
"Mau ngapain kamu disini?" Tanya Kenzie setelah dia duduk berhadapan dengan Laura.
"Karena aku pengen ketemu kamu, dari air port aku langsung kesini tau"jawab Laura dengan nada manja.
"Laura aku sudah bilang jangan terlalu memaksakan diri kamu seperti ini" ucap Kenzie yang sudah mulai lelah dengan segala tingkah Laura.
"Kamu tau kan aku sayang kamu, aku mau kita terus bersama" ucap Laura.
"Aku udah berkali-kali bilang sama kamu, aku sayang sama kamu cuma sebagai teman gak lebih, jadi jangan menyakiti diri kamu lebih dari ini, karena selamanya perasaan aku gak akan pernah berubah" ucap kenzie.
"Kenapa?, Apa karena perempuan tadi?" Tanya Laura.
"Bukan karena dia atau karena siapapun, perasaan aku memang gak akan pernah lebih dari ini" jawab Kenzie.
"Kenapa?, Aku kurang apa?" Tanya Laura dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu gak kurang apa apa, tapi perasaan gak bisa di paksakan, jadi aku mohon berhenti seperti ini dan cari seseorang yang mencintai kamu juga" ucap Kenzie.
"Aku pulang" ucap Laura lalu pergi dengan menahan air matanya.
Kenzie hanya menatap punggung Laura dengan sendu, Laura memang cantik tapi entah kenapa sekeras apapun Laura berjuang mendekati dirinya Kenzie tak pernah sekalipun merasakan cinta terhadap Laura.
****
Pagi hari Kenzie memasuki lobby kantor dengan gagah di ikuti Keina di belakangnya, Kenzie di sukai hampir seluruh karyawannya, sikapnya yang ramah dan kebaikannya membuat para karyawan merasa senang bekerja di sana.
"Pagi pak" sapa salah satu karyawan saat Kenzie datang.
"Pagi" jawab kenzie dengan senyum ramahnya.
Mereka masuk ke ruangan masing-masing, mereka di sibukkan dengan pekerjaan masing-masing, sehingga Keina tak menyadari seseorang telah masuk ke dalam ruangannya.
"Permisi" ucap orang itu sambil mengetuk meja Keina.
__ADS_1
"Ah iya, eh pak Revan, apa kabar?" Sapa Keina dengan senyum khasnya.
"Kenzie ada di dalam?" Tanya nya tidak memperdulikan pertanyaan Keina..
"Ada" jawab Keina, Revan melangkahkan kakinya menuju ruangan Kenzie.
"Pak Revan tunggu sebentar" panggil Keina menghentikan langkah Revan.
"Ada apa?" Tanya Revan dengan tatapan dinginnya.
"Saya tau waktu pak Revan gak banyak karena bapak sangat sibuk tapi saya minta waktunya gak sampai 5 menit kok" ucap Keina sambil tersenyum canggung.
"2 menit" ucap Revan sambil menyilangkan tangannya.
"ini" ucap Keina sambil menyerahkan sebuah amplop.
"Apa ini?" Tanya Revan menaikkan sebelah alisnya.
"Utang saya, saya sangat berterimakasih untuk waktu itu, jadi ini saya kembalikan semua utang saya" jawab Keina sambil tersenyum.
"Tapi utang itu harus di bayar, jadi ini tolong terima ya" ucap Keina memberikan amplop tersebut ke tangan Revan.
"Silahkan bos ken ada di dalam" ucap Keina membuka pintu ruangan Kenzie.
Keina langsung menutup pintu setelah Revan masuk kedalam, setelah itu Keina kembali ke mejanya dengan perasaan tenang karena tidak lagi punya hutang.
"itu apa?" tanya Kenzie saat melihat amplop yang ada di tangan Revan.
"bukan apa apa" jawab Revan sambil memasukkan amplop tersebut ke dalam saku celananya.
***
"ini, saya udah bilang gak usah" ucap Revan setelah keluar dari ruangan Kenzie.
__ADS_1
"saya mohon terima ya, saya gak enak kalau saya punya utang" ucap Keina dengan wajah memelas.
"jangan pasang muka kaya gitu" ucap Revan dengan wajah dinginnya lalu pergi diikuti asistennya di belakang.
"haish pak Revan gak cape apa ya pasang muka jutek gitu" gumam Keina sambil memperhatikan Revan yang semakin lama semakin tak terlihat.
"liatin apa?" tanya Kenzie membuat Keina terkejut.
"huaaaa, bos ken bikin kaget aja" ucap Keina sambil memegang dadanya.
"emangnya saya setan apa bikin kamu kaget" ucap Kenzie.
"lebih parah dari setan bos ken" ucap Keina membuat kenzie kesal.
"saya potong gaji kamu berani menghina bos kamu sendiri" ucap Kenzie dengan sorot mata menakutkan..
"jangan bos ken saya cuma becanda" ucap Keina mencoba merayu Kenzie agar menarik kembali ucapannya.
"saya gak percaya" ucap kenzie tidak memperdulikan Keina yang memohon di depannya.
"ayolah bos ken yang baik hati dan tidak sombong, ampuni saya yang tidak punya apa-apa ini, kalau gaji saya di potong gimana saya bisa bayar pengobatan ibu saya" ucap Keina mendramatisir.
"jual ginjal kamu" ucap Kenzie dengan santainya.
"dasar bos rese, terserah lah potong aja gaji saya, nanti saya bilang tante dhea gaji saya gak bakal di potong yang ada di tambahin" ucap Keina dengan senyum penuh kemenangan.
"dasar tukang ngadu" ucap Kenzie.
"dasar bos rese yang suka seenaknya potong gaji orang" balas Keina tak mau kalah.
"terserahlah, ngomong sama kamu cuma bikin pusing" ucap kenzie lalu pergi ke ruangannya.
gemes banget si bos ken, saking gemesnya jadi pengen cubit ginjalnya. batin Keina
__ADS_1
" eh emang bisa ya cubit ginjal?" gumam Keina bingung sendiri dengan ucapannya.
"ah terserahlah" ucapnya lalu kembali fokus pada pekerjaannya