bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
kejar-kejaran


__ADS_3

Keina pulang dengan membawa 2 kresek hitam di tangannya, dia masuk lewat garasi yang langsung terhubung ke belakang, tempat para ART berkumpul.


"Keina pulang membawa cemilan" ucapnya sambil menaikkan kantong kresek yang dia bawa.


"waah makasih ya" ucap mereka bersamaan.


"tante dhea belum pulang?" tanya Keina.


"belum, mungkin setengah jam lagi " jawab salah 1 di antara mereka.


Keina mengeluarkan handphone miliknya, kemudian mengirim pesan kepada orang tuanya.


Keina


pak, Keina udah kirim uang buat beli obatnya ibu..


Keina memang memberikan setengah dari gajinya kepada orang tuanya, karena dia tidak terlalu membutuhkan nya.


"oyy bantet, dari mana aja kamu?" tanya Kenzie yang tiba-tiba datang.


"dari depan beli cemilan, bos ken mau?" ucap Keina sambil menunjuk cemilan yang ada di atas meja.


"nggak kalian aja yang makan, oh ya besok kita ketemu sama Revan jam makan siang di cafe deket kantor nya dia" ucap Kenzie.


"uwah akhirnya ketemu sama pak Revan lagi, bos ken gak usah khawatir ya, semuanya akan saya urus dengan baik " ucap Keina.


huh kenapa kayanya dia seneng banget si. batin Kenzie lalu pergi ke kamarnya.


Keina makan cemilan sambil mengobrol dan bercanda bersama yang lainnya, setelah mendengar suara mobil masuk di halaman rumahnya Keina pergi ke luar untuk membantu membawakan barang yang di beli Dhea.


"eh Keina gak usah, sini kamu ikut tante aja" ucap Dhea menarik tangan Keina.

__ADS_1


"tapi belanjaan nya banyak biar kei bantuin bawa" ucap Keina tapi tidak di gubris oleh Dhea.


"kamu udah makan?" tanya Dhea.


"barusan makan cemilan tante" jawab Keina apa adanya.


"kalo gitu panggil Kenzie, kita harus makan malam" ucap Dhea.


"oh ya tante taruh ini di kulkas ya, kamu boleh makan ini kalau sudah makan malam" ucap dhea menunjuk 1 cup ice cream yang cukup besar.


"oke tante" ucap Keina penuh semangat.


Keina menaiki tangga menuju kamar Kenzie, setelah berada di depan pintu Keina mengetuk pintu itu...


"bos ken, yuhuuu~" panggil Keina sambil terus mengetuk pintu.


"ada apa si ganggu aja" tanya Kenzie dengan wajah malasnya setelah membuka pintu.


"di panggil tante dhea buat makan malam, kuy lah kei udah laper" ucap Keina sambil menarik tangan Kenzie.


"yang tadi kan cuma cemilan, jadi gak kenyang" jawab Keina santai.


"cewe apa bukan sih" ucap kenzie.


Keina tak menjawab, mereka langsung menuju meja makan, disana sudah ada Dhea dan Beni yang sudah duduk di kursi mereka.


mereka makan dengan tenang sampai selesai, seperti biasa setelah makan mereka selalu berkumpul mengobrol apa yang terjadi hari ini dan lainnya.


Keina pergi ke dapur mengambil ice cream yang di belikan Dhea, dia mengambil sendok lalu membuka pintu kulkas.


"uwaahh" Keina menatap ice cream seperti menemukan sebuah harta Karun, setelah itu dia ikut bergabung dengan yang lain.

__ADS_1


"oyy bantet, sini minta" pinta Kenzie memanggil Keina.


"ngga" ucap Keina memeluk ice cream miliknya.


Kenzie berdiri mendekati Keina yang sedang duduk menikmati ice cream miliknya.


"kei ada Revan tuh" ucap Kenzie menunjuk ke depan.


"hah mana mana?" tanya Keina sambil celingukan.


"hiyaaaa kena kan" ucap Kenzie merebut Ice cream di tangan Keina.


"bos ken rese balikin" ucap Keina tapi Kenzie sudah lari duluan.


"sini ambil kalo bisa" ucap Kenzie, dia sengaja memancing keributan sepertinya..


"bos ken ice cream ku" ucap Keina sambil terus mengejar.


"ooouuucchh" ucap Keina memegang hidungnya yang menabrak punggung Kenzie yang tiba-tiba berhenti mendadak.


"bos ken kalo mau berhenti bilang-bilang dong, sakit nih" ucap Keina sambil mengelus hidungnya.


"oh ada cabe kriting" gumam Keina setelah mengintip kedepan.


"kamu ngomong apa?" tanya Laura dengan wajah ganasnya.


"ah gak ngomong apa apa ko, kalian ngobrol yang anteng ya, sampe besok juga gak papa, dadah bos ken" ucap Keina setelah mengambil ice cream dari tangan Kenzie.


"oyy bantet jangan di abisin" teriak Kenzie.


"gak janji" Keina balas berteriak.

__ADS_1


"haish kalian ini kerjaannya teriak-teriak, berantem, kapan si akurnya" ucap Dhea sambil menggelengkan kepalanya.


"kalau bos ken berubah jadi baik gak rese lagi mungkin kita akur" jawab keina


__ADS_2