Bidadari Yang Diabaikan

Bidadari Yang Diabaikan
Bab 56. Pergi Ke Bali


__ADS_3

Bab 56


"Jadi, kita bertiga akan pergi berlibur?" tanya Aisyah.


"Sebaiknya kita berdua saja yang pergi. Si Cantik kita titipkan kepada mama," balas Andromeda dan membuat senyum Aisyah hilang.


"Aku ingin membawa anak kita juga, Mas," tukas Aisyah dengan wajah sendu.


Andromeda tertawa lepas dan memeluk tubuh Aisyah sambil digoyangkan ke kiri ke kanan. Laki-laki itu sedang menjahili sang istri. Mana mungkin dia tega meninggalkan anak mereka dan menitipkan kepada orang tuanya.


Aisyah tersadar kalau suaminya itu sedang menggoda atau menjahili. Dia pun mencubit pinggangnya dengan gemas. Andromeda tidak merasa sakit malah merasa geli. Dia mengangkat tubuh wanita itu dan berputar. Ini membuat wanita itu memekik, karena terkejut.


"Mas, turunkan aku!" pinta Aisyah yang memegang kuat bahu suaminya.


"Tidak mau!" balas Andromeda dengan senyum jahilnya.


"Nanti aku kasih servis terbaik," bisik Aisyah dengan kerlingan nakal.


"Janji, ya! Awas, kalau gagal seperti semalam," ujar Andromeda meminta Aisyah berjanji.


Semalam mereka gagal melakukan ibadah suami istri, karena Malika bangun begitu mereka baru saja melakukan pemanasan dan mengajak kedua orang tuanya bermain. Apalagi dia kini sudah belajar tengkurap sendiri dan jika terlalu lama dia akan menangis. Ketika sudah dibalikan, tidak lama kemudian bayi itu akan tengkurap lagi sambil tertawa senang, begitu terus. Ini membuat mereka begadang sampai dini hari. Jadinya, mereka ikut tidur ketika anak mereka tertidur lelap.


Cinta Aisyah dan Andromeda dari hari ke hari semakin besar. Hati keduanya kini sudah sepenuhnya milik pasangan mereka. Tidak ada lagi Cantika di hati Andromeda. Tempat itu sudah penuh oleh Aisyah. Begitu juga dengan Aisyah, sepenuh hatinya sudah dia berikan kepada Andromeda.


Malam itu mereka berhasil melewati malam yang indah dan menyenangkan bagi keduanya. Andromeda senang dengan servis yang diberikan oleh sang istri. Aisyah menepati janjinya membuat sang suami benar-benar puas dan rasanya dia ingin meminta tambah kembali seandainya Malika tidak bangun.


"Apa anak orang juga seperti ini, ya? Sepertinya aku harus tanya sama Erlangga. Apa Mega sering mengganggu malam-malam panasnya dengan Venus," gumam Andromeda.


"Mas! Tidak sopan. Jangan melakukan itu!" Aisyah yang sedang menggendong Malika melotot ke arah Andromeda.


"Iya. Kita tidak boleh membicarakan urusan ranjang kepada orang lain," balas laki-laki itu dengan wajah tengilnya, jika sedang di omeli oleh sang istri.


***

__ADS_1


Andromeda pergi ke Bali naik pesawat jet pribadi milik keluarga dan menginap di hotel milik Alex yang ada di sana. Rencananya mereka akan liburan di sana selama 2 minggu.


"Maaf," seorang wanita menabrak Andromeda.


"Andromeda?" wanita yang menabrak Andromeda memanggil namanya.


"Siapa?" laki-laki itu mengerutkan kening merasa tidak kenal dengan wanita bohay dan seksi itu.


Aisyah melihat ke arah wanita yang memakai baju kurang bahan. Dada besar yang menonjol hampir menampakan sebagian dan kaki jenjang yang mulus terlihat sangat indah. Pinggul yang berlekuk seperti gitar Spanyol.


"Ini aku, Clarissa!" wanita itu mengenalkan dirinya.


"Clarissa? Aku punya teman sekolah bernama Clarissa, tapi dia itu orangnya subur. Tiga kali lebih besar dari kamu," balas Andromeda sambil memperhatikan dari atas sampai ke bawah.


