Bukan Niatku

Bukan Niatku
13. Bukan Niatku (BN)


__ADS_3

Hari ini merupakan hari pertama bagi Nisa mulai bekerja. Meski sedikit gugup karena ini pertama kalinya Nisa mulai bergabung, tapi Nisa harus tetap bersemangat. Perlahan tapi pasti Nisa mulai melangkahkan kakinya menuju pabrik.


Nisa tiba lebih awal di pabrik itu. Karena masih pagi maka masih belum banyak orang yang datang. Yang ada hanyalah satpam yang kemarin mengantar Nisa saat akan wawancara.


"Pagi sekali mba datangnya?" tanya satpam itu.


"Iya pak maklum, terlalu semangat masuk kerja, hehe," ujar Nisa sambil terkekeh.


"Oiya pak namanya siapa? Dari kemarin ngobrol tapi kok belum tahu namanya siapa," tambah Nisa lagi.


"Nama saya Asep mba, karyawan disini banyak yang manggil mang Asep," jawab satpam itu sambil tersenyum simpul.


"Oiya kalau begitu saya juga mau manggil mang Asep saja boleh kan?" tanya Nisa terlebih dahulu.


" Boleh mba."


" Jangan mba mang, saya bukan orang jawa. Panggil aja saya Nisa mang, " timpal Nisa lagi sambil tersenyum simpul.


"Baik atuh kalau gitu mah, neng Nisa aja ya," ucap Mang Asep.


"Iya gimana mang Asep aja."


Setelah beberapa saat menunggu, karyawan yang lain pun mulai berdatangan. Beberapa karyawan ada yang memperhatikan Nisa. Ada yang hanya melirik, namun ada juga yang terlihat berbisik kepada temannya.


"Eh itu pasti karyawan baru," ujar Rina yang berbisik kepada temannya Dina.


"Iya pasti," timpal Dina yang melirik kepada Nisa lalu kembali melanjutkan perjalanannya.


Semua karyawan yang baru datang segera memasuki gedung-gedung yang berbeda. Sedangkan Nisa tampak kebingungan saat memperhatikan semua orang yang tampak sibuk dan cuek sementara dirinya masih celingukan.


Tak berapa lama datang seseorang yang menghampiri Nisa.


"Nisa ya?" tanya seseorang itu saat menghampiri Nisa.


"Iya saya Nisa," jawab Nisa yang merasa terkejut di tengah lamunannya.


"Perkenalkan saya Sinta, saya di suruh Pak Andi untuk menunjukan pekerjaan yang harus di lakukan," ujar Nisa sambil menyodorkan tangan kanannya.

__ADS_1


"Oh iya salam kenal Sinta, saya Nisa," tukas Nisa sambil menyalami tangan kanan Sinta.


Setelah perkenalan itu, Sinta mulai mengajak Nisa untuk menjelaskan tentang pekerjaan yang harus di lakukan Nisa. Meski awalnya merasa masih bingung tapi akhirnya Nisa mulai mengerti dengan apa yang harus di lakukannya.


Nisa bekerja di bagian pembuatan baju anak. Meski belum mahir tapi setidaknya Nisa memiliki pengalaman menjahit. Bagi Nisa, Sinta adalah teman pertamanya yang ia kenal di pabrik itu.


Dia begitu baik dan sangat memperdulikan Nisa. Sedangkan yang lainnya terasa begitu sombong, mungkin karena ini baru pertama kali Nisa masuk dan belum mengenal lingkungan sekitar.


Semenjak perkenalan itu akhirnya Nisa dan Sinta menjadi teman yang akrab.


"Makasih banyak ya Sinta karena kamu aku jadi bisa melakukan ini semua," ujar Nisa yang merasa tidak enak hati sebab hampir setiap hari Sinta selalu mengajarkannya.


"Sama-sama Nis, ini kan sudah menjadi kewajibanku juga," tukas Sinta yang sama-sama merasa senang karena ia juga mendapatkan teman yang baru.


Hampir seharian bekerja kini tak terasa waktu istirahat tiba. Saat istirahat semua karyawan melakukan sholat dan makan terlebih dahulu. Ada yang membawa bekal sendiri. Ada juga yang membeli makanan di kantin.


Di jam istirahat Nisa dan Sinta bergegas menuju kantin. Di dalam pabrik itu terdapat sebuah kantin yang cukup besar.


