
"sudah siap semua?" tanya Revan saat ia melihat sekretaris nya berdiri dengan sedikit membungkuk di depan pintu rumahnya.
"sudah pak" jawab Bima.
Revan dan sekertaris nya pergi ke Bandung untuk mengurus cabang perusahaan yang dalam masalah, tapi sepanjang perjalanan Revan hanya memandang jendela dengan tatapan kosong, Bima yang melihat Revan seperti itu menjadi khawatir.
"pak?, anda baik-baik saja?" tanya Bima yang duduk di depan Revan dengan tatapan khawatir.
tidak ada jawaban dari Revan, entah apa yang di pikirannya sehingga tak mendengar Bima yang bertanya kepadanya.
"pak?" panggil Bima dengan nada yang lebih tinggi sedikit.
"ya, ada apa?" tanya Revan dengan ekspresi yang sulit di artikan.
"anda baik-baik saja?, apa ada masalah?" tanya Bima.
"tidak ada, semuanya baik-baik saja" jawab Revan lalu kembali melihat ke luar.
Bima hanya menghela nafas, tidak berani bertanya karena dia tau Revan adalah orang yang sulit untuk membuka diri dan berbagi masalah dengan orang lain.
***
4 jam sudah berlalu sejak terakhir Keina memberikan obat kepada Kenzie, saat ini Keina sedang berada di kamarnya menenangkan para kolega yang komplain karena pembatalan janji yang mendadak.
"huft melelahkan, mengetik permohonan maaf dan membaca email dari para kolega yang komplain" gumam Keina.
__ADS_1
dia meletakkan laptopnya di atas nakas, lalu merebahkan tubuhnya, tapi saat dia menutup matanya dia teringat Kenzie.
"terlalu cepat untuk memberikan obat lagi, tapi apa demam nya sudah turun atau malah semakin parah?" ucap Keina, kemudian dia berdiri dan beranjak pergi untuk mengecek keadaan Kenzie.
tok tok tok
Keina mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam kamar Kenzie, saat dia masuk Kenzie masih terbaring tapi mengeluarkan keringat lumayan banyak.
Keina langsung mendekati Kenzie dan memeriksa suhu tubuhnya, demamnya belum turun dan baju Kenzie menjadi basah akibat keringat yang terus keluar, Kenzie tertidur dengan wajah gelisah dan merah.
Keina menjadi khawatir saat melihat Kenzie yang terbaring lemah seperti itu, dia berlari ke arah kamar mandi lalu mengambil dua handuk kecil, dia membasahi satu handuk dengan air hangat dan membiarkan yang satunya tetap kering.
"maaf ya bos Ken" ucapnya sebelum dia menyeka keringat Kenzie dengan handuk basah yang hangat.
Keina mengelap keringat di dahi dan juga leher Kenzie, kemudian dia mengeringkannya dengan handuk yang satunya.
saat Keina ingin beranjak pergi Kenzie mencegahnya, tangannya menggenggam pergelangan tangan Keina.
"jangan pergi" ucapnya pelan dengan mata tertutup.
mau tidak mau Keina menuruti keinginan Kenzie, dia duduk di pinggir ranjang lalu melepaskan genggaman tangan Kenzie.
"bayi besar" gumam Keina sambil tersenyum.
****
__ADS_1
"pak, Anda yakin langsung ke kantor?" tanya Bima memastikan, sebelumnya Revan bersikeras untuk pergi ke kantor dari pada istirahat di rumahnya.
"iya, lebih baik kamu diam" ucap Revan membuat Bima diam seketika.
beberapa menit kemudian Revan sampai di kantor, semua orang menunduk memberikan hormat padanya.
"pak David, ikut ke ruangan saya sekarang" titah Revan lalu berjalan menuju ruangannya.
David dan Bima berjalan mengikuti Revan, mereka duduk di sofa yang berada di ruangan Revan.
"jelaskan secara detail yang terjadi disini" ucap Revan dengan nada dingin dan aura yang mengintimidasi.
"beberapa hari yang lalu data perusahaan kita di retas lalu setelah itu beberapa orang mengundurkan diri, dan saat ini mereka bekerja di perusahaan yang berusaha bersaing dengan kita, kita harus segera mendapatkan kembali semua datanya demi kemajuan perusahaan ini" jelas David.
"Bima, cari tau tentang karyawan kita yang mengundurkan diri, sepertinya mereka bekerja sama dengan perusahaan itu, dan juga cari ahli IT yang bisa mengembalikan semua data yang di retas" titah Revan.
"baik pak" jawab Bima.
"oke, kalian lanjutkan bekerja" ucap Revan lalu dia beranjak dari duduknya.
"baik, saya permisi" ucap David lalu pergi.
Bima berjalan ke mejanya yang berada tepat di samping meja kerja Revan, dia mulai membuka laptopnya mencari orang yang ahli dalam bidang IT.
**mohon maaf jika mengecewakan karena episode nya yang sedikit, tapi karena saya sedang dalam kondisi yang kurang baik jadi saya hanya bisa menyelesaikan sampai sini.
__ADS_1
saya usahakan besok update 2 episode, jadi jangan lupa like, komen and vote, terimakasih untuk kalian yang masih setia membaca novel ini.
love you all♥️♥️♥️**