
Bab 39
3 bulan kemudian …
Kini usia kandungan Aisyah sudah masuk usia 7 bulan. Dia senang karena bayinya bisa berkembang dengan baik dan sehat. Bahkan jenis kelaminnya juga sudah diketahui. Menurut hasil USG bayi yang sedang dikandung oleh Aisyah adalah perempuan.
Mama Venus sangat antusias menyediakan segala perlengkapan bayi untuk cucunya. Bahkan satu kamar sudah di dekorasi untuk anak Andromeda. Kamar yang di dominasi oleh warna pink dan putih itu sangat indah. Bahkan Aisyah sendiri rasanya ingin pindah tidur ke kamar itu.
"Mas, susu aku sudah habis kita belanja, yuk!" ajak Aisyah di sore hari setelah sholat ashar.
"Kenapa kamu suka lupa masukan susu ke daftar belanjaan," gerutu Andromeda.
Laki-laki itu baru pulang kerja dan ingin bersantai di rumah bersama sang istri.
"Kan, sendiri yang selalu buatkan aku susu. Mana tahu kalau masih ada stok atau enggak?" balas Aisyah manja agar suaminya tidak marah.
"Cium dulu!" titah Andromeda dan tentunya dengan senang hati Aisyah melakukan hal itu.
Keduanya pun pergi ke Mall Mega milik Erlangga. Karena hanya mau membeli susu saja, mereka memutuskan mampir ke kantor sepupu Andromeda itu.
"Tumben ke sini lagi. Padahal baru kemarin lusa kalian ke sini," kata Erlangga saat Andromeda dan Aisyah masuk ke ruang kerjanya.
"Biasa, susu habis," balas Andromeda dan Erlangga tertawa kecil, karena hal itu sering terjadi. Susu ibu hamil sering mereka lupakan saat belanja.
"Mas, aku ke toilet dulu," bisik Aisyah kepada suaminya.
"Perlu aku temani," ujar Andromeda karena takut terjadi apa-apa saat nanti di toilet.
"Tidak perlu, cuma ingin pipis," bisik Aisyah sambil beranjak.
__ADS_1
Erlangga melihat ke arah Aisyah yang pergi keluar kantornya. Dia juga melihat kalau Andromeda terus memperhatikan sang istri sampai tidak terlihat lagi di balik pintu.
Kedua orang itu pun berbincang-bincang mengenai harga bahan pokok yang terus naik dan banyaknya petani yang gagal panen. Sampai mereka membahas tentang Aisyah.
"Dia sampai sekarang belum bisa memasak dengan enak sesuai selera aku," ucap Andromeda.
"Hei, masakan yang dibuat dan disuguhkan oleh istri, kita harus memakannya. Mau itu sesuai selera kita atau tidak. Aku juga begitu. Dibandingkan masakan Pelangi, masakan aku jauh lebih layak untuk di mana. Tetapi, aku selalu hargai usaha dia dalam melayani aku," tukas Erlangga.
"Ya, aku juga menghargai usaha dia. Tapi, kalau tidak dikasih kritikan dan masukan bagaimana caranya dia akan bisa memasak agar rasanya enak," balas Andromeda.
"Sepertinya kamu sudah mencintai Aisyah. Seperti prediksi aku dan Kak Alex, kalau kamu akan mencintai istrimu sebelum melahirkan," ujar Erlangga sambil tertawa.
"Siapa bilang aku sudah cinta kepada Aisyah?" bantah Andromeda.
***
Beberapa menit sebelumnya ….
"Eh, Mir. Gosip tentang Kinara itu benar, ya? Kalau suaminya itu selingkuh." Terdengar suara perempuan yang baru masuk ke dalam toilet.
Aisyah yang tadinya ingin keluar dari balik bilik mengurungkan niatnya, karena dia merasa ingin buang air kecil lagi. Baru kali ini wanita itu mengalami ingin kencing terus, pahala yang keluar cuma sedikit sekali.
"Iya. Kasihan sekali Kinara. Kurang apa dia, orangnya baik, penurut, istri Sholehah banget. Tapi, suaminya malah menikah lagi dengan alasan tidak mencintai Kinara. Dulu mereka menikah karena dijodohkan. Jadi, suaminya terpaksa gitu menikah sama dia karena permintaan orang tuanya," timpal Mira teman perempuan tadi.
"Aku melihat foto-foto suaminya Kinara dengan istri mudanya. Ternyata wanita itu cantik dan seksi. Berbanding terbalik penampilannya dengan Kinara," ucap wanita berambut sebahu.
