
"pagi yang indah harus di sertai senyuman yang merekah" ucap keina pada dirinya sendiri saat bercermin.
setelah selesai make up dia mengambil tasnya lalu memakai sepatu, setelah itu dia memesan ojek online.
tak lama kemudian ojek online itu datang, dan memberikan helm kepada keina.
"pagi neng, udah cantik gini mau pergi kerja ya?" tanyanya sambil memberikan helm.
"iya dong pak, hari pertama ini pak jadi saya harus terlihat cantik" jawabnya penuh percaya diri.
setelah 15 menit keina sampai di tempat tujuan, dia turun lalu membayar ongkos kepada bapak ojek online yang tadi.
"waaaah gedungnya tinggi banget" ucapnya senang.
dia berjalan memasuki lobby, ruangan yang sangat luas, ada beberapa orang berlalu lalang, dia berjalan menuju resepsionis.
"selamat pagi mba, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis itu.
"saya ada janji dengan bapak Beni Arsando mba" jawab keina.
"oh pak Beni belum sampai, mba bisa tunggu di sana" ucap resepsionis itu sambil menunjuk salah satu sofa.
"makasih ya mba" ucap keina sebelum pergi meninggalkan resepsionis tadi.
setelah setengah jam keina menunggu akhirnya pak Beni dan anaknya datang, semua orang menunduk memberi hormat saat mereka datang, kemudian pak Beni berjalan mendekati keina, sedangkan anaknya memilih untuk langsung ke ruangannya.
"keina, sudah lama menunggu?" tanya Beni.
"lumayan pa, untung saya gak ketiduran hehe" jawab keina apa adanya.
"ya sudah, ayo ikut saya" ucap Beni yang di angguki keina.
***
Beni membuka pintu ruangan anaknya, Kenzie.
__ADS_1
terlihat dia sedang sibuk berkutat dengan pekerjaannya, dia melirik sebentar ke arah sang papa lalu kembali fokus pada komputernya.
"ken, berenti dulu kerjanya" titah Beni, Kenzie pun menurut.
"iya pa, ini udah berhenti ko, oh iya siapa cewek pendek di belakang papa" tanya Kenzie menunjuk keina yang berdiri di belakang Beni.
pendek?, ini bukan pendek tau!, cuma kurang tinggi aja, dasar tiang seenaknya ngatain orang. gerutu keina dalam hati, padahal sendirinya ngatain orang.
"namanya keina, dia yang akan jadi sekertaris kamu mulai sekarang, baik baik sama dia" ucap Beni.
"hooo, lulusan apa?" tanya Kenzie kepada keina.
"saya S1 pak" jawab keina.
"pokoknya papa gak menerima penolakan, dia harus kerja disini, dia ini dewi penolong papa, jadi kamu harus bersikap baik sama dia" ucap Beni, membuat Kenzie heran dan bingung.
"keina, bilang sama saya kalau dia macem-macem atau berbuat seenaknya, saya akan marahin dia nanti" ucap beni kepada keina.
"siap pak, akan saya laporkan segala sesuatu yang tidak saya sukai" ucap keina tanpa beban membuat Kenzie mendelik ke arahnya.
"sudah gak usah banyak tanya, intinya dia kerja mulai hari ini dan kalo papa denger dia ngeluh karena kamu awas saja" ancam papanya serius membuat Kenzie tak berkutik.
"nah, keina, ruangan kamu ada di depan sini ayo saya antar" ucap Beni mengantar keina keluar menuju ruangannya.
"oh jadi ruangan saya di depannya ruangan anak bapa ya" ucap keina.
"iya, saya harus pergi, ingat ya kamu bilang saja kalau Kenzie berulah"
"dia itu baik, cuma kadang ngeselin sama usil jadi harap di maklumi ya" ucap Beni.
"siap pak" ucap keina sambil menaruh tangannya di antara mata dan alisnya, memberi hormat.
"haha saya tinggal, semoga kamu betah" ucap beni lalu pergi, tak lama kemudian Kenzie datang lalu menghampiri keina.
"apa maksudnya dewi penolong?" tanyanya tiba-tiba.
__ADS_1
"oh itu, jadi kemarin itu pak beni tasnya di rampok, jadi saya tolongin makanya tadi dia bilang saya dewi penolongnya" jawab keina.
"oh" Kenzie menjawab dengan satu kata yang sangat di benci sejuta umat.
"bos kalo ngomong jangan pelit gitu napa" ucap keina membuat Kenzie kesal.
"saya bos kamu, terserah saya dong mau ngomong apa aja" ucapnya dengan nada kesal.
"oh ya, nama bos siapa?" tanya keina.
"Kenzie Arsando, Presdir perusahaan Arsando group, orang paling ganteng, sempurna dan sangat pintar, dan jangan lupa saya bos kamu jadi jangan membantah" ucapnya penuh rasa percaya diri.
"ko narsis si bos" ucap keina spontan.
"diam kamu, dasar cewek pendek" ejek Kenzie.
"bos ini bukan pendek" elak keina
"terus apa?"
"cuma kurang tinggi aja" ucap keina pelan tapi bisa di dengar oleh Kenzie.
"haha itu artinya sama aja dasar bantet" ejeknya lagi kemudian membalikkan badannya hendak pergi ke ruangannya.
"bos ken tunggu" ucap keina menghentikan langkah kenzie.
"apa?" tanya nya
"saya harus kerjain apa?" tanya nya dengan senyuman polos nya.
"tunggu sebentar di situ" ucap kenzie lalu dia ke ruangannya.
dia mengambil telpon untuk menelpon bawahan nya.
kesini sekarang, ada pegawai baru, ajari dia jadi sekertaris baik dan sempurna. titah Kenzie lalu menutup telponnya.
__ADS_1