Bidadari Yang Diabaikan

Bidadari Yang Diabaikan
Bab 48. Aku Mencintaimu (3)


__ADS_3

Bab 48


'Seharusnya aku sadar waktu itu kalau itu adalah perasaan cemburu. Namun, aku tidak menyadarinya' (Andromeda)


Flashback [ini sebenarnya bab yang tertinggal 6 bab di kerangka aku buat jadi 1 bab saja. Karena saat itu masih di Solo jadi aku tidak lihat buku catatan. Jadi, kalau agak ngawur kata-katanya abaikan saja]


Andromeda merasa seluruh badannya remuk. Dia mengurus kasus Surya dan Angela, membuat dia kelelahan, karena kurangnya istirahat. Mengajar, memasak, dan mengikuti keinginan ngidam Aisyah, benar-benar menguras energi dia.


"Pak Andromeda, di panggil oleh dekan," kata rekan kerjanya yang muncul di balik pintu.


"Ya, aku ke sana," balas Andromeda.


'Padahal aku ingin tidur 30 menit sebelum mengajar lagi. Dekan itu maunya apa, ganggu saja.'


Andromeda berjalan ke ruang dekan sambil menggerutu dalam hatinya. Lelah fisik, hati, dan pikiran membuat dia ingin tidur untuk memulihkan semuanya.


Saat melewati taman samping fakultas ekonomi dia melihat Aisyah sedang tertawa dan bersenda gurau dengan Aziz. Hati laki-laki itu merasa kesal dan tidak suka.


'Apa-apaan dia itu? Tidak mencerminkan seorang istri yang sholehah. Bersenda gurau dengan laki-laki yang bukan mahram.' (Andromeda)


Rasa cemburu laki-laki itu membuatnya tidak melihat adanya beberapa teman Aisyah lainnya di sana. Baik itu teman perempuan maupun laki-laki. 


***


"Mas, sudah pulang?" Aisyah yang baru keluar dari kamarnya.


Seperti biasa wanita itu akan mencium tangan suaminya ketika pulang ke rumah. Meski reaksi Andromeda biasa saja, tetapi Aisyah sangat suka saat mendapat balasan dengan ubun-ubunnya dicium.


Andromeda tidak bicara apapun, dia langsung pergi naik ke kamarnya di lantai dua.


"Mas, masak apa?" tanya Aisyah begitu masuk ke dapur. Namun, Andromeda diam saja tidak menjawab. Menurut dia tidak perlu dijawab, karena Aisyah punya mata yang masih normal dan tahu apa yang sedang di masak olehnya.


Aisyah tersenyum tipis saat tidak mendapat jawaban dari sang suami. Dia melihat kalau Andromeda sedang masak ayam betutu kesukaan dirinya dan di panwook sebelah ada ayam asam manis.


Aisyah pun menata piring dan gelas untuk mereka. Membuat minuman jus lemon yang terlihat ada di atas meja. Wanita itu berpikir kalau suaminya ingin minum jus lemon, maka dia akan membantu membuatkan itu.


Saat makan pun Andromeda tidak bicara sepatah kata pun. Biasanya dia akan bertanya apa suka dengan masakan yang sedang mereka makan, tetapi hari ini tidak ada pertanyaan itu. Tentu saja ini membuat Aisyah sedih.

__ADS_1


"Mas …," kata Aisyah memecah keheningan di antara mereka.


"Aku harus pergi. Kunci semua pintu," ucap Andromeda tanpa ingin tahu apa yang akan dikatakan oleh istrinya. Laki-laki itu pergi dari ruangan itu dan tidak lama kemudian terdengar suara mesin mobil.


Aisyah hanya diam menatap masakan buatan suaminya yang masih tersisa banyak. Dia merasa kalau Andromeda sedang marah kepadanya.


"Sayang kalau harus dibuang, padahal enak sekali masakan ini," gumam Aisyah bermonolog.


"Apa aku kasih lagi ke satpam komplek, ya? Mereka selalu suka dengan masakan buatan Mas Andro." Aisyah pun mengambil rantang dan memindahkan ayam betutu dan sambal matah. Lalu, ayam asam manis. Hanya ada kentang goreng untuk pengganti nasi. Sampai saat ini Aisyah masih belum bisa makan nasi.


***


Andromeda mendatangi pengacara yang menangani masalah kasus dengan Surya. Meski laki-laki itu adalah temannya, tetapi tidak terima dengan perbuatannya itu. Dia tidak bisa membayangkan jika malam itu Aisyah tidur dengan Surya.nTiba-tiba saja ada perasaan marah menguasai hatinya ketika dia membayangkan hal itu.


"Carikan pasal yang bisa membuat dia dipenjara lama. Buat dia menyesali perbuatannya itu!" kata Andromeda dengan geram.