"Iya, dulu aku gemuk. Tapi, kini aku sudah berubah menjadi langsing seperti ini," ujar Clarissa dengan senang.


Aisyah bisa melihat dengan jelas binar cinta dari sorot mata wanita itu kepada Andromeda. Maka, dia menggenggam tangan suaminya mengingatkan kalau ada dia di sana. Perempuan halal yang sudah menjadi miliknya.


Terlihat wajah Clarissa berubah muram dan kesal saat Andromeda pergi meninggalkan dirinya. Padahal dia sangat senang saat melihat laki-laki itu tadi ketika sedang berdiri di dekat resepsionis.


***


Keluarga Andromeda menempati kamar paling mewah di sana. Dia memanfaatkan tawaran Alex ketika menyuruhnya menginap di hotel miliknya agar keselamatan mereka terjamin. Selain itu kalau ada apa-apa akan mudah mengurusnya.


Kamar yang luas dan menghadap laut dengan fasilitas terbaik, membuat mereka merasa nyaman tinggal di sana. Bahkan Malika kegirangan saat bisa melihat laut dan orang-orang yang sedang berenang.


"Lihat, Sayang. Si Cantik sangat senang." Andromeda memangku putrinya dan berdiri di balkon hotel.


"Putri kita itu sepertinya sangat senang jika dibawa ke tempat yang banyak orangnya," ujar Aisyah sambil berjalan ke arah mereka.


Teriakan khas bayi dan tawa riang Malika terus terdengar. Apalagi saat Andromeda mengajaknya bermain dan mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi. Aisyah sangat senang melihat dua orang yang dicintai dan disayangi olehnya terlihat bahagia.


"Mas, Clarissa itu siapa?" tanya Aisyah karena penasaran.

__ADS_1


"Dia teman sekolah aku sejak dari TK sampai SMA. Dia dulu sangat gemuk sekali. Banyak anak-anak yang memanggilnya gajah Ting Tie. Sudah lama tidak bertemu, ternyata dia banyak berubah," jawab Andromeda.


"Awas kalau sampai ketahuan main lirik sama dia!" ancam Aisyah dengan wajah galaknya.


"Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah jauhkan aku dari perbuatan seperti itu. Cukup bagi aku Aisyah. Istri aku yang cantik, seksi, dan selalu menggoda aku. Tidak mau wanita lain lagi," ujar Andromeda dengan mengangkat sebelah tangannya, karena yang sebelah digunakan untuk menggendong Malika.


Mendengar ucapan suaminya, Aisyah merasa tersanjung. Dia pun tersenyum tersipu malu. Jangan ditanya jantung dan hatinya saat ini. Sudah jelas jantung dia berdetak kencang dan hatinya terasa seperti hamparan ladang bunga.


"Aku juga, cukup dengan Mas saja. Tidak mau yang lainnya," balas Aisyah sambil menarik ujung baju laki-laki itu.


"Ih, gemes deh, lihatnya! Ingin ajak naik ke kasur. Tapi, ini masih siang dan Si Cantik masih terjaga dengan senyum cantiknya ini," goda Andromeda dan itu membuat Aisyah mencubit pinggang sang suami.


"Mas, itu pikirannya ke 'situ' melulu." Rona pipi Aisyah semakin jelas terlihat.


"Tapi, kamu suka, 'kan!" Andromeda mencuri ciuman di pipi Aisyah.


"Mas," rengek Aisyah dengan suara manja, karena malu. 


Andromeda memanfaatkan saat Aisyah mendongakkan wajahnya. Dia mencium bibir ranum yang pink segar itu.


"Kita jalan-jalan ke laut, yuk!" ajak Aisyah sambil mengarahkan pandangannya ke arah laut lepas. Sebenarnya dia sedang menenangkan dirinya, takut malah dia yang tidak kuat dengan godaan sang suami.


***


Keluarga kecil itu berjalan-jalan di pinggir pantai. Angin laut yang kencang membuat Malika sering menutup matanya. Namun, jika mereka berjalan ke tepi dan duduk di bale bengong, bayi itu akan menangis dan menunjuk ke arah laut.


"Andromeda? Kamu suka jalan-jalan di laut juga?" Clarissa tiba-tiba saja muncul di sana.


***


Apakah Clarissa akan menjadi duri dalam kehidupan rumah tangga Andromeda? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_1


__ADS_2