
"si bantet kemana si?" gumam Kenzie setelah melihat kamar Keina kosong.
dia mencari Keina hampir di seluruh sudut rumahnya, lalu dia mendengar ada suara berisik dari arah belakang, karena penasaran Kenzie berjalan mendekat kesana, ternyata ada Keina di antara beberapa orang yang ada di sana.
jadi dia ngerumpi disini. batin Kenzie.
"oyy bantet" panggil Kenzie.
"kamu malah ngobrol disini, saya nyariin kamu dari tadi tau ngga" ucap kenzie kesal.
"ada apa bos ken nyariin saya?" tanya Keina.
iya kenapa gue nyariin dia?, ah terus sekarang harus jawab apa. batin Kenzie, dia tidak tau tanpa sadar dia mencari cari Keina.
"aaaa itu saya mau bilang jangan lupa besok harus kerja dan atur jadwal saya" ucap Kenzie setelah diam beberapa saat memikirkan alasan yang masuk akal.
"kalo soal jadwal aman bos ken" ucap Keina kembali fokus pada bawang yang dia kupas.
Kenzie pergi dari sana kembali ke kamarnya, dia merutuki dirinya sendiri, dan bingung sendiri kenapa dia harus mencari-cari Keina.
***
hari hari berlalu seperti sebelumnya, kerja, pulang, kumpul, debat, rasanya hari mereka tak lengkap jika tidak cekcok.
hari ini tepat 1 bulan Keina bekerja dengan Kenzie, dari pagi dia terlihat sangat bersemangat karena setelah penantian sangat panjang akhirnya dia bisa menerima gajinya.
"oyy bantet, mana nomor rekening kamu?" tanya Kenzie menghampiri Keina yang sedang memeriksa berkas berkas yang ada di mejanya.
"buat apa bos ken?" tanya Keina.
"kamu gak mau gaji?" tanya Kenzie menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"mau lah, ada bonusnya kan?" tanya Keina penuh semangat.
"emangnya kamu kerja lembur bagai kuda apa sampe minta bonus, kerjaan cuma bikin orang kesel doang juga" ucap kenzie membuat Keina cemberut kesal.
"bos ken kapan kita ketemu sama pak Revan lagi?" tanya Keina.
"ngapain kamu nanyain dia?" tanya Kenzie penasaran.
"ada urusan pribadi" jawab Keina semakin membuat Kenzie penasaran.
"urusan pribadi apa?, kamu gak mungkin punya hubungan sama dia kan?" tanya Kenzie dengan wajah terkejut.
"ya ngga lah, tapi kalo pak Revan mau saya juga gak bakal nolak hehe" ucap Keina asal.
"jangan mimpi kamu" ucap Kenzie nyinyir.
"ck, jadi kapan kita ketemu pak Revan?" tanya Keina.
"huh dasar bos rese" umpat Keina setelah Kenzie masuk ke dalam ruangannya.
ko kesel ya?, huh gak penting banget, udahlah lupain. batin Kenzie.
****
sore hari mereka pulang ke rumah Kenzie, mereka sampai disana bertepatan dengan dhea yang keluar dari rumahnya.
"kalian baru pulang?" sapa dhea saat mereka berdua mendekat.
"iya tante" jawab Keina.
"mama mau kemana?" tanya Kenzie.
__ADS_1
"ke supermarket" jawab dhea
"kamu mau apa kei?" tanya dhea menatap Keina.
"ice cream tante" jawab Keina bersemangat.
"dasar bocah" cibir Kenzie.
"biarin weee" ucap Keina menjulurkan lidahnya lalu pergi meninggalkan Kenzie yang sudah mengumpat kesal.
"bantet awas kamu" ucap Kenzie mengejar Keina masuk ke dalam.
Keina langsung masuk ke dalam kamarnya, dia langsung membersihkan dirinya agar rasa lelahnya berkurang.
seperti kebiasaannya saat tak ada orang Keina pergi ke belakang untuk kumpul bersama ART dan supir disana.
"waah lagi siapin buat masak makan malem ya" ucap Keina yang ikut bergabung disana.
"baru pulang ya" sapa salah satu dari mereka yang sudah lumayan berumur.
"iya" jawab Keina, dia ikut membantu yang bisa dia bantu.
tring
suara notifikasi dari handphone Keina, dia melihat handphone nya ternyata Kenzie mengirim bukti bahwa dia sudah memberikan uang lewat rekening Keina.
"yeeeey" ucap Keina senang.
"kalian mau sesuatu?, biar kei traktir hari ini" ucap Keina.
"gak usah repot-repot, kamu simpan saja uang kamu buat kebutuhan lainnya" ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
"haish jangan malu-malu, ini gaji pertama kei kerja disini, tunggu ya kei ke depan buat cari makanan" ucap Keina lalu langsung pergi.