bos rese aku padamu

bos rese aku padamu
1. rampok


__ADS_3

terik matahari membuat keringat bercucuran dari seorang gadis cantik tapi pendek ini, wajahnya lesu, langkahnya terasa hampa, pasalnya sudah berjam-jam dia keliling mencari pekerjaan tapi tidak ada hasilnya.


"oh tuhan, kenapa cari pekerjaan harus sesulit ini, rasanya gelar sarjana ini tidak ada artinya" keluhnya sambil menatap ke atas sana.


bruk


seorang pria dengan badan tinggi dan berisi menabrak dirinya dari belakang membuat keduanya jatuh.


"aduh pa lain kali hati-hati ya, jangan lari lari kaya barusan" ucap gadis itu yang tak lain adalah keina.


dia berdiri kemudian dia membantu pria yang sudah berumur itu untuk ikut berdiri, tak lama kemudian ada pria paruh baya yang berlari ke arahnya dengan meneriakkan 1 kata yang terus di ulang.


"rampok, rampok, dia rampok" teriaknya.


keina terkejut, lalu dia melihat ada tas di tangan pria yang tadi menabrak nya, perampok itu langsung berlari sebelum keina menyadari dan merebut tas itu.


dengan sigap keina melepaskan kedua sepatutnya, dia melemparkan sepatunya ke arah perampok itu.


shuuuut, suara lemparan sepatu tapi tidak mengenai perampok itu, tapi keina tidak menyerah begitu saja,dia melemparkan yang satunya dan....


bruk

__ADS_1


sepatu itu mendarat dengan sempurna di kepala si perampok, dengan cepat keina berlari lalu menindih badan perampok itu agar tidak bisa kabur.


"nah ketangkep kan, maaf ya pa keina dudukin sebentar, soalnya nanti bapak kabur" ucap keina tanpa rasa bersalah, kemudian dia mengambil tas yang berada di genggaman perampok itu, tapi tentu saja perampok itu tidak melepaskan begitu saja.


"kasih tas nya sama keina dong pa" ucap keina dengan suara lucunya.


"gak akan" ucap perampok itu.


aaaarrrrrgggg


si perampok berteriak kesakitan karena keina mencabut bulu ketek nya, dengan refleks perampok itu melepaskan tasnya, segera keina ambil tas itu sebelum perampoknya mengambil kembali.


"maaf ya pak, salah bapa si pake baju yang keteknya keliatan gitu, udah gitu ngeyel lagi gak mau nurutin permintaan keina" ucap keina lalu dengan posisi masih menduduki si perampok.


"ini tasnya pak" ucap keina memberikan tas itu.


" hah, hah, terima kasih nak, kamu telah membantu saya" ucap pria paruh baya itu sambil mengatur nafasnya.


"sama sama pak, tapi bapak yang ini mau di apain?" tanya keina menunjuk si perampok.


"lepaskan saja" jawabnya.

__ADS_1


keina pun bangkit dari duduknya, karena takut perampok itu langsung berlari meninggalkan mereka, keina mengambil sepatunya lalu dia memakainya.


"ah iya ini buat kamu, sebagai tanda terima kasih karena membantu saya" ucapnya menyerahkan beberapa lembar uang.


"gak usah pak, saya ikhlas ko bantunya" tolak keina.


"ah begitu ya, oh iya kamu baru pulang kerja atau lagi istirahat?" tanya pria itu.


"bukan pak, saya belum kerja ini saya lagi nyari kerjaan" jawab keina.


"kalau begitu kamu mau kerja di perusahaan saya?" tanya pria itu.


"wah mau pak mau, saya bisa kerja jadi apa aja, jadi OB juga gak papa pak" ucap keina antusias.


"haha baiklah, saya suka semangat kamu, ini kartu nama saya, besok pagi kamu datang ke perusahaan saya" ucap pria itu.


"iya pak, makasih ya pak" ucap keina.


"oh iya nama kamu siapa?" tanya pria itu.


"keina ivanka pak" jawabnya.

__ADS_1


"saya Beni, baiklah saya harus segera pergi, sampai bertemu besok" ucap Beni lalu pergi.


"aaaaaa yes!, akhirnya aku bisa dapet kerjaan" teriak keina, dia berjalan pulang ke kosannya di temani senandung kecil karena suasana hatinya yang sedang sangat baik.


__ADS_2