bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
3. julukan


__ADS_3

seorang perempuan mendatangi keina, dia adalah orang yang di suruh Kenzie untuk mengajari keina.


"hai, namaku bella" ucapnya seraya mengulurkan tangan.


"aku keina" ucap keina membalas uluran tangan.


"aku di suruh buat ngajarin kamu, jadi kalo ada pertanyaan silahkan tanya jangan sungkan" ucap bella ramah.


"ah baiklah" ucap keina.


selama setengah jam bella mengadakan sesi tanya jawab, keina cukup pintar sehingga tidak sulit mempelajari pekerjaan dan tugas nya sebagai sekertaris.


"sampai disini kamu sudah paham?" tanya bella.


"sudah" jawab keina.


"baguslah, aku harus kembali, ingat ya jadwal hari ini apa saja" ucapnya sebelum pergi.


"tenang saja, ingatanku cukup bagus" ucap keina, lalu bella pun pergi.


keina mempelajari beberapa berkas yang ada di atas mejanya, saat dia sedang fokus tiba-tiba Kenzie keluar dari ruangannya dan menghampiri keina.


"oooy bantet, jam berapa pertemuan dengan perusahaan xx?" tanyanya membuat keina kesal.


"bos ken kenapa si ngatain saya mulu" rajuk keina.


"suka suka saya lah" ucap Kenzie dengan nada angkuhnya.


"jam 1 siang, di restoran xx" ucap keina kesal.


Kenzie berbalik ingin pergi ke ruangannya tapi belum sampai dia membuka pintu terdengar keina yang mengumpat dirinya.


"bos rese emang ya!. bisa nya ngeledekin orang doang, dasar tiang!" umpat keina yang mampu di dengar oleh Kenzie.


"oyy bantet saya bisa dengar loh, gaji kamu saya potong bulan ini" ucap Kenzie lalu segera dia masuk ke dalam ruangannya.


dosa apa aku tuhan kenapa dapat bos harus rese kaya dia. ucap keina dalam hati sambil menatap langit langit ruangannya.


***


keina dan Kenzie memasuki restoran dimana mereka akan melakukan pertemuan, saat sampai di meja Kenzie hanya berdiri.


"ada apa bos ken?" tanya keina bingung.

__ADS_1


"tarikan kursi untukku" Ucapnya, dengan kesal keina menuruti permintaan bos nya itu, dia tidak ingin jika gajinya harus di potong hanya karena tarikan kursi.


"makasih bantet" ledek Kenzie.


"bos yang tinggi nya ke tiang diem aja ya" ucap keina dengan senyum kesalnya, seketika Kenzie tertawa melihat ekspresi wajah keina.


"kenapa bos ken?, bos ken belum minum obat ya?" tanya keina tanpa rasa bersalah.


"kamu pikir saya gila?!" ucap Kenzie.


"mungkin saja kan hehe" ucap keina di iringi cengiran.


"huh, pesankan aku minum" titah Kenzie.


"bos ken mau minum apa?" tanya keina.


"yang manis pokoknya?" jawab Kenzie tanpa melihat ke arah keina.


"saya dong bos ken" ucap keina dengan wajah di buat se imut mungkin membuat Kenzie bergidik.


"pait iya!"


"pesankan saya minuman yang dingin tapi manis!" perintahnya lagi.


"es teh manis" ucap Kenzie pada akhirnya.


"bilang dari tadi dong bos biar saya gak bingung" ucap keina lalu pergi meninggalkan Kenzie.


"yooo ken" sapa seseorang, dia adalah Revan, sahabat Kenzie sekaligus partner bisnisnya.


"kemana aja si lo, lama banget ke cewek lagi dandan aja" ucap Kenzie.


"santai lah, ada urusan bentar tadi" ucap Revan lalu dia duduk di hadapan Kenzie.


"hallo bos ken, kei datang membawa sesuatu yang dingin tapi manis" ucap keina dengan senyum secerah matahari, dia menaruh minuman Kenzie lalu duduk di samping Kenzie.


"siapa dia?" tanya Revan dingin.


"sekertaris baru gue" jawab Kenzie.


siapa dia?, dingin tapi manis, kayak minuman bos ken, kyyyaaaa aku merasa kalah manis. jeritan keina dalam hati.


"kei dia sahabat sekaligus partner bisnisku, dialah orang mengadakan pertemuan ini" ucap Kenzie.

__ADS_1


"ah salam kenal, saya keina sekertaris baru bos ken" ucap keina memperkenalkan dirinya, tak lupa dia tersenyum semanis mungkin agar terlihat ramah.


"hmmm" hanya di jawab dengan deheman oleh Revan.


walaupun masnya dingin, tapi dia tetap ganteng kok. batin keina.


"baiklah, ayo kita mulai bahas soal kerjasama nya" ucap kenzie, kemudian suasana pun menjadi serius selama beberapa waktu.


"baiklah sampai di sini dulu, selanjutnya kita lihat perkembangannya dulu" ucap Revan lalu berdiri dan mengulurkan tangannya.


"senang bekerjasama denganmu" ucap Kenzie membalas uluran tangan Revan.


"ayo kita kembali, banyak pekerjaan yang harus segera ku selesaikan" ucap Kenzie lalu berjalan mendahului keina.


"haish, kenapa ninggalin mulu sih" gerutu keina lalu dia segera mengejar Kenzie.


"oyy bantet!" panggil Kenzie saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"keina bos ken keina bukan bantet" ucap keina penuh penekanan.


"suka suka saya lah mau manggil atau ngasih julukan apa" ucap Kenzie.


"haish terserah bos ken saja lah" ucap keina mengalah.


"oh ya apa kamu bisa mengemudi?" tanya Kenzie.


"tidak hehe" jawab keina sambil menggelengkan kepalanya.


"lebih baik kamu belajar mengemudi sana, aku tidak suka supir, makanya kamu yang seharusnya menjadi supir untukku" ucap Kenzie membuat keina bingung.


"tapi saya sekertaris bos bukan supir" ucap keina.


"ya tapi saat di luar kantor kamu adalah sekertaris merangkap supir" ucap Kenzie lalu mulai menjalankan mobilnya.


"boleh saja bos, tapi gajinya juga doble ya, gaji sekertaris sama gaji supir" ucap keina dengan antusias.


"ohohoho tidak semudah itu bantet!" ucap Kenzie membuat keina menciut.


"tapi jika kamu menuruti semua perintah ku bisa di pertimbangkan, yang jelas kamu harus segera latihan mengemudi" ucap Kenzie membangkitkan kembali semangat keina.


"waah kalau begitu kei akan belajar dengan giat, awas saja ya kalo bos ken berbohong" ucap keina.


"aku bukan orang yang suka mengingkari janji sendiri" ucap Kenzie.

__ADS_1


"baguslah" ucap keina


__ADS_2