bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
21. pulang


__ADS_3

Keina kembali ke kamar lalu dia merebahkan dirinya, seakan tak perduli ada kenzie di sampingnya.


"ada masalah?" tanya Kenzie


"ngga ada" jawab Keina lalu menutup matanya.


Kenzie kembali mengerjakan pekerjaan dan mengabaikan Keina yang sudah tertidur di sampingnya.


***


"bos ken itu mandor baru nya ya?" tanya Keina saat melihat orang yang baru ia lihat.


"iya" jawab Kenzie lalu berjalan menghampiri mandor baru tersebut.


"berarti kita udah bisa pulang dong" ucap Keina.


"besok siang baru kita pulang" ucap Kenzie.


hari ini mereka tak merasa se lelah kemarin karena hanya mengawasi mandor baru, mereka pulang lebih awal.


mereka sedang bersantai di kamar hotel, Keina menatap handphonenya sendu sampai sekarang belum ada kabar lagi tentang ibunya.


"oyy bantet jangan ngelamun, kesambet baru tau rasa" ucap Kenzie menakuti Keina.


"apa si bos ken" ucap Keina tanpa melihat ke arah Kenzie.


di tengah ke khawatiran nya Keina mendapat pesan dari sang ayah.


bapak


kei, ibu sudah gak papa, besok juga udah pulang ke rumah, kamu gak usah khawatir lagi, kerja yang bener ya...


mendapat pesan tersebut Keina merasa lega, dia menghela nafas lalu tersenyum membuat kenzie bingung dengan Keina.

__ADS_1


***


keesokan harinya mereka kembali pulang ke Jakarta, saat di pesawat tidak di sangka mereka duduk bersama dengan Benedict.


"oh hai kei, kamu mau pulang?" sapa Benedict.


"ah iya" jawab Keina seperlunya, Keina duduk di antara Benedict dan Kenzie.


"kamu di jakarta tinggal dimana?" tanya Benedict.


"jangan memberitahu alamat orang lain tanpa persetujuan dari orang itu" ucap Kenzie kepada Keina.


"maaf saya gak bisa ngasih tau" ucap Keina kepada Benedict.


"ah gak papa" ucap Benedict


selama perjalanan Benedict berusaha mendekati Keina tapi Kenzie selalu ikut campur dalam pembicaraan mereka.


sesampainya di bandara Soekarno Hatta mereka berpisah, menuju jemputan mereka masing-masing.


"kamu gak tau kan dia itu sebenarnya baik atau ngga" ucapnya lagi.


"iya, iya lain kali kei lebih jaga jarak" ucap Keina.


***


"Keina maaf ya tante gak bisa jemput" ucap dhea saat keduanya baru sampai di rumah.


"gak papa ko tante" ucap Keina.


"ma, anaknya disini loh, gak nanya kabar atau apa gitu?" ucap Kenzie yang cemburu kepada Keina.


"kamu udah gede, mama juga liat kamu baik baik aja" ucap dhea.

__ADS_1


"Ya,ya mama selalu benar, Kenzie ke kamar dulu" ucap Kenzie lalu pergi ke kamarnya.


"kamu juga istirahat aja, pasti cape kan" ucap dhea.


"iya tante" Keina pergi ke kamarnya untuk istirahat.


sore hari rumah tampak sepi, Keina bingung mau ngapain, dia memutuskan untuk pergi ke belakang, dimana para asisten rumah tangga berkumpul.


"ada yang bisa kei bantu?" tanya Keina mendekati mereka yang sedang duduk mengobrol di meja.


"eh gak usah" ucap salah satu art tersebut.


"kei bantu kupas ini ya" ucap Keina mengambil bawang dan pisau yang terletak di atas meja.


"eh jangan biar kita aja" ucap seorang art yang masih muda, namanya Mila.


"eh iya aku baru liat kamu" ucap Keina kepada Mila.


"iya saya abis pulang kampung" jawabnya.


"oh, namaku Keina, kamu?" tanya Keina mengulurkan tangannya.


"Mila" jawab gadis itu membalas uluran tangan Keina.


"aku boleh sering main kesini kan?, di dalem lagi sepi soalnya" ucap Keina.


"boleh ko" jawab Mila.


"hai kei" sapa Deden yang baru saja datang dari garasi.


"hai" ucap Keina.


"kamu ngapain disini?" tanya Deden.

__ADS_1


"ngobrol" jawab Keina.


akhirnya mereka ngobrol dan bercanda bersama seperti sudah lama akrab, sedangkan Kenzie yang baru saja turun kebingungan mencari Keina karena Keina tidak ada di kamarnya.


__ADS_2