bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
5. kopi


__ADS_3

keina berjalan dengan riang menuju ruangannya, dia juga menyapa beberapa karyawan yang berpapasan dengannya.


dia duduk di kursinya tak lama kemudian Kenzie datang bersama Revan, keina langsung berdiri dan menyapa mereka.


"pagi pak Revan yang baik hati dan tidak sombong" sapa keina dengan senyuman khasnya.


"pagi kei" ucap Revan dengan wajah datarnya..


" pak Revan mau minum apa biar saya bikinin, kopi?, teh?, atau yang dingin tapi manis kaya pak Revan?" ucap keina membuat Kenzie mendelik sedangkan Revan merasa risih karena sikap keina.


"oyy bantet, bos kamu itu saya kenapa cuma dia yang kamu sapa dan tawarin minum" ucap Kenzie sewot.


"kenapa bos ken, cemburu ya?" ucap keina asal ngomong.


"dih jangan mimpi kamu, sudah sana bikinin kopi 2 gelas" perintah Kenzie.


"pak Revan, kei pergi dulu ya" ucap keina lalu pergi menyiapkan kopi untuk bos nya.


"apa apaan sikap dia itu?" ucap Kenzie dengan wajah kesalnya.


revan tidak menjawab dia hanya mengedikan bahunya, pertanda dia tidak tau dan juga tidak perduli.

__ADS_1


tak lama kemudian keina memasuki ruangan bos nya dengan membawa nampan yang berisi 2 gelas kopi.


"ini kopi nya pak, spesial untuk pak Revan di buat dengan penuh perasaan" ucap keina penuh drama.


"berisik kamu, kerja sana" usir Kenzie.


"pak Revan, saya balik kerja ya, si tiang rese yang punya kawasan udah ngusir" ucap keina tapi tidak di tanggapi oleh Revan.


"BANTET , saya potong gaji kamu" ucap Kenzie penuh amarah.


"ampun bos ken" ucap keina lalu dia berlari ke luar dan duduk di kursinya.


"baru kali ini ada orang yang berani ngatain bos nya sendiri" ucap Revan tersenyum ngejek.


"memangnya kenapa?" tanya Revan penasaran.


"dia bantuin papa waktu di rampok, terus pas di kasih imbalan gak mau dan karena dia lagi cari kerja akhirnya papa bawa dia kesini buat jadi sekertaris dan papa bilang gue harus baik sama dia dan dia gak boleh di pecat" jawab Kenzie.


"tapi dia tidak begitu buruk, asalkan kau baik padanya" ucap Revan membuat Kenzie diam.


Kenzie sadar dia lah yang memulai semuanya, dia yang memulai mengejek keina sampai keina berbalik mengejeknya, tapi tetap saja menyenangkan rasanya saat melihat keina marah, itu lah yang selalu di pikirkan Kenzie.

__ADS_1


"huh sudahlah lebih baik kita lanjutkan pembahasan kita tentang pembangunan hotel di bali" ucap Kenzie.


"baiklah, sepertinya harus ada perwakilan dari kita untuk ke sana Minggu depan, karena aku sibuk jadi kamu dan keina yang akan kesana" ucap Revan.


"bukan hal yang sulit" ucap Kenzie lalu mengambil dan meminum kopinya.


waaah ternyata dia jago bikin kopi. ucap Kenzie dalam hati.


***


Revan keluar dari ruangan Kenzie setelah bercengkrama cukup lama masalah kerja sama antara mereka.


"sudah mau pergi ya pak Revan" ucap keina yang di jawab dengan anggukan kepala.


"hati-hati di jalan ya pak, kalo bapa kenapa-kenapa saya nanti sedih, semangat kerjanya pak" ucap keina yang tidak di jawab oleh Revan.


padahal aku hanya ingin bersikap baik karena dia adalah penyelamatku, tapi sepertinya dia tidak suka. batin keina


Revan berjalan memasuki mobilnya, dia mengendarai mobil sendiri, sama seperti Kenzie, dia lebih nyaman jika mengemudi sendiri.


apa dia mencoba mendekati dan mencari perhatianku, huh sayang sekali kamu tidak akan mendapatkannya walau sekeras apapun kamu berusaha. ucap Revan dalam hati.

__ADS_1


dia tidak mempercayai wanita karena dia pernah di khianati, dan juga tidak sedikit perempuan yang mendekatinya hanya karena hartanya, jadi Revan berfikir bahwa keina memiliki maksud lain karena bersikap baik padanya.


__ADS_2