerah karena langit saat ini bertaburan dengan jutaan bintang yang menghampar. Seindah perasaan Aisyah dan Andromeda.


'Ya Allah berkahi keluarga kami dan bimbing kami agar selalu berada di jalan yang lurus bersama orang-orang yang berserah diri kepada-Mu.' (Aisyah & Andromeda)


***


Apakah kehidupan rumah tangga Aisyah dan Andromeda akan berjalan lancar kali ini? Atau akan ada halangan besar yang mengancam kebahagian mereka? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_1


__ADS_2