bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
10. meminta bantuan


__ADS_3

keina masuk ke ruangan Kenzie membawa 2 gelas es kopi, Kenzie tampak lebih baik dari sebelumnya, dia bersandar di kursi dengan mata terpejam.


"bos ken" panggil keina pelan.


"kenapa?" tanya Kenzie tanpa membuka matanya.


"saya bawain kopi, kalau ada masalah bilang aja bos ken, sesi curhat bisa di mulai mumpung saya nganggur" ucap keina sambil duduk di sofa yang berada di ruangan Kenzie.


"memangnya kamu bisa bantu?" ucap Kenzie.


"walaupun ngga tapi setidaknya beban bos ken berkurang, tapi gak ada salahnya kan kalau cerita sama saya" ucap keina, Kenzie pun berdiri mendekati keina dan duduk fi sampingnya.


"gini ya, saya punya usaha sendiri, tapi sekarang bangkrut gara gara orang kepercayaan saya kabur membawa semua uang hasil penjualan" ucap Kenzie dengan wajah sedihnya.


" sama sekali gak bisa di cari orangnya ya?" tanya keina.


"ah iya Revan!, dia pasti bisa bantu saya, ayo kesana sekarang" ucap Kenzie tiba-tiba sambil menarik tangan keina keluar.


***


sesampainya di kantor Revan Kenzie berjalan dengan buru-buru menuju ruangan Revan diikuti keina di belakangnya.


braakk


Kenzie membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"kalau masuk ruangan seseorang itu ketuk pintu dulu" ucap Revan kesal.

__ADS_1


"selamat sore pak Revan yang tampan" celetuk keina dengan senyum khas nya.


"sore" jawab Revan.


"van tolongin gue " ucap Kenzie memohon.


"kei kamu tunggu di depan" ucap Kenzie.


"pak Revan saya tinggal dulu ya" ucap keina lalu pergi, tak lupa dia menutup pintu.


"ada apa sih?" tanya Revan.


"lagi van lagi, usaha gue lagi lagi hancur, kali ini orang yang gue percaya kabur bawa semua uang hasil penjualan" jawab Kenzie.


"udahlah ken, perusahaan bokap lo juga cukup kan, otak lo juga cukup lah buat ngurus perusahaan" ucap Revan.


"terus lo mau nya gimana sekarang?" tanya Revan.


"lo bantuin gue cari orang itu, kalo gak ketemu mungkin gue harus nyerah" ucap Kenzie.


"oke gue bantuin, buat yang terakhir kalinya" ucap Revan serius.


"lo memang yang terbaik" ucap Kenzie.


mereka keluar, keina yang tadinya berdiri sambil senderan di tembok langsung berdiri tegak setelah melihat ada Revan disana.


"hai pak Revan" sapanya tapi tidak di tanggapi oleh Revan.

__ADS_1


tring


ponsel keina berdering menandakan ada pesan masuk, dia melihat pesan itu, ternyata dari Beni yang menanyakan Alamat kosan keina, dia pun langsung membalas pesan tersebut.


"oy bantet ayo pulang" ucap Kenzie lalu berjalan meninggalkan keina.


"iya bos ken"


"pak Revan saya pergi dulu, jangan lupa senyum pak" ucap keina lalu pergi menyusul Kenzie yang sudah berlalu pergi.


***


"kosan kamu dimana?" tanya Kenzie.


"di jalan xx bos ken, makasih loh mau nganterin saya" ucap keina.


"jangan salah paham, saya lakuin itu agar saya tau tempat tinggal kamu, siapa tau nanti kamu nipu saya terus kabur" elak Kenzie.


"jangan menilai semua orang itu sama dong bos, masa kei yang cantik nan lugu ini bisa nipu bos ken" ucap keina memuji diri sendiri.


"kata siapa cantik?, bahkan jika wanita di dunia ini cuma tinggal kamu, kamu belum bisa di bilang cantik " ucap Kenzie mengejek keina.


"huh kalau saya satu satunya wanita di dunia ini saya harap bos ken bukan satu-satunya pria di dunia ini, jadi saya bisa bersama pria lain menertawakan kesendirian bos ken hahaha" balas keina sambil tertawa keras.


"mana bisa begitu" ucap Kenzie.


"bisa lah" ucap keina kekeh, dan selama perjalanan pun diisi dengan pertengkaran kecil.

__ADS_1


__ADS_2