Book One : Dunia Alpha

Book One : Dunia Alpha
Eps 21.Zam Tertangkap


__ADS_3

Dengungan keras terdengar dari dalam dinding ruang rapat. Ruang rapat raksasa di gedung merah itu kini dipenuhi anggota Pasukan Mata Merah dan Persatuan Pemberontak. Meja-meja rapat yang terbuat dari logam keemasan melayang tanpa kaki memenuhi ruang rapat. Juga kursi-kursi kotak merah melayang yang diduduki para anggota Pasukan Mata Merah dan Persatuan Pemberontak. Ruangan besar dan tinggi layaknya stadion itu menjadi tempat rapat ke-250 antara Pasukan Mata Merah yang dipimpin oleh Semu dan Persatuan Pemberontak yang dipimpin oleh Puma, mantan panglima besar distrik Kayu Emas. Gedung merah adalah markas utama mereka yang tak dapat terdeteksi oleh Alpha walaupun terdapat di distrik Tangan Bawah, distrik terendah milik Alpha.


"Kita akan mencapai tujuan awal kita dalam waktu dekat." Semu yang berada di kursi tertinggi dalam ruang rapat berkata pelan hingga hanya dapat didengar oleh orang sekitarnya. Puma, beberapa pembesar Pasukan Mata Merah dan Persatuan Pemberontak menyimaknya dalam diam dan senyum dalam, rencana mereka merebut pedang mirabilis berjalan mulus hingga saat ini.


Hari ini cetak biru lokasi dari pedang mirabilis telah mereka dapat. Laboratorium Emas, yang terletak di distrik Pena Hijau itu menjadi lokasi tempat pedang mirabilis disembunyikan. Letaknya yang berada di samping kantor cabang para Ranker dan sistem keamanan Laboratorium Emas yang belum dapat ditembus membuat rencana mereka harus dibuat sematang dan sebaik mungkin.


"Zenzen..maaf tuan, kami sudah menghitung dengan matang bahwa waktu persiapan untuk pencurian pedang mirabilis dapat mencapai satu bulan lebih." Karasu, dengan wajah menyesal dan lesu melaporkan hasil tim perencanaan.


"Bisa kau persingkat lagi?" Semu bertanya dengan raut wajah dan nada mengancam.


"B..baik tuan, zenzen, akan kami usahakan.!" Karasu beringsut mundur dengan cepat.


Adapun dibalik dinding ruang rapat lima orang penyusup kiriman doktor Zic melangkah perlahan. Beban berat dan besar digendong di punggung mereka.Dua orang membawa kotak besar. Tiga orang lainnya membawa ransel yang berisi alat canggih. Kelimanya menggunakan mode menghilang, standar para detektif dan penyusup Alpha. Tidak terdeteksi oleh siapapun.


Mereka berhenti tepat di samping ventilasi dasar di samping kanan ruang rapat.


"Lepaskan!"perintah dari balik earphone di telinga mereka. Suara pemimpin mereka, Doktor Zic, atau yang memiliki nama asli Zam. Dengan kaos oranye miliknya ia bersembunyi dibalik kotak-kotak di ruang penyimpanan. Ia yang bertugas meretas setiap pintu yang dilewati anggotanya, mengarahkan anggotanya menuju tempat tujuan mereka, ruang rapat.


Sepekan yang lalu, Zam dan timnya mengajukan kekhawatiran mereka pada bangunan merah di distrik Tangan Bawah. Dua hari tanpa kejelasan laporan mereka Zam alias doktor Zic dan kelima anggotanya memutuskan untuk mengeceknya sendiri dengan peralatan mereka.

__ADS_1


Belum saja mereka sampai ke gedung merah itu, mereka sudah bertemu dengan para pekerja yang membawa kotak aneh. Titik cahaya terang pun terlihat saat mereka bertemu Karasu dan Dewi Darah saat berbaur dengan para pekerja. Mereka segera membuat penyerangan mendadak hingga mereka semua sampai di gedung merah.


Dua orang anggotanya menurunkan kotak besar yang dibawa di punggungnya, membukanya perlahan tanpa suara. Isinya adalah lima ribu ekor `Lom´, robot nyamuk penghisap informasi serta penanam racun di tubuh mangsanya, entah itu hewan ataupun manusia. Robot nyamuk Lom adalah robot ciptaan Zam dan belum disebarkan. Sehingga hanya sedikit yang mengetahuinya.


