bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
20. sakit


__ADS_3

setelah makan malam mereka kembali ke kamar, kenzie masih kesal karena dia merasa percuma telah mengkhawatirkan Keina, padahal orang yang di khawatirkan sedang asik berkenalan dengan seorang pria.


mereka berdua duduk bersandar di tempat tidur dengan laptop yang berada di pangkuannya, bedanya Keina sedang menonton drama sedangkan Kenzie sedang menerima laporan pekerjaan dari bawahannya.


drrt drrt drrt


handphone Kenzie berdering, Keina dapat melihat siapa yang menelepon karena handphone Kenzie berada di tengah-tengah mereka.


"kenapa gak di angkat bos ken?" tanya Keina.


"biarin aja gak penting" jawab Kenzie tanpa mengalihkan pandangannya.


"bukannya itu pacar bos ken ya, siapa namanya?, ah iya Laura si cabe kriting" ucap Keina membuat Kenzie mengalihkan pandangan kepadanya.


"cabe kriting?" tanya Kenzie menaikkan sebelah alisnya.


"iya rambutnya bergelombang, pas kan kalau di panggil cabe kriting" jawab Keina tanpa rasa bersalah.


"orangnya denger di gigit kamu nanti" jawab Kenzie sambil tertawa kecil.

__ADS_1


dia mematikan telponnya saat Laura kembali menelponnya, dia tidak ingin mendengar ocehan manja dari perempuan itu.


" kalian sudah lama pacaran?" tanya Keina tiba-tiba.


"dia bukan pacar saya" jawab Kenzie tenang.


"terus, ko dia bilang bos ken pacarnya, terus bos ken diem aja" ucap Keina saat mengingat pertemuan nya dengan orang yang mengaku pacar Kenzie.


"dia itu teman kuliahku dulu, dia anak pengusaha yang pengaruh nya cukup besar, dan dia anak satu-satunya makanya saya gak bisa sembarang memperlakukan dia" ucap Kenzie.


"dari kecil dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, dia menjadi anak manja yang segala kemauannya harus di turuti, dia ingin menikah denganku dan jika saya tolak dengan paksa itu hanya membuat keadaan menjadi buruk, saya tidak tahu apa yang akan ayahnya lakukan nanti, jadi lebih saya biarkan dia, setidaknya akan lebih baik jika Laura sendiri yang menyerah daripada aku yang memaksanya untuk berhenti"


drrt drrt drrt


kali ini handphone Keina yang berbunyi, ternyata itu dari orang tuanya di kampung, Keina langsung mengangkatnya dan pergi ke balkon.


"hallo pak, ada apa?" tanya Keina.


"ibu nak, dia drop lagi, sekarang lagi di rumah sakit"

__ADS_1


"bagaimana keadaannya sekarang?, apa kata dokter?" tanya Keina khawatir.


"sekarang lagi di rawat, dokter bilang penyakitnya sudah susah untuk di sembuhkan dan kondisu ibu juga semakin melemah"


"maafin kei ya pak, kei gak bisa jenguk ibu sekarang, kei masih di luar kota, mungkin 2 hari lagi kei baru bisa pulang" ucap Keina.


" kamu jangan terlalu memikirkan soal ini, pokus saja soal pekerjaan kamu, biar ibu bapak yang jagain"


" tapi gimana soal biaya perawatannya?, bukankah akan sangat mahal?" tanya Keina.


"*kamu jangan pikirin soal itu, soal biaya rumah sakit biar bapak yang pikirin"


"sudah malam kamu istirahat ya, bapak cuma mau ngasih tau itu aja*"


" iya, bapak juga istirahat, salam buat ibu semoga cepet sembuh" ucap Keina lalu menutup telponnya.


Keina menatap langit malam yang indah di penuhi bintang, dia mengulas senyum tipis, dia berpikir andai hidup bisa seindah dan setenang langit malam.


** tapi faktanya hidup bagaikan langit saat siang hari, dengan hangat dan teriknya matahari, tapi terkadang segumpal awan hitam menodai kehangatan dan cerahnya langit, menurunkan percikan air yang lama kelamaan menjadi deras, mengganti rasa hangat menjadi dingin.

__ADS_1


begitulah hidup, tidak selamanya sama dan berjalan tetap pada alurnya, hidup tak selamanya indah dan tenang, juga tak selamanya bahagia, tapi hidup juga tak selamanya menderita, berusaha dan tetap bersyukur atas waktu yang masih kita punya untuk merubah semuanya.**


__ADS_2