
keina keluar dari kamar mandi sambil menggosok rambutnya yang masih basah, dia melihat Kenzie yang tertidur.
"dia tertidur karena terlalu lelah atau terlalu lama menungguku?" gumam Keina.
keina melepaskan sandal yang masih menempel di kaki Kenzie, dia juga menyelimuti Kenzie, setelah itu dia menyisir rambutnya.
"lebih baik aku jalan-jalan di bawah, daripada menunggunya bangun" ucap keina lalu mengambil uang dan handphonenya beserta earphone lalu dia pergi meninggalkan kamarnya.
"aaaaah kenapa jalannya bikin pusing, aku harus ingat setiap jalan yang aku lewati jika tidak aku tidak akan bisa kembali" ucap nya.
dia berjalan di pinggir pantai tak lupa dia membeli ice cream yang sebelumnya dia makan bersama Kenzie, dia duduk di salah satu bangku disana, dia memasang earphone lalu mulai menonton drama Korea kesukaannya.
***
Kenzie terbangun dari tidurnya, dia melihat sekeliling tapi tidak menemukan keina, pintu kamar mandi juga terbuka, artinya keina sudah selesai mandi.
"si bantet ilang kemana?" gumam Kenzie, dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
setelah selesai mandi dia masih belum menemukan keina, Kenzie mulai khawatir,
dia langsung mengambil handphonenya dan menelpon keina, tapi nomornya tidak aktif, dia langsung mengambil jaket dan mencari keina.
__ADS_1
dia cari Keina di setiap lorong, hingga akhirnya dia mengingat pantai, kenzie langsung pergi ke arah pantai, dia mulai mengedarkan pandangannya mencari sosok keina, ternyata yang di khawatirkan sedang enak-enakan duduk sambil menonton sesuatu di handphonenya.
saat Kenzie ingin mendekati Alana, tiba-tiba ada seorang pria blasteran yang mendekati Keina, pria itu duduk di samping Keina.
"hai, sendirian?" tanya pria itu.
"ah iya" jawab Keina, dia agak bingung karena orang yang di sampingnya tidak terlihat seperti orang Indonesia.
"ah kenalin namaku Benedict Alexander, panggil aja Ben" ucapnya mengulurkan tangan.
"Keina" ucap Keina membalas uluran tangannya.
"oh gitu" jawab Keina, dia sebenarnya tidak tau harus bereaksi seperti apa.
"kamu sendiri, kesini liburan?" tanya Benedict.
"aku kesini karena urusan pekerjaan" jawab Keina.
"mau makan malam?, dari tadi aku liat kamu hanya duduk sendirian disini" ucap Benedict membuat Kenzie yang tak jauh dari sana kesal.
Kenzie langsung menghampiri Keina dengan terburu-buru, sebelum Keina di bawa kabur oleh orang tak di kenal.
__ADS_1
"oyy bantet, ngapain kamu disini, tau ngga saya cape nyariin kamu, kenapa handphone kamu gak aktif?" tanya Kenzie.
"eeehh bos ken, ya maaf kei kan lagi nonton, lagian salah sendiri nelpon nya pake aplikasi berwarna hijau, kalau nelpon pake pulsa kan bisa" ucap Keina tak ingin di salahkan.
"udah salah ngeles lagi,, sini kamu" ucap Kenzie menarik tangan Keina tapi di hentikan oleh Benedict.
"jangan di paksa gitu, walaupun kamu bosnya tapi ini bukan jam kerja jadi kalau dia gak mau jangan di paksa di tarik tarik kaya gini" ucap Benedict.
"Keina siapa orang ini?" tanya Kenzie.
"gak tau bos ken, orang baru kenal barusan" jawab Keina.
"sekarang kamu pilih, ikut dia atau ikut saya?" tanya Kenzie dengan nada serius nya.
"ikut bos ken" jawab Keina cepat.
kalo ngga ikut nanti gak di kasih makan.. batin Keina.
"kamu dengar?, ini bukan paksaan, karena dia sendiri yang mau ikut dengan saya" ucap Kenzie menatap Benedict tak suka.
"baiklah, Keina semoga kita bisa ketemu lagi" ucap nya sebelum Keina pergi.
__ADS_1