
Bab 60
Andromeda berjalan sambil menggendong Malika dengan tangan kiri dan tangan kanan merangkul Aisyah. Ketiga orang itu terlihat sangat bahagia. Mereka menggoda putri semata wayangnya yang terus saja mengoceh.
"Ma … ma …!" Tangan Malika digerak-gerakan dan meraih tangan Aisyah, lalu diletakan di pipi Andromeda.
"Sayang, tuh, Si Cantik juga tahu kalau kamu suka membelai wajah aku," ujar laki-laki itu dengan bangga dan tersenyum lebar.
Sementara itu, Malika malah mencium pipi Andromeda beberapa kali. Lalu, dia tertawa.
"Pa … pa …!"
"Si Cantik sudah bisa membedakan panggilan untuk kita. Biasanya dia memanggil aku dengan mama juga," lanjut Andromeda dan itu membuat Aisyah tertawa.
Wajar jika seorang anak kata pertama yang dia bisa itu mengucapakan panggilan kepada wanita yang melarikan dan mengurusnya. Mau itu "ma", "bu", atau "mi".
"Semalam Kak Zahra melakukan video call ternyata si kembar juga sudah bisa memanggil dengan panggilan "bubu". Aku senang Kak Zahra bisa tersenyum lagi," ucap Aisyah yang berjalan dalam rangkulan suaminya.
Aisyah selalu sedih jika dia mengingat sosok kakaknya. Dulu ketika dia lelah dengan kehidupan rumah tangganya, wanita itu yang selalu memberinya semangat dan melarangnya menyerah. Nasehat-nasehat bijak yang sering dikatakan kepadanya juga membuat dia bertahan di rumah suaminya. Meski laki-laki itu sering mengabaikan dirinya atau seakan dirinya tidak ada di rumah itu.
Andromeda memang membuatkan makanan untuk Aisyah. Namun, tidak ada kata yang terucap kepadanya untuk menanyakan apakah suka dengan makanannya atau mau di masakan apa. Jadinya, mau tidak mau Aisyah memakan apa yang dihidangkan di depannya. Untung semua masakan laki-laki itu enak dan terasa nikmat. Baru setelah Mama Venus mengomel, Andromeda bertanya ingin dibuatkan makanan apa.
"Mas, aku rindu sama Kak Zahra," kata Aisyah sambil menekan tombol lift.
"Nanti kita—"
"Andromeda, tunggu!" teriak Clarissa sambil berlari ke arahnya ketika mereka akan masuk ke dalam lift.
Andromeda dan Aisyah membalikan badan dan melihat wanita seksi yang berlari ke arah mereka dengan dada besar yang ikut bergoyang ke kiri dan ke kanan. Tentu saja itu membuat para lelaki yang melihat ke arahnya merasa tertarik dan pikiran mereka sudah menjurus ke hal yang 'anu'.
__ADS_1
'Ish, mau apalagi wanita itu?' (Aisyah)
Andromeda mengusap punggung sang istri memintanya bersabar. Bagi dia Aisyah adalah wanita terbaik dan tidak ada duanya.
"Ada apa?" tanya Andromeda datar menunjukan raut wajah tidak suka.
"Aku mau pinjam uang sebanyak 20 juta untuk modal usaha, tempat usaha aku dulu akhirnya bisa kembali menjadi milikku setelah di segel oleh polisi karena kejadian waktu itu," jawab Clarissa.
"Bukannya orang tua kamu itu orang kaya. Kenapa minjam uang sama aku?" tanya Andromeda.
"I-tu, dulu saat aku menikah dengan suamiku, orang tua aku tidak setuju. Tapi, aku keras kepala memilih menikah dengannya dan diusir oleh papa. Dulu aku menolak laki-laki yang akan dijodohkan oleh papa kepadaku. Sejak saat itu, aku dilarang menginjakkan kaki di rumah mereka," jawab Clarissa.
"Aku tidak bawa uang," balas Andromeda jujur. Sebab, yang bawa uang itu adalah Aisyah.
"Kalau begitu transfer saja ke rekening aku. Aku janji akan mengembalikan uang itu jika sudah terkumpul. Mudah-mudahan secepatnya bisa aku ganti," kata Clarissa.
