
keina keluar memakai kemeja Kenzie yang dia masukkan ke dalam roknya agar tidak terlalu terlihat kebesaran.
"makasih bajunya bos ken" ucapnya lalu pergi, tapi teringat sesuatu jadi dia kembali berjalan mendekati Kenzie.
"eh iya bos ken yang tadi siapa?" tanya keina.
"kenapa, cemburu ?" goda Kenzie.
"dih ngapain saya cemburu sama cabe kriting, saya cuma mau ngasih tau kalo punya pacar tuh di jangain sama di didik yang bener haha" ucapnya sambil tertawa.
"hei bantet, saya bukan bapak nya ngapain saya harus didik dia" ucap Kenzie kesal.
" asal bos ken tau dia itu resenya melebihi bos ken, jadi kayanya dia harus banyak belajar lagi caranya menghargai seseorang" ucap keina serius.
"kenapa kamu bilang gitu?" tanya Kenzie.
"bos ken bayangin, saya lagi anteng jalan terus di tabrak sampe baju saya kotor kena kopi dia, tapi dia malah marahin saya padahal dia sendiri yang salah karena jalan sambil main handphone" gerutu keina.
"dia memang emosian" ucap Kenzie enteng.
"huh yang jelas bos ken harusnya bilangin dia, biar dia gak asal marahin orang yang gak berdosa kaya saya" ucap keina dengan wajah sok sedihnya.
pletak
bolpoin mendarat tepat di jidat mulus keina, membuat dia merintih kesaksian sampai mengelus jidatnya sendiri.
"apaan si bos ken" ucapnya.
"biar kamu gak banyak drama, yang jelas apapun yang dia katakan gak usah di tanggepin biarin dia jera sendiri" ucap Kenzie.
"oh ya hari Minggu besok kita ada pekerjaan ke luar kota, selama 3 hari jadi kamu kosongkan jadwalnya" ucap Kenzie.
"saya ikut bos ken?" tanya keina.
"menurut kamu?" ucap Kenzie sambil menaikkan alisnya.
"hehe saya pasti ikut kemanapun bos ken pergi" ucap keina.
"baiklah saya ke depan dulu" ucap keina lalu pergi menuju meja kerjanya.
__ADS_1
huh aku sendiri bingung bagaimana caranya melepaskan dia. batin Kenzie saat mengingat Laura.
***
keina merebahkan dirinya di kasur yang hanya cukup untuk satu orang, tiba-tiba handphone nya berdering.
bos ken?. batinnya
"hallo bos ken, kenapa?, kangen ya?" ucap keina penuh percaya diri
" amit amit, gak usah ke ge-eran deh jadi orang, saya cuma mau ngasih tau kamu besok jam 7 harus ke rumah saya" balas Kenzie dengan nada kesal
" mau ngapain bos ken, mau nyandra saya ya, atau saya mau di jual ke luar negeri?" tanya keina beruntun.
" bantet berisik, makanya besok datang saja kesini, tenang aja pulang aman kok, paling tinggal nama" goda Kenzie.
" BOS KEN SI TIANG RESE" teriak keina tapi Kenzie langsung mematikan telponnya.
huh untung ganteng, kalo ngga, gak bakal di apa apain juga sih haha. batin keina
***
"karena ada papa" jawab Kenzie
"alasan" gumam beni.
"dia pasti datang kan?" tanya dhea yang sudah sangat penasaran dengan keina.
"pasti lah" ucap Kenzie lalu pergi ke kamarnya.
"hais anak itu" ucap dhea sambil menghela nafas.
***
pukul 6 pagi keina berangkat ke rumah Kenzie, pasalnya butuh waktu setengah jam dari kosan keina agar sampai di rumah Kenzie.
setelah setengah jam akhirnya keina sampai di rumah Kenzie yang sangat jauh berbeda dengan rumahnya, keina membayar tukang ojek lalu dia berjalan ke arah gerbang lalu memencet bel yang ada di sana.
ini si rumahnya mirip istana. batin keina
__ADS_1
"permisi mba, cari siapa?" tanya seorang satpam yang bisa di bilang masih muda.
"bos ken mas" ucap keina.
"silahkan masuk mba" ucap satpam tersebut setelah membuka gerbang.
keina berjalan mendekati pintu utama, dia mengetuk pintu berwarna putih itu, tak lama kemudian pintu terbuka.
"mba keina ya?" tanya perempuan paruh baya itu.
"iya bu" jawab keina.
"mari masuk, saya sari asisten rumah tangga disini" ucap nya.
"oh, sudah lama kerja disini?" tanya keina.
"sejak den Kenzie lahir" jawab bu sari.
"keina ya?" sapa seorang perempuan yang cantik walaupun sudah berumur.
"iya tante" ucap keina.
"ayo sini duduk" ajaknya.
mereka pun duduk, sedangkan sari pergi ke dapur untuk menyiapkan minum.
"gimana kamu suka pekerjaan kamu?" tanya dhea, mama Kenzie.
"suka ko tante" jawab keina.
"tante minta maaf ya kalo Kenzie suka rese, dia memang gitu, kecuali sama orang yang gak dia sukai" ucap dhea.
"emangnya kalau dia gak suka seseorang dia kaya gimana tante?" tanya keina penasaran.
"dia jadi pendiem, acuh, terus jadi orang yang seolah gak pernah perduli sama orang lain" jawab dhea sedangkan keina hanya manggut-manggut.
"eh iya tante lupa lagi goreng ayam, kamu tunggu disini ya" ucap dhea sambil berdiri.
"kei ikut tante, siapa tau tante butuh bantuan" ucap keina, dhea tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
__ADS_1