bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
sakit


__ADS_3

Pagi hari keina sudah siap berangkat kerja, hari ini dia bersiap lebih pagi dari sebelumnya, karena tidak ada orang tua Kenzie jadi dia ingin memasak sarapan sendiri.


"Bikin nasi goreng aja ya" gumam nya lalu dia mengeluarkan beberapa sayuran dari kulkas.


Setelah setengah jam keina selesai memasak, dia meletakkan 2 piring nasi goreng di meja makan.


"Tumben bos rese belum turun, biasanya udah duduk rapi disini" gumam keina.


Setelah menunggu 5 menit keina mulai merasa bosan karena Kenzie tak kunjung turun.


"Apa samperin ke kamarnya aja ya?" Ucapnya.


Keina berdiri lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar Kenzie, setelah berada di depan pintu kamar Kenzie keina mengetuknya tiga kali tapi tidak mendapatkan jawaban, dia mengetuk lagi karena masih tidak ada jawaban keina akhirnya membuka pintu tersebut dan ternyata pintunya tidak di kunci.


"Bos Ken?" Panggil keina pelan sambil melangkah masuk.


Tidak ada jawaban, kamarnya pun masih gelap karena tirai yang menutup jendela nya belum di buka.


"Kesana, jangan, kesana, jangan" gumam keina sambil menghitung jarinya, dia ragu untuk melangkah lebih dalam karena takut mengganggu Kenzie.


"Terserahlah paling hukumannya potong gaji" ucap keina, pada akhirnya dia memutuskan untuk membangunkan Kenzie.


Setelah mendekat keina bisa melihat punggung Kenzie yang terbalut selimut tebal, keina menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Kenzie, bagaimana bisa masih tidur disaat dia punya janji penting pagi ini pikir keina.


"Bos Ken bangun, kita bisa telat ke kantor" ucap keina sambil menepuk lengan Kenzie.


"Mmmm" bukannya bangun Kenzie malah menarik selimutnya menutupi lengannya.


"Ayolah bos Ken ini udah siang" ucap keina menurunkan selimut Kenzie.


"Mmmmhh dingin" ucap Kenzie pelan lalu memeluk guling di sampingnya agar dapat menghangatkan dirinya.


Gak biasanya bos Ken kaya gini, apa jangan-jangan dia sakit?. Batin keina lalu dia memeriksa suhu tubuh Kenzie dengan menempelkan tangannya di dahi Kenzie.


"Tuh kan bener, ngeyel si malah main hujan-hujanan, sakit kan" ucap keina.

__ADS_1


Karena tak tega keina kembali menyelimuti Kenzie, dia keluar dari kamar Kenzie lalu membatalkan semua jadwal Kenzie hari ini.


"Bos ken harus minum obat, dimana obatnya ya" gumam keina lalu dia pergi mencari seseorang untuk menanyakan obat demam.


Saat dia menuruni tangga dia berpapasan dengan salah satu pembantu yang ada di sana.


"Kamu tau dimana obat demam disimpan?" tanya keina.


"Ah itu biasanya ada di lemari dekat meja di lantai atas" jawab pembantu itu lalu pergi.


Saat keina ingin kembali naik dia teringat jika Kenzie belum sarapan, yang artinya Kenzie tidak bisa minum obat.


"harus bikin makanan dulu ya" gumamnya lalu keina pergi ke dapur.


keina memutuskan untuk membuat bubur, sambil masak dia makan nasi goreng yang tadi dia masak, setelah setengah jam lebih keina baru selesai memasak bubur untuk Kenzie.


keina menaruh bubur tersebut di mangkuk, dia juga mengambil segelas air hangat lalu pergi ke kamar Kenzie, tak lupa sebelumnya dia mengambil obat terlebih dahulu.


tok tok tok


sebelum masuk ke dalam kamar Kenzie keina mengetuk pintunya terlebih dahulu, tidak ada jawaban, dengan terpaksa keina masuk ke dalam dengan nampan di tangannya.


"bos Ken" panggilnya lagi sambil menepuk bahu Kenzie beberapa kali.


dengan malas Kenzie membuka matanya perlahan, tampak wajahnya yang pucat dan terlihat tak bertenaga.


"apa?" tanya Kenzie dengan suara serak dan lemah.


"bos Ken harus minum obat, jadi makan ini dulu" jawab Keina sambil mengambil mangkuk berisi bubur.


"nanti aja" ucap Kenzie yang sedang tidak bernafsu untuk makan apapun.


"ayolah, beberapa suap aja" bujuk Keina.


bukannya menurut Kenzie malah menarik selimutnya sampai menutupi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


mirip anak kecil. batin Keina


"jangan gitu lah bos Ken, ayo makan 1 suap juga gak papa" ucap Keina sambil berusaha menarik selimut yang menutupi tubuh Kenzie.


"saya gak mau makan" ucap Kenzie yang masih keras kepala.


"oke, saya bilang sama Tante sekarang, kalau bos Ken sakit terus merengek kaya anak kecil gak mau makan" ancam Keina yang sudah kehabisan akal.


"oke, oke saya makan" ucap Kenzie, dia tidak mau membuat namanya khawatir.


"anak manis" ucap Keina tersenyum sambil menepuk kepala Kenzie layaknya seorang ibu yang memberi tepukan hangat pada anaknya.


Kenzie duduk bersandar di tempat tidurnya, sedangkan Keina meniup bubur yang masih panas.


"ayo buka mulutnya aaaaaa" ucap Keina sambil memberikan sendok ke depan mulut Kenzie.


nyam


Kenzie menerima suapan dari Keina, entah kenapa yang tadinya dia tidak mempunyai nafsu makan sekarang dia malah menginginkan bubur itu lagi dan lagi.


"lain kali jangan main hujan hujanan kalau gampang sakit" gerutu Keina.


"oke" jawab Kenzie dengan nada malas.


Kenzie memakan bubur tersebut hingga tak tersisa sedikitpun, walaupun sedang sakit entah kenapa dia bisa merasakan rasa nikmat dari bubur tadi.


"ini obatnya" ucap Keina sambil memberikan obat dan gelas yang berisi air putih.


Kenzie mengambil obat tersebut lalu meminumnya, setelah itu dia mengembalikan gelas tersebut kepada Keina.


"makasih" ucap Kenzie pelan tapi masih bisa di dengar oleh Keina.


"wah wah kalau lagi sakit gini lucu juga ya, rese nya ilang entah kemana" ucap Keina membuat Kenzie mendengus kesal.


"sekarang bos Ken istirahat" ucap Keina sambil membantu Kenzie berbaring lalu menyelimuti Kenzie.

__ADS_1


"saya ke bawah dulu, kalau ada apa apa panggil aja" ucap Keina lalu pergi setelah Kenzie menganggukkan kepalanya.


kenapa dia baik dan perhatian sekali, padahal aku selalu membuat dia kesal. batin Kenzie, dia tersenyum lalu menutup matanya.


__ADS_2