bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
mimpi


__ADS_3

di ruangan yang sempit nan gelap seorang anak lelaki sedang menangis memeluk kedua kakinya karena merasa dingin yang teramat sangat..


"mama, aku mau pulang, aku takut" ucapnya sambil menangis.


srak


suara di balik jendela yang di hiasi sarang laba-laba membuatnya ketakutan, tangannya gemetar, perlahan dia beringsut mundur sampai mentok di tembok.


"nggggh" dengan mata terpejam Revan mengeluarkan keringat.


"hah hah hah" seketika Revan terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal.


"mimpi itu lagi" gumamnya sambil mengusap wajahnya.


"mimpi itu, terasa sangat nyata, tapi aku sama sekali tidak mengingatnya" gumam Revan.


sudah tak terhitung seberapa banyak dia memimpikan hal yang sama, terlebih mimpi itu akan datang saat dia kelelahan, sudah sering dia bertanya kepada orang tuanya tapi jawaban mereka selalu sama bahwa itu hanya sekedar mimpi buruk.


pasti ada yang mereka sembunyikan, tidak mungkin aku terus bermimpi tentang itu, apa harus aku mencari tahu sendiri?. batin Revan


****


braakk


"jantungku" ucap Keina sambil memegang dadanya.


"mba kalau ada perlu ngomong aja jangan gebrak gebrak meja orang kalau saya kena serangan jantung gimana?" ucap Keina kesal.


"saya bisa biayain kamu berobat sampai jantung kamu sembuh" ucap gadis itu dengan angkuhnya, siapa lagi jika bukan Laura.


bener juga dia kan orang kaya. batin Keina


"bos ken ada di dalam" ucap Keina, dia menduga jika Laura ingin bertemu dengan kenzie.

__ADS_1


"saya gak nyari Kenzie, saya nyari kamu" ucap Laura membuat Keina mengerutkan keningnya.


"ada apa?, kenapa mau ketemu saya?" tanya Keina.


"udah ayo ikut aja" ucap Laura menarik tangan Keina.


Laura membawa Keina ke sebuah cafe dekat kantor, mereka duduk berhadapan di temani 2 gelas coffee tanpa gula.



"jadi ada apa?" tanya Keina memulai pembicaraan.


"kenapa kamu ada di rumah Kenzie?" tanya Laura dengan tatapan mengintimidasi.


"karena suatu alasan jadi saya tinggal di sana" jawab Keina sambil meminum coffee miliknya.


"kamu pasti menggoda Kenzie kan, jawab!, apa yang kamu lakukan sehingga bisa tinggal disana?" tanya Laura yang sudah mulai kesal.


"bohong, kalau bukan begitu kenapa dia menolak ku kemarin, biasanya dia tidak pernah menolak ku setegas itu" ucap Laura dengan wajah sedihnya.


"mungkin dia sudah lelah" ucap Keina sambil mengangkat kedua bahunya seolah tak peduli.


"bukankah kamu 24 jam bersama dia?, seharusnya kamu tau apa penyebabnya, atau jangan jangan dia sudah punya pacar tanpa sepengetahuan ku?" tanya Laura yang terkejut dengan asumsi nya sendiri.


"haish mana ada yang mau sama orang rese kaya dia, saya aja heran kenapa kamu suka sama bos ken" ucap Keina tak mengerti apa yang membuat Laura begitu ingin mendapatkan kenzie.


"dia itu baik dan penuh perhatian" ucap Laura sambil tersenyum mengingat semua kenangannya bersama Kenzie.


"perhatian?, ngeselin si iya" ucap Keina


"lihat saja aku yakin kamu pun akan jatuh hati jika mengetahui Kenzie yang sebenarnya" ucap Laura.


"haha itu tidak mungkin" ucap Keina sambil tertawa.

__ADS_1


"apa yang harus ku lakukan agar Kenzie mau menerima ku?" tanya Laura yang sudah putus asa.


"berhentilah" ucap Keina..


"apa maksudmu?" tanya Laura.


"berhenti berjuang dan berhenti mencintai seseorang yang tidak mencintai mu" jawab Keina menatap Laura dengan tatapan penuh keyakinan.


"kenapa kamu berkata begitu?, tahukah kamu berapa tahun aku berjuang demi mendapatkan cintanya?, semudah itu kamu bilang untuk berhenti?" tanya Laura kesal.


"aku rasa itu cukup untuk membuatmu berfikir, kita tidak bisa memaksakan perasaan seseorang, sama hal nya seperti sekarang, aku tidak bisa memaksamu untuk berhenti mencintai bos ken, begitu juga dengan dia kamu tidak bisa memaksanya untuk membalas cintamu"


"dalam hidup kita selalu punya pilihan, sama halnya dengan cinta, kita bisa memilih ingin dicintai atau mencintai?, tapi saat kita memilih untuk mencintai kita harus ikhlas atas segalanya termasuk saat perasaan kita tak terbalas, kita memang tidak bisa menentukan perasaan sendiri terkadang hati bergerak sendiri menyukai dan mencintai seseorang, tidak ada yang salah dengan itu, yang salah adalah saat kita memaksakan perasaan kita terhadap seseorang yang sama sekali tak menginginkan kita, jangan menyakiti diri sendiri dengan terus berjuang tanpa di hargai, mulai sekarang bebaskan perasaan mu, sudah cukup kamu berjuang untuk mendapatkan dirinya, sekarang pikirkanlah kebahagiaan dirimu sendiri walau tidak dengan dia" ucap Keina layaknya seorang yang sudah sangat berpengalaman.


"waah sepertinya kamu sangat berpengalaman dalam urusan percintaan?!" ucap Laura.


"ah haha itu sebenarnya aku bahkan belum pernah berpacaran" ucap Keina sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"bagaimana bisa kamu mengatakan itu semua tapi belum pernah pacaran sekalipun" ucap Laura tidak mengerti mengapa Keina bisa memiliki pemikiran seperti itu.


"karena pengalaman dan pengetahuan bukan hanya tentang apa yang telah kita alami, bisa juga dengan apa yang kita baca, dengar, ataupun yang kita lihat" ucap Keina sambil tersenyum manis.


"waw ternyata kamu cukup menarik untuk di jadikan teman ngobrol" ucap Laura.


"terima kasih sudah memberi ku saran, sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan" ucap Laura menggenggam tangan Keina.


dia sangat mudah berubah mood. batin Keina


"sebaiknya saya pergi sekarang" ucap Keina lalu berdiri.


"terima kasih untuk waktu dan nasihat nya" ucap Laura


"ya" jawab Keina lalu melambaikan tangannya dan meninggalkan Laura disana.

__ADS_1


__ADS_2