
"ah pegellll" ucap keina sambil meregangkan tangannya ke atas.
"ko laper ya" ucapnya lagi sambil memegang perutnya, dia melihat jam di pergelangan tangannya.
"masih jam 10, ah iya tadi gak sempet sarapan, untung ada penyelamat di tas hehe" ucapnya lalu dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"air panasnya di dalem lagi" ucap keina menatap pintu ruangan Kenzie.
"gak papa deh masuk, daripada kelaparan dan gak fokus" ucapnya lalu dia mengambil gelas dan susu yang akan di seduhnya.
tok tok tok
keina mengetuk pintu ruangan Kenzie lalu terdengar jawaban dari dalam menyuruhnya untuk masuk, keina pun masuk ke dalam ruangan Kenzie.
"bos ken minta airnya ya" ucapnya enteng tak lupa senyuman khasnya dia keluarkan.
"kalo bantet mah bantet aja, gak usah minum susu penumbuh tinggi, percuma gak akan ada hasilnya" ledek Kenzie saat melihat susu yang ada di tangan keina.
"bos ken rese, mentang-mentang tinggi ke tiang seenaknya ngatain orang" gerutu keina pelan tapi mampu terdengar oleh Kenzie.
"tapi kan saya bicara fakta, makanya olahraga jangan kebanyakan rebahan biar gak bantet" ledeknya lagi.
"yayayyaya" ucap keina yang sudah jengah menghadapi bosnya itu.
setelah selesai keina pergi meninggalkan ruangan Kenzie menuju meja kerjanya.
"oyy bantet, bilang makasih ke, pintunya juga tutup dong" teriak Kenzie tapi tidak di perdulikan oleh keina.
keina kembali melanjutkan pekerjaan di temani segelas susu favoritnya, sedangkan Kenzie berjalan menutup pintu sambil menggerutu pelan, keina tersenyum tipis melihat bosnya itu.
***
saat jam makan siang keina bangkit dari duduknya dia berjalan menuju pintu ruangan Kenzie, dia mengetuk lalu membukanya.
"bos ken jangan lupa makan ya, saya tinggal makan dulu di bawah, kalo ada apa apa telpon aja" ucap keina lalu pergi ke kantin untuk makan siang.
__ADS_1
"dia itu aneh, ngeselin tapi perhatian, eh apa aku yang terlalu berlebihan menyimpulkan itu perhatian?" guman Kenzie bingung.
"ah sudahlah lebih baik aku pesan makan siang online saja" ucapnya lalu membuka handphone nya untuk memesan makan siang.
***
setelah selesai makan siang keina berjalan menuju lift untuk kembali ke ruangannya, tapi seseorang menabraknya sehingga bajunya terkena tumpahan kopi.
"eh kalo jalan yang bener dong jangan ngalangin orang" bentak orang yang menabrak keina.
"maaf mba, tapi saya rasa yang harus hati-hati itu mba sendiri, lebih baik tidak melihat handphone saat sedang berjalan, permisi" ucap keina lalu pergi ke toilet untuk membersihkan bajunya yang kotor.
"yah gak ada baju ganti, basah kotor, lengket lagi, huhu siapa si cabe kriting tadi perasaan baru liat" gerutu keina saat sedang membersihkan bajunya.
***
"apa liat liat" bentar perempuan yang menabrak keina kepada karyawan yang melihatnya.
"huh bikin kesel aja" ucapnya lalu memasuki lift dan menekan lantai paling atas, yaitu tempat Presdir.
ting
"hai sayaangg~" panggilnya dengan nada manja.
"harus ku bilang berapa kali, sebelum masuk ketuk pintu dulu" ucap Kenzie kesal.
"aku kesini karena aku kangen tau, tapi malah di marahin" ucapnya cemberut tapi Kenzie tidak perduli.
"ken disini ada pegawai baru ya?" tanyanya.
"hmmm"
"kamu pecat saja dia, orang nya gak sopan, berani ngelawan aku lagi, udah gitu nabrak aku sampe kopiku tumpah tapi malah dia yang marah marah" ucap perempuan tadi tapi Kenzie tidak bergeming seolah tak perduli, dia masih fokus memeriksa berkas berkasnya.
"ken kamu denger gak si" rengeknya
__ADS_1
"kalo gak ada kepentingan lain mending pulang sana" usir Kenzie.
"gak mau, aku udah bilang aku kangen sama kamu, kalaupun aku keluar dari sini itu harus sama kamu" ucap perempuan itu.
"ck" Kenzie berdecak kesal.
"hallo bos ken sudahkah engkau makan siang hari ini?" ucap keina yang tiba tiba memasuki ruangan Kenzie.
"heh ngapain kamu kesini, berani beraninya godain pacarku" ucap perempuan itu setengah teriak.
"Ra berisik, mending kamu pulang sana" usir Kenzie lagi.
"dan kamu!, aku sudah makan mau ngapain kesini?" tanya Kenzie menatap keina.
"mau memastikan keadaan bos ken baik baik saja tanpa saya" ucapnya semakin membuat perempuan tadi murka.
"hei kau, kalau mau jadi penggoda cari yang lain saja!" bentaknya.
"aduh mba gak puas apa dari tadi marah marah, liat nih baju saya jadi basah kena tumpahan kopi tadi, udah gitu lengket lagi, lain kali kalu jalan matanya jangan meleng ke handphone mba" ucap keina santai.
Kenzie melihat baju bagian kanan keina terlihat basah, dia kemudian menatap tajam ke arah perempuan itu karena berbohong kepadanya tadi.
"bantet kamu ikut saya!" perintahnya dengan ekspresi tegas yang tak terbantahkan.
"dan kamu Laura, pulang sekarang dan jangan lagi mengarang cerita!" ucapnya kemudian menarik tangan keina menuju pintu yang ada di ruangannya.
"eh pak saya mau di bawa kemana" tanya keina.
"diam dan nurut" jawab Kenzie.
huh awas saja kau kalau berani merebut Kenzie dariku. batin Laura lalu pergi meninggalkan ruangan Kenzie.
"pilih baju, kemeja, jaket, kaos, atau apapun yang nyaman kamu pakai untuk mengganti bajumu yang basah" ucap Kenzie.
"aaah bos ken ternyata perhatian juga" ucap keina dengan gembira.
__ADS_1
"huh ini semua agar papa tidak memarahi saya" elak Kenzie kemudian dia pergi meninggalkan keina untuk mengganti baju.
dasar, mulut nya bilang gitu tapi matanya berkata lain. batin keina