"Oiya apa kamu bawa makanan Nis?" tanya Sinta saat mereka berjalan bersama.


"Ya sudah kalau begitu kita beli saja di kantin," tukas Nisa.


Sepanjang perjalanan mereka terus saja berbincang. Tak berapa lama mereka pun tiba di sebuah kantin yang besar. Meski tidak membawa makanan di sana terdapat berbagai jenis makanan yang bisa kita pilih.


Mulai dari makanan berat, makanan ringan bahkan berbagai jenis minuman pun tersedia di kantin itu.


"Oiya Nis, kamu mau pesan apa? Biar aku pesankan," tanya Sinta.


"Apa ya, aku bingung. Habisnya disini terlalu banyak jenis makanan aku jadi bingung mau pilih yang mana," jawab Nisa yang tampak kebingungan.


"Hihi apa mau di samain aja kaya aku? Di sini yang paling enak nasi gorengnya loh!" seru Sinta.


Setiap kali tidak membawa makanan Sinta selalu membeli nasi goreng yang cukup enak disini. Meski harganya receh tapi rasanya tidak recehan. Bahkan porsinya juga banyak.


"Wah boleh tuh kayanya enak," timpal Nisa yang langsung tergiur mendengar cerita Sinta.


Akhirnya Nisa dan Sinta pun memesan 2 porsi nasi goreng serta minumannya. Hanya beberapa menit mereka menunggu akhirnya pesanan mereka datang.

__ADS_1


"Wah aromanya wangi sekali, ayo cobain!" titah Sinta.


"Hhmm, rasanya enak sekali. Selama ini baru kali ini aku menemukan nasi goreng yang sangat enak. Selain porsinya yang banyak ternyata rasanya juga enak," tambah Nisa.


Tak terasa satu jam kemudian akhirnya waktu istirahat mereka sudah habis. Nisa dan Sinta pun kembali bergegas untuk bekerja. Rasanya waktu begitu singkat tapi kenyataannya begitu lama.


Saat dalam perjalanan Nisa berpapasan dengan seseorang yang sepertinya ia kenal. Akan tetapi seseorang itu tidak melihat keberadaan Nisa. Dia terus saja melangkahkan kakinya.


"Dia seperti, tapi mungkin hanya salah lihat saja," gumam batin Nisa yang segera melangkahkan kakinya.


"Ada apa Nis? sepertinya sedang memikirkan sesuatu?" tanya Sinta sambil menautkan kedua halisnya karena tiba-tiba melihat Nisa termenung.


"Ah tidak apa-apa Sin," jawab Nisa.


Untuk sesaat ingatan Nisa kembali pada masa lalunya. Nisa teringat pada seseorang yang dulu pernah ia cintai. Hanya saja saat itu Nisa tidak menerima cinta orang itu karena sedang memiliki hubungan dengan Adit.


Beberapa jam berlalu, tak terasa kini tiba saatnya untuk pulang. Semua karyawan ada yang pulang ada juga yang masuk shift siang. Saat karyawan pulang jalanan pun mendadak macet.


Nisa segera menunggu di depan halte karena sebelumnya ia memesan ojeg online. Cukup lama Nisa menunggu akhirnya ojeg itu datang itu datang juga.


"Dengan mba Nisa?" tanya ojeg itu.


"Iya pak," jawab Nisa.


"Ke jalan mawar ya mba?" tanya tukang ojeg itu.


"Iya pak," jawab Nisa yang segera menaiki ojeg itu.


Di tengah-tengah kemacetan ojeg yang Nisa tumpangi mulai melaju dengan perlahan. Meski cukup ramai namum sebuah motor bisa menyalip kesana kemari. Satu jam kemudian akhirnya Nisa tiba di rumah.


Namun karena di jalan yang begitu macet Nisa terlambat menuju rumah. Saat Nisa tiba dirumahnya ternyata suaminua sudah pulang terlebih dahulu.


"Assalamualaikum mas sudah pulang?" tanya Nisa yang merasa tidak enak karena suaminya pulang lebih dulu.


"Waalaikumsalam iya kenapa pulang terlambat?" tanya Adit.


"Maaf mas tadi di jalan begitu macet," timpal Nisa.

__ADS_1


__ADS_2