
sesampainya di rumah sang mandor kenzie dan keina langsung mengetuk pintu rumah yang terbilang sederhana namun cukup luas.
"siapa?" tanya seseorang dari dalam sambil membuka pintu.
"boleh saya masuk?" tanya Kenzie.
"ah iya silahkan" ucap perempuan setengah baya itu.
"apa kalian punya rumah lain selain ini?" tanya Kenzie.
"tidak, ini rumah kami satu-satunya, kalau boleh tau bapak ini mau cari siapa?" tanyanya.
"saya ada urusan sedikit, tapi lebih baik tunggu suami ibu pulang" jawab Kenzie lalu dia duduk di kursi tanpa di suruh.
"saya buatkan minum dulu" ucapnya lalu pergi.
"bos ken gimana dong?" tanya keina.
"mau gimana lagi?, kita paling cuma bisa ngambil motornya lumayan si motornya ada 2, tapi tetep aja masih kurang" ucap Kenzie.
"terus?" tanya keina..
"saya selaku pemimpin yang baik dan bertanggung jawab harus mengganti kerugian yang ada" ucap Kenzie serius tapi mematahkan rasa simpati keina.
"ko kei jadi ngerasa percuma ya tadi sempet kasian sama bos ken" ucap keina dengan wajah datar.
"becanda kali, serius amat" ucap Kenzie dengan ekspresi ngeselin.
tak lama kemudian mandor yang di tunggu datang barengan dengan istrinya yang datang membawa nampan berisi teh panas.
"p-pak Kenzie" ucap sang mandor gugup.
__ADS_1
"ya, saya kesini ingin mengambil surat lengkap mobil dan 2 motor lainnya, tidak ada negosiasi lagi, karena jika tidak mau rumah ini atau kamu yang akan saya laporkan ke polisi" ucap Kenzie serius.
"ba-baik tunggu sebentar" ucapnya lalu pergi ke kamarnya diikuti sang istri yang kebingungan akan situasi saat ini.
"pa, ada apa ini?" tanya sang istri saat mereka sudah ada di kamar.
"nanti saja cerita nya" jawabnya sambil mencari surat surat itu.
setelah mendapatkan semua suratnya mandor tersebut keluar dari kamarnya, dan menghampiri Kenzie.
"ini pak surat dan kunci motornya" ucapnya sambil menyerahkan surat dan 2 kunci motor.
"baiklah nanti motornya di ambil, saya permisi" ucap Kenzie lalu pergi keluar bersama keina.
***
"oyy bantet, sini" panggil Kenzie, mereka sudah kembali ke tempat pembuangan.
"nih pake, hari ini kita harus panas panasan mastiin bahwa semuanya bekerja dengan benar" ucap Kenzie sambil memasangkan helm safety berwarna putih kepada keina.
"woaah kita jadi kerja lapangan" ucap keina senang.
"kamu suka kerja lapangan?" tanya Kenzie menaikkan sebelah alisnya.
"suka" jawab Alana.
"sana ngaduk semen" titah Kenzie yang berniat becanda.
"laksanakan bos ken " ucap keina lalu pergi.
"oyy bantet gak usah, kenapa jadi beneran si" teriak Kenzie mengejar keina.
__ADS_1
"pak sini biar kei yang kerjain" ucap Keina kepada salah satu bapak bapak yang ada di sana.
" jangan, ini pekerjaan bapak, masa cewek cantik kerja berat kaya gini" ucap bapak tadi.
"tapi kei mau coba" ucap keina mencoba merebut cangkul yang di pegang bapak itu.
"oyy bantet sini kamu, gak usah aneh-aneh" ucap Kenzie menarik tangan keina menjauh dari sana.
"aaaa bos ken tapi kei cape kalo cuma keliling keliling" ucap keina.
mata keina menangkap beberapa orang yang sedang mengecat meja dengan warna kayu, dia menghentikan langkahnya.
"oyy bantet ngapain diem disitu?" tanya Kenzie.
"bos ken, kei mau kesana ya, bos ken keliling sendiri aja" ucap keina lalu langsung pergi meninggalkan Kenzie.
"hallo, kei boleh ngecat gak?" tanya keina kepada beberapa orang disana yang masih muda.
"eh mmm gak usah biar kita aja" ucap salah satu dari mereka.
"gak papa sini kei aja" ucap keina merebut kuas yang di pake orang itu.
"oyy bantet, jangan buat onar disini" ucap Kenzie menjewer telinga keina yang sedang ngecat.
"aaaa bos ken ampun, kei kan cuma mau bantuin" ucap keina, Kenzie pun melepaskan tangannya dari telinga keina.
"taruh itu dan ikut saya" ucap Kenzie dengan tatapan mengintimidasi.
"ta-tapi kei belum selesai bantuin" ucap keina.
"Keina, ikut saya dan taruh itu!" ucap Kenzie dengan nada yang sedikit tinggi dan tatapan yang sana membuat keina sedikit takut.
__ADS_1
bos ken bisa galak juga ternyata. batin keina, dia langsung mengembalikan kuas yang dia ambil tadi dan berjalan mengikuti Kenzie.