
" kita ngerjain apa kesini bos ken?" tanya keina saat mereka berada di tengah-tengah pembangunan hotel milik perusahaan Kenzie dan Revan.
"kita cek semuanya, menurut Revan ada sesuatu yang tidak beres, soalnya pembangunan ini lebih lama dari dugaan sedangkan budget nya terus bertambah dan melebihi dari batas seharusnya" jawab Kenzie.
"kalau begitu, sepertinya ada yang korupsi, kita coba cek biaya pengeluaran untuk bahan bangunan terlebih dahulu" ucap keina.
"kalo gitu ayo" ucap Kenzie sambil menarik tangan keina.
"panggil mandor nya kesini" perintah Kenzie kepada salah satu karyawan.
"baik, sebentar pak" ucapnya sopan lalu pergi.
tak lama kemudian seorang pria berumur 40 tahun lebih mendatangi Kenzie dengan wajah gugupnya.
"selamat siang pak" sapanya mencoba bersikap senormal mungkin, tapi keina dapat melihat kegugupan di wajahnya.
"saya minta laporan keuangan disini sekarang, dan juga kenapa proyek ini selesainya lebih lama dari dugaan" ucap Kenzie dengan tatapan serius nya.
"bu-buka nya saya sudah mengirimkan catatannya Minggu lalu?" ucap mandor tersebut, dia belum sempat menyalin laporan palsunya, dia tidak tau jika Kenzie akan datang kesana.
"saya lupa, dan saya minta laporan nya sekarang, bukankah disini juga ada?, kalau bisa sekalian dengan catatan pembelian untuk bahan bahan" ucap Kenzie.
"ta-tapi pak--"
__ADS_1
"gak ada tapi tapian ayo tunjukkan laporannya sekarang" ucap Kenzie memotong ucapan mandor tadi.
sepertinya dugaan ku benar.. batin keina
mau tidak mau mandor tersebut mengantar Kenzie ke ruangannya, dia menyerahkan seluruh catatan yang Kenzie minta.
"itu buku apa?" tanya Kenzie saat melihat buku berwarna merah ada di dalam laci yang tidak tertutup rapat.
"i-ini bukan apa apa pak" jawab mandor tersebut gugup.
keina menyadari ada yang aneh, tanpa bicara apapun keina langsung membuka laci tersebut dan mengambil buku yang tadi di tunjuk Kenzie.
"jangan, kembalikan" ucap mandor tersebut mencoba mengambil buku yang di pegang keina, tapi di cegah oleh Kenzie.
"jadi selama ini kami sudah menipu kami!" ucap Kenzie menahan amarahnya.
"maaf kan saya pak, ampuni saya" ucap mandor tersebut sambil memohon.
"kamu pilih, kembalikan semua uangnya atau berakhir di penjara" ucap Kenzie sambil menatap tajam ke arah mandor.
"i-ini, ini mobil saya ambil saja, sisanya akan saya bayar, tapi saya mohon jangan bawa masalah ini ke kantor polisi" ucap mandor tersebut.
"hari ini kamu saya pecat" ucap Kenzie.
__ADS_1
"pak saya mohon jangan pecat saya pak, saya akan mengganti semuanya tapi jangan pecat saya pak" ucap mandor tersebut.
"setiap orang yang melakukan kesalahan harus mendapatkan hukuman, dan ini hukuman buat kamu jadi pergilah dari sini sekarang" ucap Kenzie lalu pergi membawa semua catatan tadi.
"huh ini paling harganya cuma 80 juta, kita masih rugi 70 juta" ucap Kenzie sambil menatap kunci mobil yang di beri oleh mandornya.
"mmm gimana kalo kita ke rumahnya, siapa tau ada motor atau apa gitu" ucap keina.
"bisa juga, sekalian kita minta surat surat mobil ini, bentar ya saya telpon Revan buat minta mandor baru" ucap Kenzie sambil menyerahkan semua buku catatan ke tangan keina.
"hallo Van, gue udah dapet akar masalahnya, ternyata mandornya korupsi 150 juta, ini mau gue urus lu urus mandor baru aja, usahain besok udah ada" ucap Kenzie.
"cepet juga lo, soal mandor mah gampang" jawab Revan di sebrang sana.
"gue di bantuin keina, kalo gitu gue tutup telponnya" ucap Kenzie lalu menutup telponnya.
"ayo kita ke rumah nya sekarang" ucap Kenzie.
"bos tau rumahnya?" tanya keina
"ngga" jawab Kenzie berwajah polos, membuat keina mendengus kesal, keina pergi meninggalkan Kenzie sendirian.
"oyy bantet mau kemana?" tanya Kenzie menyusul keina, ternyata keina menghampiri salah satu pegawai untuk menanyakan alamat mandor.
__ADS_1
"udah denger kan alamatnya, sekarang ayo berangkat" ucap keina berjalan mendahului Kenzie.