Dengan cekatan angotanya mengatur semua Lom. Dalam tiga puluh detik, robot nyamuk Lom sudah menyebar melewati pintu, ventilasi, dan jendela memasuki ruang rapat. Tanpa suara `nging´ nyamuk mereka masuk tanpa disadari.


Namun tanpa mereka sadari rencana mereka sudah gagal, bukan karena nyamuk Lom ketehuan, ataupun hanya karena Zam ketahuan di ruang penyimpanan.Mereka telah dijebak. Hal itu dimulai dari Zam yang mendadak pingsan dan nyamuk-nyamuk Lom yang juga mendadak berjatuhan saat dapat masuk ruang rapat. Mereka telah dijebak.


@-@-@-@-@


"Selamat pagi kawan kecil!" Puma yang terbang melayang tersenyum sembari mencengkram erat rahang Zam yang kini kaki tangannya sedang terikat di langit-langit ruang rapat. Wajahnya lebam penuh bekas luka tinjuan bertubi-tubi dari Puma.


Puma menatap Zam dengan kesal, seakan akan tiap anggota Alpha adalah musuh besarnya.


"Akhirnya satu orang bodoh dari Alpha sudah tertangkap." Puma berkata mantap, menarik tangannya dari rahang Zam.


"Kau yang bodoh Puma, kau yang pergi melepas semua kehebatanmu di Alpha. Kau pergi dari ayah yang melatihmu." Zam berkata dengan serak.


"Alpha bukan ayahku, bahkan ibuku, aku berlatih dengan kekuatanku sendiri! Di bawah cemooh dan gunjingan orang-orang Alpha! Sejak aku datang hingga menjadi Panglima besar dulu, aku adalah bahan cemooh dan gurauan!"Puma berkata dengan keras menggetarkan tubuh bawahannya sendiri.

__ADS_1


Zam hanya menatap kosong dengan menahan luapan rasa sedih dan marah yang meluap-luap. Ia menatap seluruh anggotanya yang merenggang nyawa satu persatu karena kehabisan nafas di dalam air.


"Kau! Kau yang tak mengenal sahabatmu, kau hanya melihat sisi buruk orang yang menghinamu, kau...kau tak pernah melihat sisi lain dimana mereka mencintaimu, ingin membuatmu lebih baik." Zam mengeraskan suara seraknya.


Semu yang dari tadi hanya menatap arah pembicaraan mengangkat tangannya. "Sudahlah Puma, biarkan aku yang mengurusnya." Semu berkata mantap dan membuat Puma hanya dapat mundur dan mengangguk, "Baiklah.."


Kini, Zam hanya dapat menahan tangis melihat anggota timnya yang melayang tanpa nyawa dengan keadaan tangan dan kaki masih terikat dengan rantai besi di dasar akuarium. Wajahnya bertambah kalut membayangkan dirinya, pemimpin dari mereka akan mendapat hukuman lebih berat.


Semu menarik nafas. "Aku memberimu satu kesempatan Zam alias doktor Zic! Kau bisa bergabung dengan kami dan menjadi..."


"Tidak!!" Zam menjawab lebih keras walaupun tetap dengan suara seraknya. "Kau takkan dapat memalingkan wajahku dari Alpha yang telah membuatku lebih baik sekarang!!"


"Baiklah kalau itu maumu.."Semu tersenyum.


" Sebelumnya aku ingin mengatakan selamat karena sudah menjadi tim Alpha kedua puluh yang berhasil kutangkap hingga hari ini.Aku akan memberimu hadiah spesial karena telah membuatku bahagia."


Zam menatap Semu dengan wajah capai. Ia hanya ingin berharap dua hal, ia langsung dibunuh atau ditenggelamkan seperti yang lain. Tubuh lemahnya tak dapat bergerak lagi.


Tiga kali Semu bertepuk tangan, dan melanjutkan dengan berkata, "Persiapkan hukuman spesial kita!"

__ADS_1


Ruangan rapat mendadak gelap total di akhir kalimatnya.


__ADS_2