bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
makan di pinggir jalan


__ADS_3

Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu ruangan Revan, lalu Revan menyuruhnya masuk dan tak lama kemudian seorang pria masuk ke dalam ruangannya.


"Pak, saya dapat laporan cabang perusahaan di Bandung terkena masalah" ucap Bima sekertaris Revan.


"Kosongkan jadwal saya Minggu depan kita berangkat besok siang" jawab Revan.


"Baik pak" ucap Bima lalu pergi ke ruangannya.


"Rumah tua, ruangan sempit, suara tangisan" gumam Revan sambil mencoret-coret kertas mengingat semua mimpinya yang seakan terpecah.


Aku harus mulai dari mana?, Tapi jika itu semua tidak penting aku hanya akan membuang-buang waktu, tapi anehnya aku merasa aku ada disana dan setiap aku bermimpi rasanya sangat nyata, rasa takut, tempat semuanya jelas tapi saat aku terbangun semuanya menjadi kabur dan ingatanku semakin lama semakin hilang. Batin Revan


****


"Dari mana saja kamu?" Tanya Kenzie saat Keina baru saja sampai disana.


"Tadi di geret sama fans bos ken" jawab Keina lalu duduk.


"Fans?" Tanya Kenzie mengangkat sebelah alisnya.


"Cabe kriting" jawab Keina.


"Ada perlu apa dia?" Tanya Kenzie.


"Ada urusan tentang perasaan" jawab Keina sambil tersenyum memamerkan sederet giginya yang rapi.


"Jangan bilang dia interogasi kamu yang macem-macem?" Tanya Kenzie dengan wajah terkejut.


"Kurang lebih seperti itu" jawab Keina.


"Bisa bisanya dia berbuat seperti itu" ucap Kenzie.


"Ah iya bos ken ngapain disini?" Tanya Keina.


"Ah salin dokumen yang ini" jawab Kenzie memberikan dokumen yang sedari tadi dia pegang.

__ADS_1


***


"loh mama sama papa mau kemana?" tanya Kenzie saat dia pulang ke rumah melihat orang tuanya yang sudah rapi dengan koper di sampingnya.


"papa sama mama mau liburan, gak lama ko paling 2 minggu" Jawab Beni dengan senyum lebarnya.


"ko ngga ngasih tau sebelumnya, kalau ken tau kan ken bisa ikut" ucap Kenzie membuat kedua orang tuanya mendengus kesal.


"kamu gak malu apa udah dewasa masih ngintilin orang tua" ucap dhea sambil berkacak pinggang.


"bukannya gitu ma, Kenzie juga butuh hiburan emang gak pusing apa tiap hari pacaran mulu sama dokumen yang numpuk" ucap Kenzie membuat Keina kesusahan menahan tawanya.


"pttff" Keina yang ingin tertawa langsung menutup mulutnya.


"kenapa kamu ketawa?" tanya Kenzie menatap Keina penuh amarah.


"gak papa ko bos ken, Keina pergi dulu ya" ucap Keina.


"om, tante hati hati di jalan ya, kalau bisa pulang lebih cepet jangan biarkan Keina serumah berdua sama orang rese kaya bos ken" bisik Keina tapi masih bisa di dengar oleh Kenzie.


kehabisan kata Kenzie hanya melayangkan tatapan tajam terhadap Keina yang hanya melihatnya sekali lalu pergi.


***


setengah jam kemudian Keina keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapi, dia merapikan rambutnya lalu mengambil tasnya dan keluar kamar.


"oyy bantet mau kemana?" tanya Kenzie saat Keina berjalan melewati dirinya yang berada di ujung tangga.


"keluar, cari jodoh" jawab Keina dengan santainya


"eit enak aja pergi keluar seenaknya, saya ikut" ucap Kenzie menarik lengan baju Keina.


"jangan ngerecokin deh, saya cuma pergi sebentar mending bos ken bobo manis aja di kamar" ucap Keina sambil melepaskan tangan Kenzie yang memegang bajunya.


"saya bayar kamu dua kali lipat dari bayaran lembur biasanya" ucap Kenzie.


"5 menit, saya tunggu di depan" ucap Keina sambil melihat jam di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"ck dasar mata duitan" gumam Kenzie pelan lalu pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.


"ayo" ajak Kenzie sambil membuka pintu mobil miliknya.


"kalo bos ken mau naik mobil sendiri aja pergi nya, saya mau naik motor " ucap Keina sambil menaiki motor yang sudah dia siapkan dari tadi.


"lebih enak naik mobil kali" ucap kenzie.


"saya lebih suka naik motor" jawab Keina yang bersikeras ingin naik motor.


"oke oke, sini mana kuncinya?" tanya Kenzie sambil menadahkan tangannya.


Kenzie mengendarai motor itu setelah Keina memberikan kuncinya, mereka pergi tanpa tujuan, tapi Keina menghentikannya saat mereka melewati beberapa pedagang pinggir jalan.


"kenapa berenti disini?" tanya Kenzie menatap Keina dengan wajah bingungnya.


"bos ken gak laper?" tanya Keina sambil turun dari motor.


"kamu gak nyuruh saya makan disini kan?" tanya Kenzie dengan tatapan tak percaya.


"kalau bos ken gak mau disini bisa cari tempat lain" jawab Keina.


"kalo gitu ayo cari tempat lain" ucap Kenzie bersiap menghidupkan motornya.


"saya makan disini, kalau bos ken mau ke tempat lain pergi sendiri" ucap Keina lalu pergi meninggalkan Kenzie.


Kenzie mau tak mau mengikuti Keina, dia duduk di bangku sedangkan Keina memesan makanan.


"tada, makanan" ucap Keina sambil menaruh 2 piring pecel lele.


"sendok?" tanya Kenzie saat melihat tak ada sendok disana.


"kalo makan ini lebih enak pake tangan" jawab Keina lalu dia mencuci tangannya disebuah wadah kecil.


mau tidak mau Kenzie terpaksa melakukan hal yang seperti yang dilakukan Keina, dia mulai makan dengan menggunakan tangan, tapi rasanya ternyata jauh berbeda dari apa yang dibayangkan oleh nya, Kenzie makan dengan lahap.


"gimana?, enakan?" tanya Keina sambil tersenyum saat melihat Kenzie makan dengan lahap.

__ADS_1


"tidak terlalu buruk" jawab Kenzie berusaha bersikap seperti biasanya.


dasar ucapan sama kelakuan berlawanan. batin Keina


__ADS_2