
"oyy bantet sini" panggil Kenzie kepada keina yang sedang melihat lihat sekitar.
mereka sekarang berada di sebuah toko pakaian yang terkenal, setelah beberapa perdebatan tentang memilih kado akhirnya mereka sepakat untuk memilih pakaian sebagai kado untuk pernikahan temannya.
"kenapa bos Ken?" tanya keina saat menghampiri Kenzie.
" gimana?, bagus?" tanya Kenzie sambil menunjukkan sebuah gaun berwarna putih.
"bagus, bos Ken mau pilih yang ini?" tanya keina.
"sana cobain" ucap Kenzie menyuruh keina untuk mencoba gaun tersebut.
"loh ko saya yang cobain gaunnya, kan buat hadiah" ucap keina.
"siapa yang bilang ini buat hadiah?, gaun ini buat kamu pakai nanti" ucap Kenzie membuat keina semakin kebingungan.
"dipakai nanti?, emang Kei mau kemana pakai gaun segala?" tanya keina yang masih bingung.
"kamu pake ini buat nemenin saya nanti" ucap Kenzie.
"ngga, kei ngga mau, Kei mau di rumah aja" ucap keina yang tidak ingin ikut Kenzie ke pesta pernikahan.
"ayolah, masa saya dateng sendiri" pinta Kenzie.
"lagian udah tanggung loh, kita udah disini pilih baju masa kamu gak ikut" bujuk Kenzie berusaha membuat keina untuk mau ikut dengannya
"Kei dapet apa kalo ikut?" tanya keina..
"ice cream 1 kulkas" ucap Kenzie berniat bercanda.
"deal, kei ikut kalo gitu, awas bohong ya" ucap keina dengan senyuman merekah di bibirnya, lalu dia mengambil gaun tadi dan mencobanya.
"dasar bantet ngeselin, orang tadinya cuma mau bercanda ko jadi beneran mau" ucap Kenzie yang masih tak percaya, mungkin memang hanya ice cream tapi jika 1 kulkas bisa membuat dompet kosong.
"aku tidak tahu kalau ternyata aku secantik ini" ucap keina yang sedang mengagumi dirinya sendiri di depan cermin.
keina menghampiri Kenzie dengan memakai gaun yang dipilihkan olehnya, keina menepuk punggung Kenzie yang sedang memilih gaun lainnya.
__ADS_1
"bos Ken, gimana, cantik kan?" tanya keina setelah Kenzie membalikkan badannya.
seketika Kenzie terpana dengan kecantikan keina namun satu detik kemudian dia berusaha menyadarkan dirinya kembali.
"sama aja kaya biasanya, jelek" elak Kenzie.
apa apaan itu tadi, mengapa aku merasa terpukau, ah iya mungkin ini karena pertama kalinya aku melihat dia memakai gaun. batin Kenzie.
"ya udah kalau gitu Kei cari gaun yang lebih cantik" ucap keina hendak pergi memilih gaun lain.
"gak usah itu aja, walaupun cari yang lain tetep aja kamu jelek" ledek Kenzie.
"bos Ken ngeselin" dengus keina, dia kembali ke ruang ganti dan mengganti gaunnya dengan baju yang dia kenakan tadi.
akhirnya Kenzie membeli gaun untuk hadiah pernikahan temannya itu, tidak lupa dia juga membeli setelah untuk dirinya dan juga keina.
setelah selesai mereka kembali ke rumah karena pesta pernikahan di adakan sore hari hingga malam.
"bos Ken jangan lupa janjinya ya" ucap keina sebelum dia memasuki kamarnya.
"gak boleh gitu lah bos Ken, kalo udah janji harus di tepatin dong" ucap keina.
"oke oke tapi jangan 1 kulkas juga" ucap Kenzie mencoba bernegosiasi.
"3/4" ucap keina sedikit kesal.
"setengah, udah gak ada tawar menawar lagi" ucap Kenzie yang pada akhirnya pasrah.
"oke, besok harus udah ada" ucap keina, dia langsung pergi ke kamarnya tanpa mendengar jawaban Kenzie.
****
malam hari mereka pergi ke pesta pernikahan, di lihat dari segi apapun mereka tampak serasi layaknya sepasang kekasih.
saat mereka tiba di sana Kenzie dan keina langsung menghampiri sang pengantin dan memberikan selamat atas pernikahannya, setelah itu mereka pergi untuk mencicipi makanan dan menyapa tamu undangan yang lain.
"udah gak makan berapa hari?" tanya Kenzie saat melihat keina yang nambah untuk ketiga kalinya.
__ADS_1
"3 hari bos Ken" Jawa keina membuat Kenzie tertawa kesal, bagaimana tidak kesal jika sindirannya di jawab dengan lelucon.
"hai Ken" sapa seseorang lalu dia duduk di samping Kenzie, dia adalah Revan.
"hai Van, gimana urusannya lancar?" tanya Kenzie.
"ya gitu lah, buat sekarang si harusnya udah aman" jawab Revan.
"eh ada pak Revan, makin ganteng aja pak, Kei juga disini loh, gak mau basa-basi apa gitu?" ucap keina membuat Kenzie sedikit kesal.
"ngga"jawab Revan dengan singkat padat jelas.
"haha kasian, tidak di anggap" ledek Kenzie.
"bos Ken rese" ucap keina kesal lalu beranjak pergi.
"oy bantet mau kemana?" tanya Kenzie.
"ambil minum" Jawab keina sedikit meninggikan suara agar bisa terdengar oleh Kenzie.
"Ken, duluan ya harus kesana bentar" ucap Revan sambil menunjuk arah yang dia maksud.
"oke" jawab Kenzie.
Revan pergi menyapa seseorang, sepertinya mereka adalah teman bisnisnya, mereka mengobrol selama beberapa saat.
namun saat dia mengobrol dengan temannya matanya menangkap sebuah pemandangan yang membuatnya terdiam untuk beberapa saat.
ternyata Revan melihat keina yang sedang menenangkan seorang anak yang menangis karena tak sengaja menumpahkan minuman di gaunnya keina.
"hei, Van, Van?" panggil salah satu temannya.
"eh iya, sorry, kenapa?" tanya Revan.
"lihat apa si sampe bengong gitu?" tanya temannya itu.
"bukan apa-apa" jawab Revan.
__ADS_1