bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
Taman


__ADS_3

Keina mengambil kunci motor dan mengeluarkan motor yang ada di garasi, sebelumnya dia sudah mendapat ijin untuk mengendarai motor yang ada di garasi jika ada keperluan untuk keluar rumah.


dia berkeliling mencari jajanan pinggir jalan, selain enak jajanan pinggir jalan juga tidak menguras isi dompet, dia menemukan banyak pedagang di pinggir taman, Keina langsung menunju kesana dan memesan makanan yang dia mau.


saat dia hendak membeli ice cream dia tak sengaja melihat seorang remaja sedang menangis di bangku taman, Keina membeli 2 ice cream lalu menghampiri remaja tersebut.


"hai, kamu mau?" tanya Keina memberikan Ice cream yang ada di tangannya.


bukan menjawab remaja itu malah mengabaikan Keina, semakin menundukkan wajahnya dan mengusap air matanya.


"ice cream bisa merubah mood loh, aku sering makan ini kalo habis nangis" ucap Keina duduk di samping remaja itu.


"kamu boleh lanjut nangis ko, aku gak akan ganggu dan nanya ini itu, kalo lagi sedih atau marah nangis memang jalan satu-satunya saat kita tak bisa melampiaskan apa yang kita rasakan, dan tak ada tempat untuk berbagi" ucap Keina sambil memakan ice cream miliknya.


"tapi kalau kamu mau kamu bisa mencurahkan isi hati kamu, tenang aja aku bisa simpan rahasia serapat mungkin" ucap Keina tapi tetap saja tak ada jawaban dari remaja itu.


"ah terserah lah toh kita juga gak bakal ketemu lagi" ucap remaja itu menatap Keina.


"apa aku gak cantik?" tanyanya, jika dilihat sekarang sudah pasti orang akan bilang dia tidak cantik, bayangkan saja mata hitam karena riasan yang luntur akibat dia menangis jelas saja dia tampak berantakan.

__ADS_1


Keina bingung harus jawab apa, jika jujur pasti gadis itu akan semakin terpuruk tapi jika dia bilang cantik itu artinya dia berbohong.


ah iya sapu tangan. batin Keina, dia mengambil sapu tangan yang berada di dalam tasnya.


"sini" ucap Keina lalu dia menyeka seluruh riasan yang ada pada wajah gadis itu, dan akhirnya Keina bisa melihat wajah asli di gadis tanpa make up, dan terlihat sangat jelas bahwa gadis itu cantik alami.


"kamu cantik, sangat cantik" ucap Keina sambil merapikan rambut remaja itu.


"nah bener kan, aku cantik kan huhuhuhu, terus kenapa, kenapa dia masih gak peduli, padahal aku udah nyoba dandan secantik mungkin, aku udah rubah penampilan aku sesuai yang dia mau, tapi dia malah pacaran sama temen aku sendiri aaaahhh jahat, dia jahat" ucap remaja itu sambil nangis.


"sudah jangan nangis, dia bukan jodoh kamu, lagian laki laki kan gak cuma satu" ucap Keina mencoba menghibur remaja yang sedang patah hati..


"tapi kita tidak bisa memaksakan perasaan sesempurna apapun seseorang, karena kita punya perasaan sendiri, dan di dalam hidup semua orang pasti merasakan yang namanya patah hati, saat tiba waktunya akan ada orang yang memiliki perasaan yang sama seperti kamu " ucap Keina


"tapi aku sangat suka dia, aku bahkan rela menjadi feminim seperti ini, memakai gaun, pakai make-up, padahal aku lebih suka kaos sama celana dan tanpa make-up, tapi orang orang bilang aku tidak seperti perempuan jika seperti itu" ucap remaja itu dengan wajah sedihnya.


"mereka salah, setiap orang mempunyai kenyamanan masing-masing, dan yang paling penting cintai diri kamu sendiri, setelah itu mungkin nanti akan ada orang yang mencintai kamu karena itu memang dirimu, jika kamu seperti ini sama saja dengan kamu menjadi orang lain, mungkin memang banyak yang menyukai kamu karena kami lebih cantik dan anggun tapi kamu akan merasa tidak nyaman, dan tidak semua orang bisa menerima kamu yang sebenarnya, tapi jika kamu menjadi diri kamu sendiri, cepat atau lambat akan ada orang yang menyukai kamu apa adanya, yang paling penting seperti apapun diri kamu terus berbuat baik" ucap Keina dengan senyum khas miliknya yang menenangkan.


"terima kasih kak sudah menghibur aku, sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan, aku juga tidak akan peduli lagi pada omongan orang lain, yang penting aku nyaman dan bahagia dengan apa yang aku lakukan" ucap remaja itu sambil tersenyum.

__ADS_1


"nah gitu dong, patah hati boleh tapi jangan patah semangat" ucap Keina sambil menepuk bahu remaja itu.


"kakak jadi temenku, mau ya" pinta remaja itu sambil menggenggam tangan Keina.


"oke kalau itu mau kamu" ucap Keina.


"namaku Rena, nama kakak siapa?" tanya remaja yang bernama Rena itu.


"Keina" jawab Keina.


"boleh minta nomor handphone?" tanya Rena lagi.


"sini handphone kamu" ucap Keina meminta handphone milik Rena.


Rena memberikan handphone nya dengan cepat Keina mengetikan nomor handphone miliknya, setelah itu dia mengembalikan handphone tersebut pada Rena.


"aku pulang duluan ya, makasih buat semuanya, nanti aku telpon ya, bye" ucap Rena sambil melambaikan tangannya sebelum pergi.


aku bilang kaya gitu padahal aku sendiri sebenarnya belum pengalaman, hihi kapan ya aku punya pacar, dulu sibuk belajar gak mikirin pacaran sekarang udah gak belajar tapi gak pernah nemu cowok, gak di kantor gak di rumah ketemunya bos ken mulu, kayanya aku harus sering jalan-jalan keluar rumah. batin Keina yang sudah menjomblo selama puluhan tahun.

__ADS_1


__ADS_2