bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
11. pindah


__ADS_3

saat sampai di kamar kos nya keina pergi membersihkan dirinya, tak lama kemudian dia selesai lalu mulai merapikan barang-barang yang akan dia bawa ke rumah Kenzie.


saat hampir selesai handphone keina berbunyi, telpon dari nomor tidak di kenal, keina mengangkat telpon tersebut.


"hallo siapa ya?" tanya keina.


"saya deden, supir yang di suruh pak Beni untuk menjemput mba keina" jawabnya.


"oh iya sebentar lagi saya selesai ko, tunggu 10 menit aja" ucap keina lalu mematikan telponnya saat mendengar kata iya sebagai jawaban.


setelah 10 menit keina turun membawa 1 kardus dan 1 tas yang lumayan besar.


"masih ada lagi?, biar saya bantu?" tanya deden setelah mengambil alih tas dan kardus yang di bawa keina.


"ada 2 kardus lagi di atas, ayo" ucap keina lalu berjalan mendahului deden.


setelah mengambil kardus tersebut deden merapikan semua barang keina di bagian belakang mobil, sedangkan keina sudah duduk manis di kursi bagian depan.


"sabuk pengamannya mba" ucap deden sambil menunjuk seatbelt setelah bersiap untuk melajukan mobilnya.


"eh iya" ucap keina lalu segera memasang seatbelt nya.


" mba ini saudara pak Beni ya?" tanya deden asal.


"bukan, saya kerja di perusahaan pak Beni sebagai sekertaris" jawab keina.


"wah berarti mba sekertaris spesial ya, selama saya kerja disana saya gak pernah di minta untuk menjemput sekertaris nya pak Kenzie apalagi tinggal di sana" ucap deden.

__ADS_1


"oh ya nama kamu siapa?" tanya keina.


"aku deden, 25 tahun dan sudah bekerja di sana selama 5 tahun" jawab deden pria muda yang tampangnya cukup lumayan.


"wah lumayan lama ya" ucap keina.


"iya mba, dan biasanya pak kenzie itu sering gonta-ganti sekertaris, katanya mereka pada gak betah soalnya pak Kenzie sering buat mereka lembur dan suka seenaknya" ucap deden.


"memang sih, tapi bos ken gak begitu buruk juga sih, oh ya jangan panggil mba dong, apa aku terlihat setua itu?" tanya keina.


"ngga ko mba" ucap deden gugup.


"panggil aku keina atau kei jangan panggil mba!" ucap keina serius.


"i-iya kei" ucap deden.


setelah menempuh perjalanan setengah jam akhirnya keina sampai di rumah Kenzie, dia mengeluarkan semua barangnya di bantu oleh deden, kedatangan keina di sambut oleh dhea dan Beni.


"selamat datang keina" ucap keduanya.


"tante, pak" ucap keina sambil mencium tangan keduanya.


"den bantuin bawa ke dalem ya barang barangnya" ucap Beni kepada deden


"siap pak" ucap deden lalu membawa semua barang keina masuk kedalam setelah mereka masuk ke dalam terlebih dahulu.


"kamu bawa kesini ya barangnya" ucap dhea menunjukkan sebuah kamar kepada deden.

__ADS_1


"ini kamar kei Tante?" tanya keina tak percaya.


"iyaa ini kamar kamu mulai sekarang" ucap dhea


"uwaaahh makasih tante, kamarnya bagus banget" ucap keina.


"kamu suka kei?" tanya Beni.


"suka pak" jawab keina dengan pandangan takjubnya.


" mulai sekarang anggaplah seperti rumah sendiri, jika butuh apapun kamu bisa bilang sama tante atau bi sari" ucap dhea.


"makasih banyak tante buat semuanya" ucap keina dengan senyuman khasnya.


" ya udah kamu beresin semua barang kamu, lalu kita makan malam bersama" ucap dhea.


"iya tante" ucap keina lalu mulai merapikan barang-barang miliknya.


setelah merapikan semua barang miliknya keina keluar menghampiri Dhea yang sedang sibuk menyiapkan makan malam.


"tante, keina bisa bantu apa?" tanya keina setelah berada di samping dhea.


"ah gak usah biar tante aja" ucap dhea.


"biarin kei bantuin tante ya, kei mohon" ucap keina sambil mengantupkan kedua tangannya.


"kamu ini, ya sudah kalau begitu bantu bawa ini ke meja makan ya" ucap dhea menunjuk masakan nya.

__ADS_1


"siap tante" ucap keina lalu membawa semua masakan dhea ke meja makan, keina juga menyiapkan piring dan pelengkap lainnya di meja makan.


__ADS_2