
"oyy bantet" panggil Kenzie.
"apa?" tanya Keina.
"begini, apa kamu bisa menemani saya mencari kado pernikahan untuk teman saya?" tanya Kenzie.
"aaahh kenapa harus di hari libur?" rengek Keina, tak terima waktu bersantainya berkurang.
"sebagai balasannya akan saya berikan apapun yang kamu minta" ucap Kenzie membuat semangat Keina bangkit.
"kalo gitu ayo" ucap Keina dengan senyum lebarnya.
"pergi dengan pakaian tidur ini?" tanya Kenzie dengan mengangkat sebelah alisnya.
"ah hahaha kalau gitu bos Ken keluar, saya ganti baju, gak lama ko paling 1 jam" ucap Keina menyuruh Kenzie untuk keluar.
"itu namanya lama, 5 menit gak mau tau" ucap Kenzie lalu dia keluar.
"bawel" ledek Keina saat dia sudah menutup pintu kamarnya.
setelah 5 menit Keina keluar kamar dengan pakaian casual, celana jeans dan sweater berwarna coklat membuat dirinya tampak cantik.
"ayo" ucap Kenzie sambil menarik tangan Keina.
****
"apa sudah ada perkembangan tentang yang waktu itu?" tanya Revan kepada Bima yang duduk di sampingnya.
"belum pak, sulit mencarinya karena tidak ada petunjuk lain" jawab Bima.
"kita harus pulang hari ini karena masalah disini sudah selesai, tapi dia belum ditemukan" ucap Revan terlihat sedih.
"maaf pak, apa itu sangat penting?" tanya Bima dengan hati-hati.
"entahlah" Revan menjadi bingung setelah di tanya seperti itu oleh Bima.
apa yang akan dia lakukan?, apa yang harus dia katakan?, dia harus bersikap seperti apa?, pikiran Revan di penuhi dengan sederet pertanyaan itu.
__ADS_1
"kamu cari saja, jika masih tidak ketemu juga tidak masalah" ucap Revan.
"baik pak" ucap Bima.
"oh ya, nanti kamu siapkan hadiah pernikahan untuk teman saya" ucap Revan.
"mau hadiah seperti apa pak?" tanya Bima
"kamu pilih aja mana yang cocok untuk pasangan baru menikah" jawab Revan.
mereka kembali ke Jakarta, sepanjang perjalanan Revan memikirkan apa yang harus dia lakukan, menemukan anak perempuan itu atau mengabaikannya, sedangkan Bima mulai kebingungan memikirkan hadiah apa yang dia siapkan nanti.
***
"menurut kamu apa yang seharusnya saya beli?" tanya Kenzie, mereka sedang berada di sebuah mall untuk mencari kado.
"gimana kalau barang couple?" tanya Keina.
"boleh juga" jawab Kenzie, mereka mencari toko yang menjual barang couple.
"di sana bos Ken" ucap Keina lalu mengajak Kenzie masuk ke dalam toko.
"kamu, Keina kan?" tanya seorang wanita yang mendekati Keina.
"kamu Maudy?" tanya Keina.
"ternyata kamu masih ingat aku?" ucap Maudy.
"tapi buat apa kamu disini?, bukankah kamu tidak akan bisa membayar barang yang ada disini?, ah atau kamu cuma mau liat liat aja ya" ucap Maudy berusaha meledek Keina, sejak kuliah dia memang selalu berbuat atau berkata seenaknya kepada Keina.
"semua itu bukan urusan kamu, jadi pergi sana hush hush" ucap Keina sambil melambaikan tangannya menyuruh Maudy untuk pergi.
"aku pemilik toko ini, kamu gak bisa mengusir ku, tapi berhubung aku baik hati aku memberimu ijin untuk melihat semua barang disini walaupun kamu tidak membeli apapun" ucap Maudy.
"ah kalau memang ada yang kamu inginkan kamu bisa bilang sama aku, nanti aku kasih gratis" ucapnya lagi, dia mencoba menunjukkan kehebatannya di hadapan Keina.
"makasih tapi aku tidak tertarik" ucap Keina membuat Maudy kesal.
__ADS_1
"hei, kenapa kamu selalu bersikap seperti ini, kamu hanya anak petani yang tidak punya apa-apa, berani-beraninya berbuat kurang ajar, emang kamu pikir kamu siapa?" bentak Maudy, dia tidak terima ada orang yang melukai harga dirinya.
"dia kekasihku, kamu pasti tau siapa saya kan, jadi segera minta maaf atau ku tutup toko ini" ucap Kenzie sambil merangkul Keina.
"pa-k Kenzie?" tanya Maudy, dia terkejut melihat pemilik mall tersebut ada di sana, dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa dia adalah kekasih Keina.
"jangan pernah merendahkan orang lain, apalagi di tempat umum seperti ini, ketika kamu melakukan itu yang rendah adalah diri kamu sendiri bukan orang lain" ucap Kenzie, dia menatap tajam Maudy, sedangkan Maudy hanya menunduk takut.
"ma-maaf kan saya" ucap Maudy pelan.
"minta maaf sama Keina bukan sama saya" ucap Kenzie.
saat Maudy mengangkat kepalanya hendak meminta maaf kepada Keina, tapi Keina menghentikannya.
"jangan minta maaf, aku bukan kekasihnya"
"silahkan kamu merendahkan aku, di tempat umum atau bahkan hanya ada kita berdua, silahkan kamu berkata apapun, silahkan kamu menunjukkan apa yang kamu punya sampai puas, tapi aku tidak akan pernah peduli tentang semua itu, aku cukup bahagia hidup seperti ini, walaupun hanya berasal dari keluarga petani, dan dalam hidupku, aku tidak pernah peduli apa yang orang katakan, aku menjalani kehidupan sesuai keinginan ku, aku nyaman dengan itu semua, jadi semua perkataan dan perlakuan mu percuma jika kamu berniat untuk membuat ku merasa buruk" ucap Keina membuat Maudy semakin mengkerut malu.
keina keluar meninggalkan Kenzie dan Maudy yang masih berada di dalam sana, Kenzie mengikuti Keina yang sudah keluar dari toko tersebut.
"oyy bantet" panggil Kenzie membuat Keina menghentikan langkahnya.
"kenapa kamu malah jujur tadi?" tanya Kenzie.
"jika kita berbohong sekali maka akan ada kebohongan-kebohongan seterusnya, dan aku gak mau hidup di dalam kebohongan, tapi kenapa bos Ken berubah menjadi baik seperti tadi?" tanya Keina.
"bos Ken gak sakit kan?, jangan-jangan belum minum obat ya?" tanya Keina dengan wajah khawatir sambil menempelkan tangannya di dahi Kenzie.
"sembarang, harusnya kamu bilang makasih" ucap Kenzie kesal, kemudian menghempaskan tangan Keina dari dahinya.
"tapi saya kira kamu akan terpuruk jika di sudutkan seperti tadi, tapi saya salah, bahkan jika saya tidak ada saya rasa kamu tetap menang melawan dia" ucap Kenzie.
"tentu saja karena aku tak suka mengalah ataupun kalah" ucap Keina bangga dengan dirinya.
"ah iya saya lupa, kamu kan si bantet ngeselin yang egois" ledek Kenzie.
"kaca di kamar bos Ken kayanya kurang gede" ucap Keina membalas meledek Kenzie lalu dia lari karena tau Kenzie akan murka mendengar perkataannya.
__ADS_1
"oyy bantet, sini kamu" teriak Kenzie sambil mengejar Keina.