Pintu lift terbuka dan Andromeda mengajak masuk Aisyah. Bukan masalah uang dengan nominal sebesar itu. Dia takut itu merupakan jalan Clarissa memasuki kehidupan rumah tangganya.
Clarissa membelalakkan matanya saat lantai yang dituju oleh keluarga Andromeda adalah lantai terlarang. Hanya sang pemilik hotel dan orang-orang penting baginya yang bisa menginap di sana.
'Siapa sebenarnya istri Andromeda? Apakah dia anak pemilik hotel ini? Tunggu, hotel ini 'kan milik pengusaha Amerika? Siapa sebenarnya wanita itu?' (Clarissa).
***
Aisyah sebenarnya keberatan atas permintaan Clarissa. Dia tidak mau kalau nanti wanita itu terus mengganggu kehidupan keluarganya.
"Ya, sudah jangan dikasih," kata Andromeda sambil membelai rambut Aisyah yang baru saja selesai dikeramas.
"Tapi, entah kenapa aku merasa ada sedikit rasa kasihan kepadanya. Terlihat sekali keputusasaan dari sorot matanya saat dia membicarakan keluarganya tadi," ucap Aisyah sambil merapikan lingerie yang baru dipakai, karena yang tadi dah dibuang oleh Andromeda.
__ADS_1
"Kamu itu selalu berprasangka baik pada siapapun. Ini bisa jadi dua mata sisi. Bisa menguntungkan kamu atau bisa juga mencelakakan kamu, Sayang. Kamu harus banyak belajar menilai kepribadian dan diri seseorang kepada Mentari atau Cantika. Kedepannya asah hal itu agar kamu tidak mudah ditipu oleh mereka yang menjual kisah sedih agar kamu berbaik hati kepadanya," ujar Andromeda sambil menyelimuti tubuh mereka.
***
Pagi harinya Aisyah datang ke kamar tempat Clarissa menginap. Wanita itu terlihat sangat terkejut saat melihat ada istri dari laki-laki yang merupakan cinta pertamanya.
"Assalamualaikum," sapa Aisyah.
"Wa'alaikumsalam. Tumben ada apa?" tanya wanita yang masih menggunakan gaun malam dan wajah kusut.
"Aku mau memberikan ini. Tapi, totalnya hanya 10 juta. Kamu tidak perlu mengembalikan uang ini. Gunakan sebaiknya untuk modal usaha kamu. Buktikan kepada orang-orang yang sudah membuat kamu menderita dulu, bahwa kamu pun bisa bahagia. Aku sarankan jual saja tempat yang pernah mendatangkan masalah bagi kamu. Cari tempat yang baru dan orang-orang yang baru. Mulai semuanya dari awal, yakin kalau Allah tidak tidur dan selalu mendengarkan doa semua hambanya," ucap Aisyah setelah meletakkan amplop di tangan Clarissa.
"Semoga kamu secepatnya mendapatkan kebahagiaan itu melebihi kesenangan kamu yang dahulu," lanjut Aisyah dengan tulus.
Air mata wanita seksi itu jatuh dengan deras dia pun memeluk tubuh Aisyah. Dia tidak menyangka kalau wanita yang akan dirusak kebahagiaan olehnya kemarin justru menginginkan dirinya bisa hidup bahagia.
"Terima kasih, Aisyah. Sekarang aku mengerti kenapa Andromeda begitu sangat mencintaimu. Jaga cinta kalian sampai kapan pun! Jangan biarkan ada godaan yang menghancurkan cinta kalian."
Clarissa memeluk erat tubuh Aisyah sambil menangis. Begitu juga dengan Aisyah yang tiba-tiba saja air matanya keluar.
"Jadilah orang yang lebih baik lagi dan memberikan manfaat untuk orang lain. Jangan berbuat buruk kepada orang lain, karena itu bisa saja akan berbalik kepadamu," balas Aisyah.
Kedua wanita yang berpenampilan sangat jauh berbeda itu menangis tertahan. Mereka tidak mau mengganggu para tamu hotel yang lainnya.
"Iya. Terima kasih, Aisyah. Senang bisa berkenalan dengan kamu," ucap Clarissa sambil melepaskan pelukannya.
***
Akankah kebahagiaan bisa dirasakan oleh Clarissa? Apa Aisyah akan hamil lagi? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
Cus meluncur ke karyanya 😍