"Ya, tenang saja. Dia akan dikenakan pasal berlapis," balas laki-laki paruh baya yang berprofesi sebagai pengacara.


Setelah selesai menemui pengacaranya, Andromeda mendatangi Erlangga. Dia iri melihat sepupunya itu sering berlaku romantis dengan istrinya.


Andromeda berpikir kalau Erlangga dan Pelangi saling mencintai, jadi bisa bersikap romantis. Sementara dirinya dengan Aisyah tidak saling mencintai. Laki-laki yang dicintai oleh istrinya adalah Ustadz Syakir.


"Aisyah itu sudah halal untuk kamu. Kamu boleh memeluk dan menciumnya. Tidak ada salahnya kamu memuji segala hal tentang dia. Aku juga belajar menggombal dan merayu Pelangi dari Kak Alex," ucap Erlangga.


'Ish, lagi-lagi Alex. Nyebelin banget itu orang. Kayaknya semua hal bisa dia lakukan. Tidak ada satu hal pun yang tidak bisa dia lakukan.' (Andromeda)


"Ubahlah kebiasaan buruk kamu itu! Erlangga juga dulunya tidak suka kalau aku berbuat seenaknya. Pakai baju seksi, buang sampah sembarang, mandi siang hari, tidur di mana saja. Tapi, dengan kesabaran dan ketegasan dia. Bisa merubah aku jadi seperti sekarang ini," ujar Pelangi dengan bangga. Dulu dia itu urakan dan mengejar-ngejar Erlangga yang merupakan junior di kampusnya.


'Perhatian, ya? Bisa dimulai dengan pelukan dan ciuman, setiap hari.' (Andromeda)


Otak ngeres Andromeda sebagai laki-laki mulai berfungsi. Sebab, selama ini dia memang suka mencium Aisyah.


***


Andromeda melihat Aisyah tertidur di sofa. Dia melihat wajah istrinya dengan teliti.


'Kamu itu juga cantik. Baik hati dan mudah bergaul dengan siapa saja. Makanya banyak laki-laki yang suka sama kamu.'

__ADS_1


Andromeda pun menggotong Aisyah ke kamarnya. Dibaringkan tubuh wanita itu dengan perlahan. Dipandanginya wajah itu sejenak, lalu dicium kening, hidung, pipi, dan bibirnya di kecup beberapa kali.


'Aku ingin lihat apa yang dikatakan oleh Pelangi itu benar. Jika, diberikan banyak perhatian dan kasih sayang, hati wanita akan mudah luluh.' (Andromeda)


Jiwa pencemburu Andromeda sebenarnya sudah ada sejak awal pernikahan mereka. Namun, dia selalu menyangkal itu. Menurutnya, Aisyah sebagai seorang istri harus bisa menjaga diri. Jangan berinteraksi dengan laki-laki lain.


***


Aisyah tidak tahu kapan Andromeda pulang. Sebab, semalaman dia menunggu sampai tengah malam belum juga pulang. Namun, saat bangun dia sudah berada di kamar.


'Apa Mas Andro yang membawa aku ke kamar?'


Pagi hari saat sarapan Aisyah melihat suaminya sedang memasak. Lalu, dia pun mengambil air minum dan berniat membuat jus tomat yang tersedia di atas meja. Namun, saat membalikan badan tanpa sengaja dia menabrak tubuh Andromeda dan hampir terjatuh.


"Maaf," ucap Aisyah.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya laki-laki itu khawatir sambil memegang pinggang Aisyah.


"Ya, aku baik-baik saja," jawab Aisyah.


Andromeda merasa senang, dipeluknya tubuh Aisyah. Sejak itu ruang dapur untuk memasak dan makan di pisah. Laki-laki itu takut kalau dia sedang memasak dan bergerak ke sana kemari, menabrak tubuh istrinya yang sedang hamil.


Dia juga selalu memberikan pujian setiap hal yang dilakukan oleh Aisyah. Andromeda juga senang saat hanya ada mereka berdua tanpa ada gangguan. Membicarakan tentang diri mereka tanpa membicarakan orang lain. Dia selalu bersemangat saat pulang ke rumah karena akan menghabiskan waktu bersama Aisyah.


Flashback off


***


Andromeda merasa kalau saat itu dia sudah jatuh cinta kepada Aisyah. Namun, karena kebodohan dirinya yang belum memahami perasaannya sendiri menganggap itu bukan cinta.


"Aku sudah mencintaimu sejak lama. Tapi, aku menahan diri takut terluka lagi, karena wanita yang aku cintai itu tidak punya perasaan yang sama dengan aku," ucap Andromeda


"Aku mencintaimu!" balas Aisyah dengan lantang dan membuat Andromeda terdiam.


***


😅 Yang mau lahiran malah saling ungkapkan cinta begini. Apakah kebahagiaan akan benar-benar menghampiri mereka? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1



__ADS_2