
keina berjalan pulang menuju kosannya, dia menelpon orang tuanya untuk memberitahu bahwa dia sudah bekerja.
"hallo nak"
"hallo pa, bapa apa kabar?, semuanya sehat kan?"
"bapak sehat, kalau ibu seperti biasa sering drop, tapi kamu jangan khawatir ya, jangan terlalu pikirin kita disini"
" ya tetep aja pa kei khawatir, tapi pa kei punya berita bagus"
"apa itu nak?"
"kei udah kerja pa, jadi sekertaris"
"kamu memang hebat nak, semoga kamu betah dan juga semoga bos nya baik ya"
"amin, semoga ibu cepet sembuh ya pak, ini kei lagi jalan pulang jadi telpon nya kei tutup dulu"
" hati-hati di jalan nak"
"iya pak, assalamualaikum"
"waalaikum salam"
"aku harus kerja keras demi bapa dan ibu, walaupun tantangannya harus berada di dekat bos rese setiap hari" gumam keina.
__ADS_1
dia memasukan handphone nya ke dalam tas, tapi tiba-tiba ada seorang pria yang menarik tas nya, dengan sekuat tenaga keina menahannya.
"tolong, tolong, ada jambret tolong" teriak keina sambil terus tarik menarik dengan abang jambret.
"hei adik manis, kasih tasnya sama abang kalo ngga nanti abang pukul loh" ancam si abang jambret.
"jangan bang, nanti saya gak bisa makan kalo tasnya saya kasih sama abang, udah abang ngalah aja cari target yang lain bang, kasihanilah adik manis ini bang" ucap keina dengan wajah sedih sedangkan tangannya tetap mempertahankan tasnya.
"aduh neng, maafin abang, tapi abang juga perlu uang neng" ucap nya
"tolong, tolongin kei, siapapun tolongin kei" teriak keina lagi.
seseorang mendengar teriakkan keina, dia segera berlari menuju keina menendang jambret itu sehingga jambretnya tersungkur ke tanah.
"ampuni saya, saya terpaksa ampuni saya" ucap jambret itu lalu lari sekencang kencangnya.
"sama sama, kenapa kamu jalan sendirian malam malam begini?" tanya orang tadi, dia adalah Revan sahabat Kenzie.
"biasa pak, bos ken yang rese nyuruh saya lembur" jawab keina.
"lalu kenapa kamu jalan kaki?" tanyanya lagi.
"hehe ngirit ongkos pak, gajian kan masih lama" jawab keina di sertai senyuman paling cerah yang ia punya.
"tapi kalau begini kamu bisa dalam bahaya, ayo saya antar" ucap Revan lalu pergi, keina menyusul Revan yang berjalan menuju mobil.
__ADS_1
"lain kali jangan pulang jalan kaki sendirian apalagi kalau malam hari" ucap Revan dengan wajah datarnya sambil mengendarai mobilnya menuju kosan keina.
"iya pak, sekali lagi saya terima kasih" ucap keina.
tak lama kemudian mereka sampai di depan kosan keina.
"mau mampir dulu pak?" tanya keina basa basi.
" tidak, saya harus segera pulang" jawab Revan.
"baiklah, terima kasih sudah mengantar dan menyelamatkan saya" ucap keina lalu melepaskan seatbelt nya bersiap untuk keluar dari mobil.
Revan mengambil dompet dari sakunya, lalu mengeluarkan beberapa uang lembar.
"pegang ini untuk ongkos kamu pulang dan pergi bekerja, agar tidak kejadian seperti tadi" ucap Revan sambil menyerahkan uang yang dia ambil dari dompetnya tadi.
"eh gak usah pak, saya janji hal tadi gak akan terulang jadi ini bapa simpan aja" tolak keina.
"kamu ambil saja, anggap saja kamu berhutang sama saya, jadi kamu tinggal bayar nanti kalu sudah punya uang" ucap Revan.
"tapi pak-"
"keina saya ada urusan jadi terima ini agar saya bisa segera pergi, saya gak suka penolakan, mengerti?" ucap Revan dengan aura dinginnya, membuat keina tak kuasa untuk membantah.
"terimakasih pak, hati hati di jalan" ucap keina mengambil uang yang di berikan Revan, lalu dia segera pergi memasuki kosannya.
__ADS_1
"huh dingin banget bener bener mirip CEO yang di cerita komik atau novel, beda sama bos ken yang rese dan berisik" ucap keina sambil menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai 2.