"Kamu tahu tidak, Sil? Katanya istri mudanya itu selalu mengambil semua uang gaji suaminya, sehingga Kinara cuma dikasih uang satu juta lima ratus. Padahal gaji laki-laki itu lima belas juta sebulan. Kejam nggak tuh! Mana Kinara lagi hamil besar lagi," kata Mira.
"Meski laki-laki itu tampan, kaya, dan dari keluarga terpandang, kalau hidup rumah tangga kita tidak bahagia untuk apa. Lebih baik bercerai saja. Mana suami lebih berat ke madunya. Tidak bisa berbuat adil," sungut Sisil.
__ADS_1
Aisyah terdiam mendengar cerita orang yang sedang menggosipkan teman mereka. Setelah dirasa tidak ingin buang air kecil, maka wanita itu pun keluar dari bilik.
"Mending cari laki-laki itu seperti Pak Erlangga. Sudah tampan, kaya, sholeh, sayang istri, setia, dan penyayang," puji Mira masih mengoceh.
Aisyah tahu Erlangga memang orang yang seperti itu. Senior dia di kampus dulu dikenal memiliki kepribadian baik.
"Dia juga tidak pelit sama istrinya. Kasih uang bulanan saja 500 juta tiap bulan. Itu jatah jajan buat keperluan istrinya saja. Beda lagi dengan keperluan rumah tangga mereka," lanjut Mira.
"Wajarlah kasih uang sebesar itu. Pak Erlangga itu memiliki beberapa usaha dan Mall Mega juga sudah tersebar di beberapa kota besar yang ada di Indonesia. Bagi dia mengeluarkan uang 500 juta itu tidak seberapa," tukas Sisil sambil memoleskan lipstick pada bibirnya.
Aisyah yang sedang mencuci tangan mendengar pembicaraan mereka. Ada rasa ingin tetap tinggal di sana untuk mendengar kelanjutan tentang kehidupan wanita yang bernama Kinara. Namun, dia tidak boleh melakukan hal seperti itu, maka dia pun memutuskan pergi dari toilet.
Lagi-lagi saat di berjalan di lorong menuju kantor Erlangga, dia mendengar ada dua karyawan yang berjalan di depannya sedang bergosip. Kali ini tentang suami yang membohongi istrinya. Laki-laki itu menikahi wanita itu sebenarnya untuk menguras kekayaan wanita itu. Sedangkan laki-laki itu tidak mencintai sang istri, tapi seolah-olah dia mencintainya. Setelah semua harta sudah menjadi milik laki-laki itu, dia langsung menceraikan sang istri. Kehidupan rumah tangga hancur, harta tidak bersisa, dan ditinggalkan oleh suami yang tulus dicintai olehnya, membuat wanita itu depresi.
Aisyah merasa sangat ngeri membayangkan kehidupan rumah tangga kedua wanita tadi. Dia berharap tidak mengalami hal seperti itu. Setidaknya dia merasa kalau Andromeda mencintai dan menyayangi dirinya. Mertua baik, adik ipar yang menyenangkan, dan orang-orang di sekitar dia juga selalu mengutamakan dirinya.
Tangan Aisyah yang baru saja membuat pintu jati yang menghubungkan kantor Erlangga, kaku terdiam saat mendengar pembicaraan sang suami dan sepupunya. Dia berharap kalau ucapan itu tidak keluar dari laki-laki yang kini dia cintai segenap hatinya.
"Sepertinya kamu sudah mencintai Aisyah. Seperti prediksi aku dan Kak Alex, kalau kamu akan mencintai istrimu sebelum melahirkan," ujar Erlangga sambil tertawa.
"Siapa bilang aku sudah cinta kepada Aisyah?" bantah Andromeda.
Hati Aisyah sangat sakit sekali. Dia juga merasa kalau dadanya sesak seperti dihimpit batu besar. Air mata dia meluncur tanpa bisa dia tahan lagi. Kebenaran yang baru saja dia ketahui membuat dia shock.
'Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah kuatkan aku!'
'Jangan sampai ini membuat aku lemah. Kasihan bayi yang berada di dalam perut, jika gara-gara aku merasa terguncang dan emosi membuat dia tidak nyaman dan kesakitan.' (Aisyah)
***
__ADS_1
Apa yang akan dilakukan oleh Aisyah setelah tahu kalau Andromeda tidak mencintainya? Tunggu kelanjutannya, ya!